alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Kades Batuputih Daya Desak Polisi Panggil Warganya

SUMENEP – Kepala Desa Batuputih Daya, Moh Harno, mendesak Polresta Tanggerang Selatan (Tangsel) segera memanggil Muhklis dan Horriya. Sebab, warga Dusun Bulu Barat, Desa Batuputih Daya itu berstatus terlapor dan sudah dua kali tidak menghadiri panggilan polisi.

Kronologis kejadian bermula pada Rabu (11/7) tahun 2018. Saat itu, kedua terlapor tanpa pamit meninggalkan toko milik Moh Harno yang beralamat di Jalan Cendrawasih 6 Nomor 46 Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Mengetahui hal itu, Moh Harno mengkroscek apa benar karyawannya meninggalkan toko. Setelah dicek, ternyata benar dan sang kepala desa mengalami kerugian mencapai Rp 12 Juta. Karena tidak terima, Moh Harno melaporkan kelakuan dua karyawannya ke polisi.

Baca Juga :  Pinjam Motor, Malah Dibawa Kabur

Sehari pasca kejadian atau Kamis (12/7) 2018, Moh Harno melaporkan kasus tersebut ke Polresta Tangsel. Kedua karyawannya diduga melakukan tindak pidana pencurian dan penggelapan sebagaimana diatur pasal  362 KUHP dan pasal 372 KUHP.

Ach Supyadi selaku kuasa hukum Moh Harno mengatakan, pihaknya sudah sudah berkomunikasi dengan Polresta Tangerang. Terungkap, dua kali terlapor tidak menghadiri panggilan polisi. “Sesuai ketentuan, harus dilakukan pemanggilan satu kali lagi sebelum pemanggilan paksa,” tegasnya.

Sebagai kuasa hukum, kata Ach Supyadi, pihaknya akan terus mengawal kasus yang merugikan kliennya tersebut. “Bisa saja nanti dilakukan pemanggilan paksa, jika terlapor tiga kali mengabaikan panggilan polisi,” tegasnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Absen, Sidang Ditunda Lagi

Sementara ketika RadarMadura.id berusaha mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut ke salah satu penyelidik, Bripka Sarju, tidak membuahkan hasil. Sebab, yang bersangkutan tidak merespon. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Kepala Desa Batuputih Daya, Moh Harno, mendesak Polresta Tanggerang Selatan (Tangsel) segera memanggil Muhklis dan Horriya. Sebab, warga Dusun Bulu Barat, Desa Batuputih Daya itu berstatus terlapor dan sudah dua kali tidak menghadiri panggilan polisi.

Kronologis kejadian bermula pada Rabu (11/7) tahun 2018. Saat itu, kedua terlapor tanpa pamit meninggalkan toko milik Moh Harno yang beralamat di Jalan Cendrawasih 6 Nomor 46 Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Mengetahui hal itu, Moh Harno mengkroscek apa benar karyawannya meninggalkan toko. Setelah dicek, ternyata benar dan sang kepala desa mengalami kerugian mencapai Rp 12 Juta. Karena tidak terima, Moh Harno melaporkan kelakuan dua karyawannya ke polisi.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp 4 M Mantan Teller Ultah di Rutan


Sehari pasca kejadian atau Kamis (12/7) 2018, Moh Harno melaporkan kasus tersebut ke Polresta Tangsel. Kedua karyawannya diduga melakukan tindak pidana pencurian dan penggelapan sebagaimana diatur pasal  362 KUHP dan pasal 372 KUHP.

Ach Supyadi selaku kuasa hukum Moh Harno mengatakan, pihaknya sudah sudah berkomunikasi dengan Polresta Tangerang. Terungkap, dua kali terlapor tidak menghadiri panggilan polisi. “Sesuai ketentuan, harus dilakukan pemanggilan satu kali lagi sebelum pemanggilan paksa,” tegasnya.

Sebagai kuasa hukum, kata Ach Supyadi, pihaknya akan terus mengawal kasus yang merugikan kliennya tersebut. “Bisa saja nanti dilakukan pemanggilan paksa, jika terlapor tiga kali mengabaikan panggilan polisi,” tegasnya.

Baca Juga :  Pinjam Motor, Malah Dibawa Kabur

Sementara ketika RadarMadura.id berusaha mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut ke salah satu penyelidik, Bripka Sarju, tidak membuahkan hasil. Sebab, yang bersangkutan tidak merespon. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/