alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pantai Jumiang Digerojok Rp 3,8 Miliar

PAMEKASAN – Wisata Pantai Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, digerojok anggaran yang cukup fantastik. Tahun ini, sebagaimana tercantum di draf Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Pamekasan 2017, pembangunan pantai yang setiap pekan pengunjungnya tidak sampai seribu orang itu dianggarkan sekitar Rp 3,8 miliar.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Madura, ada 15 program fisik yang diagendakan di Pantai Jumiang. Program fisik itu memiliki anggaran bervariasi. Mulai yang terkecil Rp 133.973.000 untuk pembangunan gazebo Bujuk Adirasa. Hingga program penataan Pantai Jumiang yang dianggarkan Rp 693.973.000 (lebih lengkapnya lihat grafis).

Sebagian besar program yang dianggarkan itu belum digelar. Sebab, awalnya anggaran untuk Pantai Jumiang bersifat gelondongan. Perubahan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Disporabud yang dipecah menjadi dua, yakni dispora dan disparbud, menjadi alasan pembangunan wisata berjalan lamban.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Menanti APBD Perubahan

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin sejak awal mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan program pariwisata bisa digelar. Pihaknya tidak bisa serta merta menggelar proyek yang bersifat gelondongan. Perubahan APBD 2017 menjadi solusi bagi disparbud untuk memecah anggaran menjadi program terperinci. ”Tunggu PAK selesai baru kita lakukan pelelangan,” kata Achmad Sjaifuddin.

Meski PAK tuntas, akan sulit bagi disparbud untuk menyelesaikan pembangunan pariwisata. Sebab, selain anggaran cukup besar, waktu yang tersedia mepet. Saat ini sudah memasuki November atau dengan kata lain sisa waktu pelaksanaan APBD kurang dari dua bulan efektif.

”Kalau tidak memungkinkan digelar tahun ini, mungkin bisa dijadwal ulang tahun depan,” tegasnya. ”Paling tidak, proses lelang digelar tahun ini, fisiknya awal 2018,” tambahnya.

Baca Juga :  Kotak Suara Tertukar, Coblosan Molor

Saat ini PAK APBD Pameaksan 2017 masih menunggu koreksi dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Persetujuan gubernur merupakan hal wajib dalam penetapan APBD kabupaten/kota. Jika persetujuan itu keluar, tinggal pengesahan di DPRD Pamekasan.

Anggota Banggar DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, pada prinsipnya pembahasan PAK APBD 2017 telah tuntas di DPRD. ”Kalau di DPRD sudah diparipurnakan. Tinggal koreksi dari gubernur,” tukasnya.

PAMEKASAN – Wisata Pantai Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, digerojok anggaran yang cukup fantastik. Tahun ini, sebagaimana tercantum di draf Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Pamekasan 2017, pembangunan pantai yang setiap pekan pengunjungnya tidak sampai seribu orang itu dianggarkan sekitar Rp 3,8 miliar.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Madura, ada 15 program fisik yang diagendakan di Pantai Jumiang. Program fisik itu memiliki anggaran bervariasi. Mulai yang terkecil Rp 133.973.000 untuk pembangunan gazebo Bujuk Adirasa. Hingga program penataan Pantai Jumiang yang dianggarkan Rp 693.973.000 (lebih lengkapnya lihat grafis).

Sebagian besar program yang dianggarkan itu belum digelar. Sebab, awalnya anggaran untuk Pantai Jumiang bersifat gelondongan. Perubahan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Disporabud yang dipecah menjadi dua, yakni dispora dan disparbud, menjadi alasan pembangunan wisata berjalan lamban.

Baca Juga :  Polisi Ciduk Pemakai Sabu

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin sejak awal mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan program pariwisata bisa digelar. Pihaknya tidak bisa serta merta menggelar proyek yang bersifat gelondongan. Perubahan APBD 2017 menjadi solusi bagi disparbud untuk memecah anggaran menjadi program terperinci. ”Tunggu PAK selesai baru kita lakukan pelelangan,” kata Achmad Sjaifuddin.

Meski PAK tuntas, akan sulit bagi disparbud untuk menyelesaikan pembangunan pariwisata. Sebab, selain anggaran cukup besar, waktu yang tersedia mepet. Saat ini sudah memasuki November atau dengan kata lain sisa waktu pelaksanaan APBD kurang dari dua bulan efektif.

”Kalau tidak memungkinkan digelar tahun ini, mungkin bisa dijadwal ulang tahun depan,” tegasnya. ”Paling tidak, proses lelang digelar tahun ini, fisiknya awal 2018,” tambahnya.

Baca Juga :  Kotak Suara Tertukar, Coblosan Molor

Saat ini PAK APBD Pameaksan 2017 masih menunggu koreksi dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Persetujuan gubernur merupakan hal wajib dalam penetapan APBD kabupaten/kota. Jika persetujuan itu keluar, tinggal pengesahan di DPRD Pamekasan.

Anggota Banggar DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, pada prinsipnya pembahasan PAK APBD 2017 telah tuntas di DPRD. ”Kalau di DPRD sudah diparipurnakan. Tinggal koreksi dari gubernur,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/