alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

BRI Yakin Ramadan dan Lebaran Dongkrak Kinerja Bisnis Kecil dan Menengah

JAKARTA – Dibanding kuartal I/2021, penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada kuartal I/2022 mengalami pertumbuhan positif. Khususnya, untuk segmen kecil dan menengah. Hal itu, diyakini akan mendorong geliat ekonomi.

Memasuki kuartal II 2022, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto semakin optimistis perusahaannya membukukan kinerja yang maksimal. Hal itu berkat keberhasilan pemerintah menekan laju kasus Covid-19.

Pemerintah juga memberikan izin bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik pada perayaan Idul Fitri. Karena itu, BRI sudah menyiapkan likuiditas yang cukup untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Sebab, biasanya terjadi peningkatan belanja rumah tangga.

“Ini akan men-shift transaksi yang semula berbasis di kota-kota besar, bergeser ke tujuan-tujuan mudik. Berarti akan ada demand dan ada peningkatan aktivitas bisnis kecil dan menengah di daerah. Tentunya juga akan membutuhkan modal untuk menunjang hal tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Apresiasi Nasabah, Persero Gelar BRI Client Summit 2022

“Melihat hal tersebut, kami optimistis Lebaran 2022 ini akan meningkatkan demand (kredit). Karena demand di daerah cukup tinggi, nantinya akan meningkatkan disbursement kredit kecil dan menengah, khususnya di BRI,” ujarnya.

Optimisme itu mengacu pada indeks bisnis UMKM yang dirilis BRI secara kuartalan. Yakni indeks aktivitas bisnis, indeks ekspektasi aktivitas bisnis, indeks sentimen bisnis, dan indeks kepercayaan pelaku bisnis terhadap pemerintah. Keempat indeks tersebut pada triwulan IV 2021 mengindikasikan hal yang positif.

Menurutnya, pelaku bisnis sudah semakin yakin bahwa akan ada peningkatan volume usahanya pada triwulan I/2022. Dan itu benar-benar terbukti. Melihat dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, indeks tersebut akan kembali membaik pada triwulan II/2022.

“Artinya apa, pada triwulan II 2022 itu juga akan ada peningkatan bisnis yang tentunya membawa optimisme kepada BRI. Khususnya, segmen kecil dan menengah yang populasinya memang sangat besar,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiket Mudik Kapal Gratis Ludes

“Penyaluran kredit di triwulan kedua dan di sepanjang 2022 bisa sesuai, bahkan lebih tinggi dari target yang ditetapkan kepada kami, yaitu sebesar 11,67 %,” ulasnya.

BRI telah mempersiapkan beberapa strategi. Pertama, menerapkan strategi yang sudah dilakukan selama dua tahun terakhir yaitu business follow stimulus. Hal itu akan diperkuat melalui akselerasi pengembangan bisnis.

Untuk business follow stimulus, tahun ini BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR sebanyak Rp 260 triliun. Di mana Rp 30 triliun di antaranya merupakan KUR untuk bisnis kecil. Ada juga PEN Generasi II untuk segmen kecil yang nominalnya mencapai Rp 15 triliun.

“Semua kredit disalurkan menggunakan dana internal BRI. Artinya, dana yang berhasil dihimpun BRI melalui masyarakat. Sehingga, harus kita pastikan pendekatannya meskipun sebagian disubsidi. Yakni pendekatan kelayakan dari bisnis nasabah,” pungkasnya. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

JAKARTA – Dibanding kuartal I/2021, penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada kuartal I/2022 mengalami pertumbuhan positif. Khususnya, untuk segmen kecil dan menengah. Hal itu, diyakini akan mendorong geliat ekonomi.

Memasuki kuartal II 2022, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto semakin optimistis perusahaannya membukukan kinerja yang maksimal. Hal itu berkat keberhasilan pemerintah menekan laju kasus Covid-19.

Pemerintah juga memberikan izin bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik pada perayaan Idul Fitri. Karena itu, BRI sudah menyiapkan likuiditas yang cukup untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Sebab, biasanya terjadi peningkatan belanja rumah tangga.

“Ini akan men-shift transaksi yang semula berbasis di kota-kota besar, bergeser ke tujuan-tujuan mudik. Berarti akan ada demand dan ada peningkatan aktivitas bisnis kecil dan menengah di daerah. Tentunya juga akan membutuhkan modal untuk menunjang hal tersebut,” katanya.

Baca Juga :  BRImo Permudah Nasabah BRI Belanja saat Libur Lebaran dengan QRIS

“Melihat hal tersebut, kami optimistis Lebaran 2022 ini akan meningkatkan demand (kredit). Karena demand di daerah cukup tinggi, nantinya akan meningkatkan disbursement kredit kecil dan menengah, khususnya di BRI,” ujarnya.

Optimisme itu mengacu pada indeks bisnis UMKM yang dirilis BRI secara kuartalan. Yakni indeks aktivitas bisnis, indeks ekspektasi aktivitas bisnis, indeks sentimen bisnis, dan indeks kepercayaan pelaku bisnis terhadap pemerintah. Keempat indeks tersebut pada triwulan IV 2021 mengindikasikan hal yang positif.

Menurutnya, pelaku bisnis sudah semakin yakin bahwa akan ada peningkatan volume usahanya pada triwulan I/2022. Dan itu benar-benar terbukti. Melihat dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, indeks tersebut akan kembali membaik pada triwulan II/2022.

“Artinya apa, pada triwulan II 2022 itu juga akan ada peningkatan bisnis yang tentunya membawa optimisme kepada BRI. Khususnya, segmen kecil dan menengah yang populasinya memang sangat besar,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiket Mudik Kapal Gratis Ludes

“Penyaluran kredit di triwulan kedua dan di sepanjang 2022 bisa sesuai, bahkan lebih tinggi dari target yang ditetapkan kepada kami, yaitu sebesar 11,67 %,” ulasnya.

BRI telah mempersiapkan beberapa strategi. Pertama, menerapkan strategi yang sudah dilakukan selama dua tahun terakhir yaitu business follow stimulus. Hal itu akan diperkuat melalui akselerasi pengembangan bisnis.

Untuk business follow stimulus, tahun ini BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR sebanyak Rp 260 triliun. Di mana Rp 30 triliun di antaranya merupakan KUR untuk bisnis kecil. Ada juga PEN Generasi II untuk segmen kecil yang nominalnya mencapai Rp 15 triliun.

“Semua kredit disalurkan menggunakan dana internal BRI. Artinya, dana yang berhasil dihimpun BRI melalui masyarakat. Sehingga, harus kita pastikan pendekatannya meskipun sebagian disubsidi. Yakni pendekatan kelayakan dari bisnis nasabah,” pungkasnya. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/