alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Belasan ASN Penuhi Unsur Pelanggaran

PAMEKASAN – Laporan dugaan aparatur sipil negara (ASN) tidak netral dalam pilkada ditindaklanjuti serius oleh Panwaslu Pamekasan. Hasilnya, 14 ASN dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran lantaran terlibat dalam politik praktis.

Panwaslu melayangkan rekomendasi kepada Komisi ASN. Hal itu disampaikan Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi Senin (30/4).

Dia mengatakan, seluruh ASN yang dilaporkan itu sudah diperiksa. Kali pertama, ada lima abdi negara yang diperiksa. Kemudian, sembilan abdi negara lain juga diperiksa.

Hasilnya, 14 ASN yang dilaporkan masyarakat atas dugaan tidak netral itu memenuhi unsur pelanggaran. Sebab, mereka diduga kuat condong mendukung dan ikut mengampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pamekasan.

Baca Juga :  Panwaslu Pamekasan Janji Serius Awasi Politik Uang

Suryadi menegaskan, tindakan ASN tersebut tidak dibenarkan. Tetapi, meski memenuhi unsur pelanggaran, panwaslu tidak bisa memberi sanksi. Sebab, pelanggaran tersebut bukan dilakukan paslon. Tetapi, dilakukan oleh abdi negara di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Dengan demikian, yang berhak menjatuhkan sanksi itu adalah Komisi ASN. Panwaslu Pamekasan secara resmi melayangkan rekomendasi kepada Komisi ASN untuk menindaklanjuti  hasil penyidikan itu. ”Yang menjatuhkan sanksi bukan kami, tapi Komisi ASN,” ujarnya .

Sayangnya, Suryadi enggan membeberkan kepada siapa ASN itu tidak netral. Menurut dia, data tersebut menjadi rahasia internal panwaslu dan tidak perlu dibeberkan ke muka umum. ”Tidak perlu kami sampaikan kepada siapa mereka tidak netral, yang jelas memenuhi unsur pelanggaran,” katanya.

Baca Juga :  Penentuan Pimpinan OPD Meleset Bupati Janji Putuskan dalam Minggu Ini

Mantan aktivis HMI itu berharap, Komisi ASN segera menjatuhkan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan abdi negara tersebut. Tujuannya, agar hal serupa tidak terulang kembali.

”Kalau memang harus dijatuhkan sanksi, ya silakan. Itu kewenangan Komisi ASN,” tandasnya.

 

 

PAMEKASAN – Laporan dugaan aparatur sipil negara (ASN) tidak netral dalam pilkada ditindaklanjuti serius oleh Panwaslu Pamekasan. Hasilnya, 14 ASN dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran lantaran terlibat dalam politik praktis.

Panwaslu melayangkan rekomendasi kepada Komisi ASN. Hal itu disampaikan Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi Senin (30/4).

Dia mengatakan, seluruh ASN yang dilaporkan itu sudah diperiksa. Kali pertama, ada lima abdi negara yang diperiksa. Kemudian, sembilan abdi negara lain juga diperiksa.


Hasilnya, 14 ASN yang dilaporkan masyarakat atas dugaan tidak netral itu memenuhi unsur pelanggaran. Sebab, mereka diduga kuat condong mendukung dan ikut mengampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pamekasan.

Baca Juga :  Panwaslu Pamekasan Janji Serius Awasi Politik Uang

Suryadi menegaskan, tindakan ASN tersebut tidak dibenarkan. Tetapi, meski memenuhi unsur pelanggaran, panwaslu tidak bisa memberi sanksi. Sebab, pelanggaran tersebut bukan dilakukan paslon. Tetapi, dilakukan oleh abdi negara di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Dengan demikian, yang berhak menjatuhkan sanksi itu adalah Komisi ASN. Panwaslu Pamekasan secara resmi melayangkan rekomendasi kepada Komisi ASN untuk menindaklanjuti  hasil penyidikan itu. ”Yang menjatuhkan sanksi bukan kami, tapi Komisi ASN,” ujarnya .

Sayangnya, Suryadi enggan membeberkan kepada siapa ASN itu tidak netral. Menurut dia, data tersebut menjadi rahasia internal panwaslu dan tidak perlu dibeberkan ke muka umum. ”Tidak perlu kami sampaikan kepada siapa mereka tidak netral, yang jelas memenuhi unsur pelanggaran,” katanya.

Baca Juga :  Jagad Keilmuan Masyarakat Madura

Mantan aktivis HMI itu berharap, Komisi ASN segera menjatuhkan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan abdi negara tersebut. Tujuannya, agar hal serupa tidak terulang kembali.

”Kalau memang harus dijatuhkan sanksi, ya silakan. Itu kewenangan Komisi ASN,” tandasnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/