alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Ra Bir Aly Cabut Bukti Dukungan Perseorangan

BANGKALAN – Pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Ra Bir Aly dan Moh. Fausi dipastikan tidak maju lewat jalur independen. Kepastian itu setelah mereka mencabut bukti dukungan yang diserahkan kepada KPU Bangkalan.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyatakan mengundurkan diri dan mencabut berkas yang diserahkan. Atas dasar itu, pihaknya menghentikan penghitungan berkas yang masuk 29 November tersebut.

”Ra Bir Aly dan Moh. Fausi resmi mencabut berkas dan mengundurkan diri dari jalur perseorangan,” ujarnya.

Menurut Fauzan, surat pernyataan pengunduran diri itu dilayangkan Kamis (30/11) pukul 20.00 melalui tim penghubung. Namun, pihaknya tidak langsung percaya. KPU meminta yang bersangkutan datang langsung untuk mengklarifikasi pencabutan berkas tersebut.

”Ternyata benar, sekarang mereka datang untuk mencabut berkas dan menyatakan mengundurkan diri dari jalur perseorangan. Ya, sudah kami buatkan berita acara,” katanya Jumat (1/12).

Baca Juga :  KPU Pamekasan Besok Hitung Kardus Siluman

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, upaya pencabutan berkas itu merupakan hak yang bersangkutan. Mungkin, kata Fauzan, Ra Bir Aly dan Moh. Fausi tengah berkonsentrasi lewat jalur partai politik (parpol). ”Tapi, itu semua menjadi kewenangan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ketika Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyatakan mengundurkan diri, otomatis tidak akan ada dari jalur perseorangan pada Pilkada Bangkalan 2018. Sebab, batas waktu penyerahan bukti dukungan jalur perseorangan itu sampai 29 November. ”Kami pastikan tahun 2018 tidak ada dari jalur independen,” jelasnya.

Menurut Fauzan, berkas bukti dukungan salinan KTP yang dihitung hampir selesai. Jika tidak salah hanya dari Kecamatan Geger. Berhubung ada surat pengunduran diri, proses penghitungan (fotokopi e-KTP) itu langsung dihentikan.

Sebelumnya, Rabu (29/11), Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyerahkan bukti dukungan jalur perseorangan didampingi para pendukunganya. Sebanyak 74 ribu lembar fokotopi KTP diserahkan ke lembaga penyelenggara pemilihan umum (pemilu) itu.

Baca Juga :  Pilkada Bangkalan, Satu Kelurahan Tiga Calon

Rabu malam (29/11), penghitungan sempat dihentikan. Sebab, terdapat bukti susulan melebihi pukul 24.00. Berkas susulan itu ditolak karena melebihi pukul 24.00. Tolib selaku Ketua Tim Pemenangan Ra Bir Aly dan Moh. Fausi sempat kecewa karena bukti dukungan susulan itu hanya terlambat dua menit.

Sesuai rekapan dari tim Ra Bir Aly dan Moh Fausi, berkas yang diserahkan ke KPU itu berjumlah 74 ribu lembar sekian. ”Tapi, pastinya kami tidak tahu. Sebab, belum selesai direkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Ra Bir Aly didampingi Moh. Fausi mengatakan, keputusannya mengundurkan diri dari jalur perseorangan itu karena ada kejelasan rekomendasi parpol. Atas dasar itu, pihaknya mencabut berkas yang sudah diserahkan ke KPU. 

”Ya kalau nggak dapat rekom, aku tidak akan mencabut dukungan. Makanya, tunggu saja kejutannya,” ucapnya optimistis. 

BANGKALAN – Pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Ra Bir Aly dan Moh. Fausi dipastikan tidak maju lewat jalur independen. Kepastian itu setelah mereka mencabut bukti dukungan yang diserahkan kepada KPU Bangkalan.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan, Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyatakan mengundurkan diri dan mencabut berkas yang diserahkan. Atas dasar itu, pihaknya menghentikan penghitungan berkas yang masuk 29 November tersebut.

”Ra Bir Aly dan Moh. Fausi resmi mencabut berkas dan mengundurkan diri dari jalur perseorangan,” ujarnya.


Menurut Fauzan, surat pernyataan pengunduran diri itu dilayangkan Kamis (30/11) pukul 20.00 melalui tim penghubung. Namun, pihaknya tidak langsung percaya. KPU meminta yang bersangkutan datang langsung untuk mengklarifikasi pencabutan berkas tersebut.

”Ternyata benar, sekarang mereka datang untuk mencabut berkas dan menyatakan mengundurkan diri dari jalur perseorangan. Ya, sudah kami buatkan berita acara,” katanya Jumat (1/12).

Baca Juga :  Ririn AgenBRILink asal Lumajang Bantu Masyarakat Terbebas dari Rentenir

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, upaya pencabutan berkas itu merupakan hak yang bersangkutan. Mungkin, kata Fauzan, Ra Bir Aly dan Moh. Fausi tengah berkonsentrasi lewat jalur partai politik (parpol). ”Tapi, itu semua menjadi kewenangan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ketika Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyatakan mengundurkan diri, otomatis tidak akan ada dari jalur perseorangan pada Pilkada Bangkalan 2018. Sebab, batas waktu penyerahan bukti dukungan jalur perseorangan itu sampai 29 November. ”Kami pastikan tahun 2018 tidak ada dari jalur independen,” jelasnya.

Menurut Fauzan, berkas bukti dukungan salinan KTP yang dihitung hampir selesai. Jika tidak salah hanya dari Kecamatan Geger. Berhubung ada surat pengunduran diri, proses penghitungan (fotokopi e-KTP) itu langsung dihentikan.

Sebelumnya, Rabu (29/11), Ra Bir Aly dan Moh. Fausi menyerahkan bukti dukungan jalur perseorangan didampingi para pendukunganya. Sebanyak 74 ribu lembar fokotopi KTP diserahkan ke lembaga penyelenggara pemilihan umum (pemilu) itu.

Baca Juga :  Istighotsah Kapolres Bangkalan untuk Pilkada Aman dan Damai

Rabu malam (29/11), penghitungan sempat dihentikan. Sebab, terdapat bukti susulan melebihi pukul 24.00. Berkas susulan itu ditolak karena melebihi pukul 24.00. Tolib selaku Ketua Tim Pemenangan Ra Bir Aly dan Moh. Fausi sempat kecewa karena bukti dukungan susulan itu hanya terlambat dua menit.

Sesuai rekapan dari tim Ra Bir Aly dan Moh Fausi, berkas yang diserahkan ke KPU itu berjumlah 74 ribu lembar sekian. ”Tapi, pastinya kami tidak tahu. Sebab, belum selesai direkap,” imbuhnya.

Sementara itu, Ra Bir Aly didampingi Moh. Fausi mengatakan, keputusannya mengundurkan diri dari jalur perseorangan itu karena ada kejelasan rekomendasi parpol. Atas dasar itu, pihaknya mencabut berkas yang sudah diserahkan ke KPU. 

”Ya kalau nggak dapat rekom, aku tidak akan mencabut dukungan. Makanya, tunggu saja kejutannya,” ucapnya optimistis. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/