alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Disperta Raih Dua Prestasi Sekaligus

SAMPANG – Peringatan Hari Jadi Jawa Timur pada Kamis (12/10) menjadi momen terbaik bagi Dinas Pertanian (Disperta) Sampang. Instansi yang dikepalai Hary Soeyanto, M.M., ini meraih dua prestasi sekaligus. Yakni, juara pertama lomba petugas inseminator berprestasi dan juara ketiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang memelopori pembentukan petugas pelapor desa (Pelsa) untuk mendukung program informasi kesehatan hewan nasional (Isikhnas).

Hary Soeyanto mengatakan, prestasi yang diraih merupakan kebanggaan. Prestasi itu juga akan menjadi dorongan bagi pihaknya untuk mempercepat gerakan program sistem Isikhnas. Juga untuk menyokong peningkatan populasi sapi dengan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus siwab).

Pihaknya sudah menyosialisasikan dan membentuk tim di desa untuk menjadi kader. Ketika ada kasus atau penyakit yang berhubungan dengan hewan, mereka bisa segera melapor ke dinas menggunakan sistem Isikhnas. Dengan begitu, masalah tersebut segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Disperta Ngaku Kekurangan 88 Penyuluh

”Sekitar 30 kader yang akan bertugas di kecamatan se-Kabupaten Sampang. Mereka sudah dibina dan dilatih khusus untuk membantu suksesi program pemerintah dalam hal peternakan,” paparnya. 

SAMPANG – Peringatan Hari Jadi Jawa Timur pada Kamis (12/10) menjadi momen terbaik bagi Dinas Pertanian (Disperta) Sampang. Instansi yang dikepalai Hary Soeyanto, M.M., ini meraih dua prestasi sekaligus. Yakni, juara pertama lomba petugas inseminator berprestasi dan juara ketiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang memelopori pembentukan petugas pelapor desa (Pelsa) untuk mendukung program informasi kesehatan hewan nasional (Isikhnas).

Hary Soeyanto mengatakan, prestasi yang diraih merupakan kebanggaan. Prestasi itu juga akan menjadi dorongan bagi pihaknya untuk mempercepat gerakan program sistem Isikhnas. Juga untuk menyokong peningkatan populasi sapi dengan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus siwab).

Pihaknya sudah menyosialisasikan dan membentuk tim di desa untuk menjadi kader. Ketika ada kasus atau penyakit yang berhubungan dengan hewan, mereka bisa segera melapor ke dinas menggunakan sistem Isikhnas. Dengan begitu, masalah tersebut segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Sebar Adegan Ranjang Pacar, Sali Diringkus


”Sekitar 30 kader yang akan bertugas di kecamatan se-Kabupaten Sampang. Mereka sudah dibina dan dilatih khusus untuk membantu suksesi program pemerintah dalam hal peternakan,” paparnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/