alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Polisi Janji Ungkap Jagal Guru Ngaji

SAMPANG – Kasus penganiayaan hingga menghilangkan nyawa guru ngaji di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, belum terungkap. Pelaku yang tega menggorok leher korban itu belum tertangkap. Kasus tersebut mendapat perhatian khusus Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Tofik berjanji akan mengungkap pelaku pembunuh seorang dukun tersebut. Dia mengatakan, kasus pembunuhan dengan cara menggorok leher sedang dalam penyelidikan. Pihaknya belum mengetahui secara pasti apa motif dari pembunuhan keji tersebut.

Meski demikian, dia menegaskan korban kesehariannya bukan guru ngaji. Namun sebagai seorang dukun yang sering didatangi warga untuk dimintai bantuan atas penyakit yang diderita. ”Kami akan ungkap pelaku pembunuh dukun itu,” katanya, Senin (1/1).

Pihaknya menegaskan jika keluarga korban sudah dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan anaknya, korban memang seorang dukun, bukan guru ngaji. ”Warga harus tetap kondusif karena polisi terus bekerja maksimal untuk ungkap kasus. Bantulah kami,” pintanya.

Baca Juga :  JPRM Goes to School Siap Digelar

Keterangan Tofik Sukendar sedikit berbeda dengan pernyataan Kades Nagasareh Nasuri. Seperti sebelumnya, Nasuri menyatakan, Idris dikenal sebagai dukun. Namun, dia juga menegaskan Idris pernah jadi guru ngaji. ”Idris itu memang dikenal sebagai dukun,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap supaya pelaku pembunuhan segera terungkap. Dia juga meminta agar pelaku diberi hukuman setimpal. ”Itu kriminal dan seperti sudah direncanakan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Idris, 60, warga Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Sampang, menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan tewas di lantai rumahnya dengan bersimbah darah pada Rabu malam (27/12) sekitar pukul 22.30.

Jenazah Idris kali pertama ditemukan putranya, Khalik, 35, dan istrinya, Mutia, 50. Saat ditemukan, terdapat luka menganga pada leher bagian depan. Sebelum kejadian, ada dua orang bertamu ke rumah Idris. Saat itu, anak dan istrinya beserta keluarga yang lain sedang menonton televisi di sebelah timur rumah korban.

Baca Juga :  Dukungan Para Kiai Lebih Berpengaruh

SAMPANG – Kasus penganiayaan hingga menghilangkan nyawa guru ngaji di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, belum terungkap. Pelaku yang tega menggorok leher korban itu belum tertangkap. Kasus tersebut mendapat perhatian khusus Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Tofik berjanji akan mengungkap pelaku pembunuh seorang dukun tersebut. Dia mengatakan, kasus pembunuhan dengan cara menggorok leher sedang dalam penyelidikan. Pihaknya belum mengetahui secara pasti apa motif dari pembunuhan keji tersebut.

Meski demikian, dia menegaskan korban kesehariannya bukan guru ngaji. Namun sebagai seorang dukun yang sering didatangi warga untuk dimintai bantuan atas penyakit yang diderita. ”Kami akan ungkap pelaku pembunuh dukun itu,” katanya, Senin (1/1).


Pihaknya menegaskan jika keluarga korban sudah dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan anaknya, korban memang seorang dukun, bukan guru ngaji. ”Warga harus tetap kondusif karena polisi terus bekerja maksimal untuk ungkap kasus. Bantulah kami,” pintanya.

Baca Juga :  Peran Bupati (Nonaktif) Syafii Masih Dibutuhkan

Keterangan Tofik Sukendar sedikit berbeda dengan pernyataan Kades Nagasareh Nasuri. Seperti sebelumnya, Nasuri menyatakan, Idris dikenal sebagai dukun. Namun, dia juga menegaskan Idris pernah jadi guru ngaji. ”Idris itu memang dikenal sebagai dukun,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap supaya pelaku pembunuhan segera terungkap. Dia juga meminta agar pelaku diberi hukuman setimpal. ”Itu kriminal dan seperti sudah direncanakan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Idris, 60, warga Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Sampang, menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan tewas di lantai rumahnya dengan bersimbah darah pada Rabu malam (27/12) sekitar pukul 22.30.

Jenazah Idris kali pertama ditemukan putranya, Khalik, 35, dan istrinya, Mutia, 50. Saat ditemukan, terdapat luka menganga pada leher bagian depan. Sebelum kejadian, ada dua orang bertamu ke rumah Idris. Saat itu, anak dan istrinya beserta keluarga yang lain sedang menonton televisi di sebelah timur rumah korban.

Baca Juga :  Dukungan Para Kiai Lebih Berpengaruh
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/