alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Dipukul Siswa, Guru Meninggal Dunia

SAMPANG – Dunia pendidikan sedang dirundung duka. Seorang guru di Sampang meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan muridnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/2) di dalam kelas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, saat sesi jam terakhir, guru Ahmad Budi Cahyanto sedang mengajar mata pelajaran seni rupa di kelas XII SMAN Torjun. Saat itu siswa berinisial MH tidak mendengarkan pelajaran. Dia justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Budi menegur MH. Namun tidak dihiraukan. Si murid malah semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akirnya sang guru menindak siswa tersebut dengan mencoret pipinya dengan cat lukis. MH tidak terima dan memukul gurunya itu. 

Baca Juga :  Terdakwa Pemukul Guru Dituntut 7 Tahun 5 Bulan

Kemudian dilerai oleh siswa dan para guru. Budi kemudian dibawa ke ruang guru, lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (Kasek). Guru Budi kemudian dipersilakan agar pulang duluan. Sesampainya di rumah, Budi istirahat karena mengeluh sakit pada lehernya.
Selang beberapa saat kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi guru tidak tetap (GTT) itu kritis. Pukul 21.40 dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian guru seni itu menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk kalangan seniman. Penyair Umar Fauzi Ballah salah satunya. Di aku Facebook-nya Jumat (2/2) pukul 02.20 dia menulis bahwa jenazah baru sampai rumah duka di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang pada pukul 02.00. Jenazah dimakamkan pukul 09.00

Baca Juga :  Dirjen Dikdasmen Melayat ke Rumah Duka

”Selamat jalan kawan, Ahmad Budi Cahyono. Semoga Allah rida padamu. Terima kasih atas biola, lukisan, dan ilmu kritik seni rupa itu,” tulis Ballah pada pukul 22.27. 

SAMPANG – Dunia pendidikan sedang dirundung duka. Seorang guru di Sampang meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan muridnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/2) di dalam kelas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, saat sesi jam terakhir, guru Ahmad Budi Cahyanto sedang mengajar mata pelajaran seni rupa di kelas XII SMAN Torjun. Saat itu siswa berinisial MH tidak mendengarkan pelajaran. Dia justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Budi menegur MH. Namun tidak dihiraukan. Si murid malah semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya. Akirnya sang guru menindak siswa tersebut dengan mencoret pipinya dengan cat lukis. MH tidak terima dan memukul gurunya itu. 

Baca Juga :  Pramoedya Berbicara Politik

Kemudian dilerai oleh siswa dan para guru. Budi kemudian dibawa ke ruang guru, lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (Kasek). Guru Budi kemudian dipersilakan agar pulang duluan. Sesampainya di rumah, Budi istirahat karena mengeluh sakit pada lehernya.
Selang beberapa saat kesakitan dan tidak sadarkan diri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi guru tidak tetap (GTT) itu kritis. Pukul 21.40 dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian guru seni itu menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk kalangan seniman. Penyair Umar Fauzi Ballah salah satunya. Di aku Facebook-nya Jumat (2/2) pukul 02.20 dia menulis bahwa jenazah baru sampai rumah duka di Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang pada pukul 02.00. Jenazah dimakamkan pukul 09.00

Baca Juga :  Dirjen Dikdasmen Melayat ke Rumah Duka

”Selamat jalan kawan, Ahmad Budi Cahyono. Semoga Allah rida padamu. Terima kasih atas biola, lukisan, dan ilmu kritik seni rupa itu,” tulis Ballah pada pukul 22.27. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/