alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pita Hitam untuk Kepergian Guru Budi

SAMPANG – Meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, guru SMAN Torjun Sampang, yang diduga dianiaya muridnya menyisakan duka mendalam. Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga berkabung.

 

Organisasi profesi pendidik se-Madura ini melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas atas kepergian guru kesenian itu. Pesan berantai atas nama Ketua PGRI Sumenep Nurul Hamzah menyatakan, Sabtu (3/2) pengurus PGRI kabupaten,ketua cabang/cabang khusus PGRI, dan anggotanya agar memakai seragam batik PGRI dengan melilitkan pita hitam di lengan kanan.

 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa belasungkawa dan solidaritas atas meninggalnya Ahmad Budi Cahyono. Aksi itu sesuai kesepakatan PGRI se-Madura. ”Terima kasih atas perhatian dan budi baik bapak dan ibu. Semoga Allah SWT membalasnya, tulis pria yang akrab disapa Haji Nono itu.

Baca Juga :  Ribuan Siswa dan Guru Antarkan Jenazah Bapak Budi

 

Dia membenarkan aksi tersebut setelah dihubungi Jawa Pos Radar Madura. Dia menjelaskan, PGRI Sampang telah memulai aksi ini sejak Jumat (2/1) dan Sabtu (3/2). Sedangkan Sumenep dan Pamekasan mulai Sabtu (3/2).

 

”Sareng kaula epaterros ka ca-kanca Songennep. Sadajana saroju’. Ca-kanca jugan menggalang dana suka rela melaepon almarhum guru honorer (oleh saya diteruskan ke teman-teman Sumenep. semua setuju. Teman-teman juga mengggalang dana suka rela arena almarhum guru honorer,” jelas ketua Tim Pembina Bahasa Madura (Nabara) itu.

SAMPANG – Meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, guru SMAN Torjun Sampang, yang diduga dianiaya muridnya menyisakan duka mendalam. Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga berkabung.

 

Organisasi profesi pendidik se-Madura ini melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas atas kepergian guru kesenian itu. Pesan berantai atas nama Ketua PGRI Sumenep Nurul Hamzah menyatakan, Sabtu (3/2) pengurus PGRI kabupaten,ketua cabang/cabang khusus PGRI, dan anggotanya agar memakai seragam batik PGRI dengan melilitkan pita hitam di lengan kanan.


 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa belasungkawa dan solidaritas atas meninggalnya Ahmad Budi Cahyono. Aksi itu sesuai kesepakatan PGRI se-Madura. ”Terima kasih atas perhatian dan budi baik bapak dan ibu. Semoga Allah SWT membalasnya, tulis pria yang akrab disapa Haji Nono itu.

Baca Juga :  MPM Honda Jatim Ikut Sukseskan Ayo Menulis

 

Dia membenarkan aksi tersebut setelah dihubungi Jawa Pos Radar Madura. Dia menjelaskan, PGRI Sampang telah memulai aksi ini sejak Jumat (2/1) dan Sabtu (3/2). Sedangkan Sumenep dan Pamekasan mulai Sabtu (3/2).

 

”Sareng kaula epaterros ka ca-kanca Songennep. Sadajana saroju’. Ca-kanca jugan menggalang dana suka rela melaepon almarhum guru honorer (oleh saya diteruskan ke teman-teman Sumenep. semua setuju. Teman-teman juga mengggalang dana suka rela arena almarhum guru honorer,” jelas ketua Tim Pembina Bahasa Madura (Nabara) itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/