alexametrics
21 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Pertanyakan Perkembangan Dugaan Penipuan Haji

SUMENEP – Kasus dugaan penipuan dengan modus akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah dilaporkan sejak Otober 2017. Namun, penanganan kasus tersebut tidak ada perkembangan signifikan. Hingga Selasa (2/1) tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, sejumlah pelapor telah dimintai keterangan.

            Ahmad Azizi, pendamping para pelapor mengatakan,  terdapat 12 orang yang mendaftar umrah dan haji ke PT Assulthonil Kholis dan PT Farhan.Namun, belasan orang tersebut tidak ada yang berangkat. Padahal, uang pembayarannyasudah lunas.Dari 12 korban, yang melapor ada lima orang. Yakni, Taufik, Titin, Sudari, Ashadi, dan Novianti.Semuanya warga Desa Poja, Kecamatan Gapura. Kemudian Muawi, warga Desa Andulang, Kecamatan Gapura.

Menurut Azizi, mereka dijanjikan berangkat haji pada Ramadan 2015. Namun, sampai 2016 tetap tak bisa berangkat. Pada 2015 mereka hanya berangkat ke Bandara Juanda, Surabaya. ”Pihak PT hanya janji terus memberangkatkan. Tetapi selalu gagal,” ujarnya kemarin (2/1).

Baca Juga :  KPU Bangkalan Coret 2.857 Pemilih

            Azizi menerangkan, pada Januari 2015, Taufik yang merupakan salah satu korban mendatangi rumah H Abd. Kafi Hasan di Desa Poja, Kecamatan Gapura, selaku pihak yang menerima pendaftaran. Kepada Taufik, dia sanggup membantu memberangkatkannya bersama lima penyetor yang masih satu keluarga dengannya. Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun yang diberangkatkan.

Dijelaskan, pada 9 Januari 2015, terlapor mengajak pelapor menyetor uang melalui BNI Rp 58.000.000 ke rekening yang ditentukan terlapor. Kemudian, pada 23 Januari 2015, pelapor kembali menyerahkan uang Rp 90.000.000. Setelah itu pada 30 Januari lagi-lagi menyerahkan uang Rp 7.000.000. 

Pada 11 Mei 2015 kembali menyerahkan Rp 60.000.000. Total uang yang diterima pelapor Rp 215 juta. ”Karena tak terima merasa dipingpong, akhirnya Oktober 2017 melapor ke Polres Sumenep. Para pelapor sudah dimintai keterangan oleh polisi. Kami berharap segera ada tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Soroti Peredaran Narkoba

            Sementara, saat menghubungi nomor handphone H Abd. Kafi Hasan yang tercantum di kuitansi penerimaan pembayaran, tidak aktif. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. Pihaknya masih akan menanyakan ke satreskrim.   

SUMENEP – Kasus dugaan penipuan dengan modus akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah dilaporkan sejak Otober 2017. Namun, penanganan kasus tersebut tidak ada perkembangan signifikan. Hingga Selasa (2/1) tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, sejumlah pelapor telah dimintai keterangan.

            Ahmad Azizi, pendamping para pelapor mengatakan,  terdapat 12 orang yang mendaftar umrah dan haji ke PT Assulthonil Kholis dan PT Farhan.Namun, belasan orang tersebut tidak ada yang berangkat. Padahal, uang pembayarannyasudah lunas.Dari 12 korban, yang melapor ada lima orang. Yakni, Taufik, Titin, Sudari, Ashadi, dan Novianti.Semuanya warga Desa Poja, Kecamatan Gapura. Kemudian Muawi, warga Desa Andulang, Kecamatan Gapura.

Menurut Azizi, mereka dijanjikan berangkat haji pada Ramadan 2015. Namun, sampai 2016 tetap tak bisa berangkat. Pada 2015 mereka hanya berangkat ke Bandara Juanda, Surabaya. ”Pihak PT hanya janji terus memberangkatkan. Tetapi selalu gagal,” ujarnya kemarin (2/1).

Baca Juga :  Temukan Suami Tewas Bersimbah Darah

            Azizi menerangkan, pada Januari 2015, Taufik yang merupakan salah satu korban mendatangi rumah H Abd. Kafi Hasan di Desa Poja, Kecamatan Gapura, selaku pihak yang menerima pendaftaran. Kepada Taufik, dia sanggup membantu memberangkatkannya bersama lima penyetor yang masih satu keluarga dengannya. Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun yang diberangkatkan.

Dijelaskan, pada 9 Januari 2015, terlapor mengajak pelapor menyetor uang melalui BNI Rp 58.000.000 ke rekening yang ditentukan terlapor. Kemudian, pada 23 Januari 2015, pelapor kembali menyerahkan uang Rp 90.000.000. Setelah itu pada 30 Januari lagi-lagi menyerahkan uang Rp 7.000.000. 

Pada 11 Mei 2015 kembali menyerahkan Rp 60.000.000. Total uang yang diterima pelapor Rp 215 juta. ”Karena tak terima merasa dipingpong, akhirnya Oktober 2017 melapor ke Polres Sumenep. Para pelapor sudah dimintai keterangan oleh polisi. Kami berharap segera ada tersangka,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Soroti Peredaran Narkoba

            Sementara, saat menghubungi nomor handphone H Abd. Kafi Hasan yang tercantum di kuitansi penerimaan pembayaran, tidak aktif. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. Pihaknya masih akan menanyakan ke satreskrim.   

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/