alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Percaya Polisi Bekerja Profesional

SUMENEP – Proses hukum kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan Kompas TV Nur Khalis berlanjut. Kemarin (2/2) penyidik Polres Sumenep melakukan pemeriksaan kepada Faris Eko Purnama. Stringer TV One itu dimintai keterangan sebagai saksi.

Faris Eko Purnama diperiksa selama dua jam lebih di ruang penyidik Polres Sumenep. Subtansi pemeriksaan seputar pengetahuan yang bersangkutan saat peristiwa perampasan kamera yang diduga dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Panda Coco Charcoal.

Usai diperiksa, penyidik Ipda Abu Mahdura yang memeriksa Faris Eko Purnama berjam-jam enggan memberikan keterangan. Dia mengaku tidak berwenang. Dia menyuruh konfirmasi ke Kasubbaghumas Polres SumenepAKP Moh. Heri. Namun di ruangan humas AKP Moh. Heri tidak ada.

Baca Juga :  Hari Pertama Kerja, Mendag Zulhas Pantau Kondisi Pasar Cibubur

Faris Eko Purnama menyampaikan, terdapat puluhan pertanyaan yang diajukan penyidik. Secara keseluruhan pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan peristiwa perampasan kamera Nur Khalis. ”Waktu itu memang liputan bareng ke lokasi kebakaran pabrik di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto,” ujar dia.

Waktu itu dia melihat Nur Khalis cekcok mulut dengan pihak PT Panda Coco Charcoal. Bahkan, mantan wartawan Madura TV itu sudah menunjukkan ID card. ”Seputar itu yang saya jawab kepada penyidik,” ucapnya.

Nur Khalis mengatakan, berkaitan dengan laporan yang dilayangkan ke Polres Sumenep, harus ditangani secara tuntas dan profesional. Sebab, peristiwa perampasan kamera itu mencederai profesi wartawan. ”Semacam menghalang-halangi kerja wartawan. Padahal kami liputan sudah menggunakan ID card dan izin kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga :  Sediakan Kamar Esek-Esek, Polisi Tangkap Warga Galis

Dia ingin keadilan ditegakkan. Nur Khalis percaya penyidik Polres Sumenep bisa bekerja profesional. ”Kami ingin kasus ini lanjut. Kalau perlu segera ditetapkan tersangka,” ucapnya.

Dia tetap menghormati proses hukum. Sejauh ini ada dua saksi yang diajukan. Selain Faris Eko Purnama, pihaknya juga mengajukan saksi dari anggota Polsek Bluto. ”Karena Polsek Bluto juga tahu. Bahkan saya pamit ambil gambar kebakaran ke anggota yang bertugas di Polsek Bluto,” tandasnya.

SUMENEP – Proses hukum kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan Kompas TV Nur Khalis berlanjut. Kemarin (2/2) penyidik Polres Sumenep melakukan pemeriksaan kepada Faris Eko Purnama. Stringer TV One itu dimintai keterangan sebagai saksi.

Faris Eko Purnama diperiksa selama dua jam lebih di ruang penyidik Polres Sumenep. Subtansi pemeriksaan seputar pengetahuan yang bersangkutan saat peristiwa perampasan kamera yang diduga dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Panda Coco Charcoal.

Usai diperiksa, penyidik Ipda Abu Mahdura yang memeriksa Faris Eko Purnama berjam-jam enggan memberikan keterangan. Dia mengaku tidak berwenang. Dia menyuruh konfirmasi ke Kasubbaghumas Polres SumenepAKP Moh. Heri. Namun di ruangan humas AKP Moh. Heri tidak ada.

Baca Juga :  Bawa Empat Paket SS, Kurir Diciduk

Faris Eko Purnama menyampaikan, terdapat puluhan pertanyaan yang diajukan penyidik. Secara keseluruhan pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan peristiwa perampasan kamera Nur Khalis. ”Waktu itu memang liputan bareng ke lokasi kebakaran pabrik di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto,” ujar dia.

Waktu itu dia melihat Nur Khalis cekcok mulut dengan pihak PT Panda Coco Charcoal. Bahkan, mantan wartawan Madura TV itu sudah menunjukkan ID card. ”Seputar itu yang saya jawab kepada penyidik,” ucapnya.

Nur Khalis mengatakan, berkaitan dengan laporan yang dilayangkan ke Polres Sumenep, harus ditangani secara tuntas dan profesional. Sebab, peristiwa perampasan kamera itu mencederai profesi wartawan. ”Semacam menghalang-halangi kerja wartawan. Padahal kami liputan sudah menggunakan ID card dan izin kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Periksa Dua Pemilik Akun FB

Dia ingin keadilan ditegakkan. Nur Khalis percaya penyidik Polres Sumenep bisa bekerja profesional. ”Kami ingin kasus ini lanjut. Kalau perlu segera ditetapkan tersangka,” ucapnya.

Dia tetap menghormati proses hukum. Sejauh ini ada dua saksi yang diajukan. Selain Faris Eko Purnama, pihaknya juga mengajukan saksi dari anggota Polsek Bluto. ”Karena Polsek Bluto juga tahu. Bahkan saya pamit ambil gambar kebakaran ke anggota yang bertugas di Polsek Bluto,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/