alexametrics
28.9 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Nasib 30 Pejabat di Tangan Bupati

BANGKALAN – Seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama di lingkungan Pemkab Bangkalan sudah diumumkan. Dari 10 organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilelang, panitia seleksi (pansel) resmi menetapkan tiga besar.

Itu berdasarkan nomor 14/pansel-JPT/BKL/VIII2019 tentang penetapan hasil akhir jabatan pimpinan tinggi pratama di Lingkungan Pemkab Bangkalan. Ada 30 pejabat yang kini nasibnya berada di tangan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

Sementara 16 pejabat lainnya terpaksa mengurungkan niatnya menjadi pimpinan OPD. Total pejabat yang mengikuti seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama sebanyak 47 orang. Tetapi, satu pejabat tidak bisa melanjutkan karena sakit.

Ketua Pansel Pengisian JPT Pratama Setijabudhi mengutarakan, semua tahapan lelang jabatan sudah selesai. Jumat (30/8) ditetapkan tiga besar tiap OPD yang dilelangkan. ”Dari 10 OPD yang dilelang, sudah ditetapkan tiga besar,” katanya kemarin (1/8).

Menurut Budhi, nama-nama tiga besar itu akan disodorkan kepada Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron untuk dipilih. Sebab, yang bersangkutan selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK).

”Tugas pansel sudah selesai. Selanjutnya tinggal bupati yang memutuskan. Sebab, beliau yang punya wewenang,” ujarnya.

Baca Juga :  Final, Pemilihan Anggota BPD 15 November

Pj Sekkab Bangkalan itu menyatakan, dari puluhan pejabat yang mengikuti lelang, ada pejabat dari eselon II b. Yakni, Puguh Santoso, kepala Bappeda Bangkalan. ”Tidak jadi masalah karena memang boleh aturannya,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDA Bangkalan Ari Murfianto mengatakan, tiga puluh pejabat yang masuk tiga besar itu disampaikan Bupati Abdul Latif Amin Imron. ”Aturannya, pansel melaporkan kepada bupati melalui Sekda. Walaupun Sekda juga sebagai ketua pansel,” jelasnya.

Tahapan lelang dari awal hingga penetapan tiga besar wajib dilaporkan ke komisi ASN. Meskipun secara simultan tiap tahapan sudah dilaporkan ke Komisi ASN. Setelah itu, Komisi ASN menetapkan persetujuan untuk dilakukan pelantikan.

”Paling Senin (2/9) atau Selasa (3/9) saya kirim. Karena baru Jumat kemarin yang diumumkan tiga besar,” sebutnya.

Ketika nanti Komisi ASN sudah memberikan rekomendasi untuk dilakukan pelantikan, sembari Bupati Abdul Latif Amin Imron memilih satu pejabat di tiap OPD. ”Tidak ada ketentuan berapa hari untuk bupati memilih pejabat dari tiga besar itu. Yang penting, kalau sudah rekomendasi pelantikan turun, ya sudah dipilih,” ucapnya.

Baca Juga :  Puisi Anisa Aryan

Sekretaris BKPSDA Bangkalan itu menambahkan, dalam lelang jebatan kali ini eselon II b memang diperkenankan ikut. Sebab itu, Kepala Bappeda Puguh Santoso juga ikut tahapan seleksi dari awal.

”Boleh ikut, kalau eselon III b itu harus masa kerja tiga tahun, eselon III a masa kerja dua tahun. Sedangkan eselon II b tidak ada masa kerja,” paparnya.

Menurut Ari, Puguh Santos sangat serius mengikuti lelang ini dan bukan hanya sekadar pelengkap. Sebab, secara keilmuan yang bersangkutan memang banyak di pertanian. ”Beliau di bappeda definitif sebagai kepala OPD. Tapi, misalnya, nanti dilantik sebagai kepala dispertapahorbun, otomatis di bappedanya kosong,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bappeda Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, alasan ikut lelang jabatan di dispertapahorbun karena menyesuaikan dengan basic pendidikan. ”Makanya, saya ikut lelang juga. Karena S-2 saya di pertanian. Intinya, menyesuaikan dengan basic pendidikan saya” katanya.

 

BANGKALAN – Seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama di lingkungan Pemkab Bangkalan sudah diumumkan. Dari 10 organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilelang, panitia seleksi (pansel) resmi menetapkan tiga besar.

Itu berdasarkan nomor 14/pansel-JPT/BKL/VIII2019 tentang penetapan hasil akhir jabatan pimpinan tinggi pratama di Lingkungan Pemkab Bangkalan. Ada 30 pejabat yang kini nasibnya berada di tangan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

Sementara 16 pejabat lainnya terpaksa mengurungkan niatnya menjadi pimpinan OPD. Total pejabat yang mengikuti seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama sebanyak 47 orang. Tetapi, satu pejabat tidak bisa melanjutkan karena sakit.


Ketua Pansel Pengisian JPT Pratama Setijabudhi mengutarakan, semua tahapan lelang jabatan sudah selesai. Jumat (30/8) ditetapkan tiga besar tiap OPD yang dilelangkan. ”Dari 10 OPD yang dilelang, sudah ditetapkan tiga besar,” katanya kemarin (1/8).

Menurut Budhi, nama-nama tiga besar itu akan disodorkan kepada Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron untuk dipilih. Sebab, yang bersangkutan selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK).

”Tugas pansel sudah selesai. Selanjutnya tinggal bupati yang memutuskan. Sebab, beliau yang punya wewenang,” ujarnya.

Baca Juga :  KH Unais Mendaftar ke PKB

Pj Sekkab Bangkalan itu menyatakan, dari puluhan pejabat yang mengikuti lelang, ada pejabat dari eselon II b. Yakni, Puguh Santoso, kepala Bappeda Bangkalan. ”Tidak jadi masalah karena memang boleh aturannya,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDA Bangkalan Ari Murfianto mengatakan, tiga puluh pejabat yang masuk tiga besar itu disampaikan Bupati Abdul Latif Amin Imron. ”Aturannya, pansel melaporkan kepada bupati melalui Sekda. Walaupun Sekda juga sebagai ketua pansel,” jelasnya.

Tahapan lelang dari awal hingga penetapan tiga besar wajib dilaporkan ke komisi ASN. Meskipun secara simultan tiap tahapan sudah dilaporkan ke Komisi ASN. Setelah itu, Komisi ASN menetapkan persetujuan untuk dilakukan pelantikan.

”Paling Senin (2/9) atau Selasa (3/9) saya kirim. Karena baru Jumat kemarin yang diumumkan tiga besar,” sebutnya.

Ketika nanti Komisi ASN sudah memberikan rekomendasi untuk dilakukan pelantikan, sembari Bupati Abdul Latif Amin Imron memilih satu pejabat di tiap OPD. ”Tidak ada ketentuan berapa hari untuk bupati memilih pejabat dari tiga besar itu. Yang penting, kalau sudah rekomendasi pelantikan turun, ya sudah dipilih,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Bocorkan Kriteria Calon Kadis

Sekretaris BKPSDA Bangkalan itu menambahkan, dalam lelang jebatan kali ini eselon II b memang diperkenankan ikut. Sebab itu, Kepala Bappeda Puguh Santoso juga ikut tahapan seleksi dari awal.

”Boleh ikut, kalau eselon III b itu harus masa kerja tiga tahun, eselon III a masa kerja dua tahun. Sedangkan eselon II b tidak ada masa kerja,” paparnya.

Menurut Ari, Puguh Santos sangat serius mengikuti lelang ini dan bukan hanya sekadar pelengkap. Sebab, secara keilmuan yang bersangkutan memang banyak di pertanian. ”Beliau di bappeda definitif sebagai kepala OPD. Tapi, misalnya, nanti dilantik sebagai kepala dispertapahorbun, otomatis di bappedanya kosong,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bappeda Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, alasan ikut lelang jabatan di dispertapahorbun karena menyesuaikan dengan basic pendidikan. ”Makanya, saya ikut lelang juga. Karena S-2 saya di pertanian. Intinya, menyesuaikan dengan basic pendidikan saya” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/