alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Sidang Pemerkosaan-Pembunuhan Ditunda Empat Kali

BANGKALAN – Sidang tuntutan terdakwa kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan disertai perampokan di Pantai Rongkang, Kwanyar, harus ditunda empat kali. Rabu (2/5), sidang kembali gagal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) belum merampungkan berkas tuntutan.

Dengan demikian, sidang kepada tiga terdakwa kembali dintunda. Mereka adalah Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar.

Sementara terdakwa Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, digelar kemarin. Agendanya meminta keterangan saksi. Jaksa menghadirkan saksi dari keluarga kedua korban. Sidang Mat Beta memang dilakukan belakangan dari tiga terdakwa tersebut.

Baca Juga :  Saksi Ahli Perkuat Pembuktian Jaksa

Humas PN Bangkalan Sugiri Wiryandono mengatakan, kemarin hanya digelar sidang dengan terdakwa Mat Beta. Sementara sidang tuntutan untuk terdakwa Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir batal dilakukan. ”Informasinya, jaksa belum merampungkan tuntutannya,” ungkap dia.

Akibatnya, sidang tuntutan harus ditunda Selasa depan (8/5). Itu pun kalau jaksa bisa merampungkan berkas tuntutannya. ”Sidang ditunda pekan depan,” ujarnya.

Jaksa Anis membenarkan jika berkas tuntutan Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir belum rampung. Pihaknya terus menyempurnakan berkas tuntutan. Sayangnya, dia enggan membeberkan secara rinci berkas tersebut. ”Tuntutan masih disusun. Masih disempurnakan. Mungkin minggu depan bisa dibacakan,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan sepasang kekasih asal Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah.

Baca Juga :  Terdakwa Perkara Pembunuhan Suliman Divonis Sepuluh Tahun

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Dari lima pelaku, hanya Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron. Polisi menetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

BANGKALAN – Sidang tuntutan terdakwa kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan disertai perampokan di Pantai Rongkang, Kwanyar, harus ditunda empat kali. Rabu (2/5), sidang kembali gagal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) belum merampungkan berkas tuntutan.

Dengan demikian, sidang kepada tiga terdakwa kembali dintunda. Mereka adalah Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; dan Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer, Kecamatan Kwanyar.

Sementara terdakwa Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, digelar kemarin. Agendanya meminta keterangan saksi. Jaksa menghadirkan saksi dari keluarga kedua korban. Sidang Mat Beta memang dilakukan belakangan dari tiga terdakwa tersebut.

Baca Juga :  Terdakwa Perkara Pembunuhan Suliman Divonis Sepuluh Tahun

Humas PN Bangkalan Sugiri Wiryandono mengatakan, kemarin hanya digelar sidang dengan terdakwa Mat Beta. Sementara sidang tuntutan untuk terdakwa Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir batal dilakukan. ”Informasinya, jaksa belum merampungkan tuntutannya,” ungkap dia.

Akibatnya, sidang tuntutan harus ditunda Selasa depan (8/5). Itu pun kalau jaksa bisa merampungkan berkas tuntutannya. ”Sidang ditunda pekan depan,” ujarnya.

Jaksa Anis membenarkan jika berkas tuntutan Jeppar, Muhammad, dan Moh. Hajir belum rampung. Pihaknya terus menyempurnakan berkas tuntutan. Sayangnya, dia enggan membeberkan secara rinci berkas tersebut. ”Tuntutan masih disusun. Masih disempurnakan. Mungkin minggu depan bisa dibacakan,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, ditemukan jadi tengkorak di perbukitan Pantai Rongkang, Sabtu (22/7/2017). Selasa (1/8), polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan sepasang kekasih asal Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah.

Baca Juga :  Saksi Ahli Perkuat Pembuktian Jaksa
- Advertisement -

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Dari lima pelaku, hanya Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat, masih buron. Polisi menetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/