alexametrics
20.8 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Petugas Gabungan Ringkus Penyusup Kampanye

BANGKALAN – Kericuhan terjadi di Alun-Alun Kota Bangkalan, Kamis (1/2). Petugas gabungan bentrok dengan pengacau tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Seorang penyusup yang membuat kericuhan dalam kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati berhasil diringkus.

Setelah itu, petugas mengamankan calon bupati dan wakilnya selama masa tenang. Kemudian, pengumpulan data dan infomasi lapangan sebelum pelaksanaan pemilihan. Pengamanan juga dilakukan saat pencoblosan.

Pada penghitungan hasil pencoblosan itu, terjadi kecurangan. Dengan demikian, terjadi demonstrasi yang anarkistis. Barisan polisi wanita (polwan) langsung menghadang demonstran. Namun, massa terus merangsek maju.

Pengamanan dipertebal dengan memasang barisan sabhara untuk menghalau massa. Kericuhan tetap terjadi sehingga pengamanan dari Brigade Mobil (Brimob) diterjunkan. Massa sempat adu fisik dengan petugas.

Baca Juga :  Fraksi Wajib Dibantu Tenaga Ahli

Petugas menciduk orang-orang yang diduga sebagai provokator. Merasa kawannya diamankan petugas, aksi unjuk rasa semakin memanas. Karena itu, petugas Brimob menggunakan mobil water canon untuk menyemprot massa. Baru setelah itu massa berhasil memukul mundur.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian simulasi pra Operasi Mantab Praja Semeru 2018 dan peragaan Sispam Kota Pengamanan Pilkada Bangkalan. Latihan itu melibatkan TNI, polisi, Brimob, satpol PP, dan linmas.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, simulasi kericuhan pilkada menerjunkan 550 personel. Perinciannya, 400 personel TNI-Polri dan 150 petugas Brimob.

Menurut dia,simulasi sangat dibutuhkan oleh petugas atau pihak-pihak lain yang terlibat. Jika dalam pelaksanaan pilkada terjadi kericuhan bisa bertindak cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP).”Kita selalu estimasi tinggi dan sangat gawat. Kita buat estimasi ricuh.Bukan berarti pilkada nantinya akan ricuh. Ketika terjadi kericuhan, kita sudah siap untuk mengambil tindakan,” terangnya.

Baca Juga :  Malem Samarena Tarawi

Dalam pelaksanaan pilkada, akan diterjunkan 880 personel. Perinciannya, 600 polisi, 250 TNI AD, dan 30 TNI AL. Anggaran pengamanan pilkada mencapai Rp 5,09 miliar. Anis menyatakan, pihaknya belum memetakan daerah rawan konflik. Sampai saat ini, terus dilakukan penilaian dan pendataan.

”Zona merah kita terus melakukan penilaian terus karena dinamikanya terus berubah. Ini menjadi kesempatan kita dalam mencari pola terbaik untuk pengamanan,” tandasnya. 

BANGKALAN – Kericuhan terjadi di Alun-Alun Kota Bangkalan, Kamis (1/2). Petugas gabungan bentrok dengan pengacau tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Seorang penyusup yang membuat kericuhan dalam kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati berhasil diringkus.

Setelah itu, petugas mengamankan calon bupati dan wakilnya selama masa tenang. Kemudian, pengumpulan data dan infomasi lapangan sebelum pelaksanaan pemilihan. Pengamanan juga dilakukan saat pencoblosan.

Pada penghitungan hasil pencoblosan itu, terjadi kecurangan. Dengan demikian, terjadi demonstrasi yang anarkistis. Barisan polisi wanita (polwan) langsung menghadang demonstran. Namun, massa terus merangsek maju.


Pengamanan dipertebal dengan memasang barisan sabhara untuk menghalau massa. Kericuhan tetap terjadi sehingga pengamanan dari Brigade Mobil (Brimob) diterjunkan. Massa sempat adu fisik dengan petugas.

Baca Juga :  Dukungan untuk Baddrut Tamam Terus Mengalir

Petugas menciduk orang-orang yang diduga sebagai provokator. Merasa kawannya diamankan petugas, aksi unjuk rasa semakin memanas. Karena itu, petugas Brimob menggunakan mobil water canon untuk menyemprot massa. Baru setelah itu massa berhasil memukul mundur.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian simulasi pra Operasi Mantab Praja Semeru 2018 dan peragaan Sispam Kota Pengamanan Pilkada Bangkalan. Latihan itu melibatkan TNI, polisi, Brimob, satpol PP, dan linmas.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, simulasi kericuhan pilkada menerjunkan 550 personel. Perinciannya, 400 personel TNI-Polri dan 150 petugas Brimob.

Menurut dia,simulasi sangat dibutuhkan oleh petugas atau pihak-pihak lain yang terlibat. Jika dalam pelaksanaan pilkada terjadi kericuhan bisa bertindak cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP).”Kita selalu estimasi tinggi dan sangat gawat. Kita buat estimasi ricuh.Bukan berarti pilkada nantinya akan ricuh. Ketika terjadi kericuhan, kita sudah siap untuk mengambil tindakan,” terangnya.

Baca Juga :  Penataan Dapil Tunggu Keputusan KPU RI

Dalam pelaksanaan pilkada, akan diterjunkan 880 personel. Perinciannya, 600 polisi, 250 TNI AD, dan 30 TNI AL. Anggaran pengamanan pilkada mencapai Rp 5,09 miliar. Anis menyatakan, pihaknya belum memetakan daerah rawan konflik. Sampai saat ini, terus dilakukan penilaian dan pendataan.

”Zona merah kita terus melakukan penilaian terus karena dinamikanya terus berubah. Ini menjadi kesempatan kita dalam mencari pola terbaik untuk pengamanan,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/