Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Madura Events
icon featured
Madura Events

Para Juara Belum Tentu Wakili Jatim

MTQ XXX Jatim di Kota Pasuruan

12 November 2021, 19: 57: 42 WIB | editor : Abdul Basri

Para Juara Belum Tentu Wakili Jatim

TERLAKSANA DENGAN SUKSES: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyerahkan Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebagai juara umum MTQ XXIX di Pamekasan pada Rabu malam (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Jawa Timur di Pamekasan resmi ditutup Rabu malam (10/11). Kabupaten Lamongan ditetapkan sebagai juara umum. Namun, para jawara pada perhelatan ini tidak menjamin menjadi delegasi ke tingkat nasional.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memasrahkan keputusan pendelegasian untuk MTQ nasional kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim. Namun, jika dipercaya untuk mewakili provinsi, pihaknya akan mempersiapkan peserta sebaik-baiknya. Hal itu untuk melahirkan peserta yang berprestasi di tingkat nasional.

”Biasanya kafilah kita ada beberapa yang dipanggil. Ada beberapa yang berhasil (juara MTQ Nasional),” tuturnya usai menerima trofi juara umum.

Baca juga: Abdul Muheth Duduki Persentase Teratas

Dia menyampaikan, mendapat juara umum MTQ XXIX Jatim membutuhkan persiapan matang. Pemkab Lamongan sudah menyiapkan peserta sejak dua tahun sebelumnya. Sebab, pihaknya ingin agar peserta bisa tampil maksimal dalam setiap cabang lomba.

Yuhronur mengungkapkan, kafilah Lamongan memiliki progres yang baik dalam setiap pergelaran MTQ Provinsi Jatim. Hal itu bisa dilihat dari peringkat hasil setiap cabang lomba (calob) empat MTQ terakhir.

Pada MTQ di Tuban 2019, kafilah Lamongan bertahan di tiga besar. Kemudian MTQ 2017 di Kabupaten Pasuruan, Lamongan berada di peringkat keenam. Lalu, pada MTQ 2015 di Kabupaten Banyuwangi disebut berada di urutan sebelas. ”Di MTQ berikutnya, Kota Pasuruan, tentu akan kita persiapkan yang lebih panjang lagi,” paparnya.

Koordinator Dewan Hakim MTQ XXIX Jatim Prof Dr Ahmad Zahro mengaku tidak mengamati secara detail terkait capaian prestasi Kabupaten Lamongan dalam kejuaraan qurani tersebut. Hanya, dia sempat melihat kafilah Lamongan dalam beberapa calob tampil cukup bagus.

Selain itu, pengalaman menjadi hakim, dia menilai kafilah Lamongan beberapa kali masuk sepuluh besar. Hal itu menunjukkan bahwa pengaderan peserta di kafilah Lamongan menjanjikan. Sebab, pesantren tahfiz dan Al-Qur’an juga banyak.

”Secara umum saya memahami daerah yang sering masuk sepuluh besar. Tampilan mereka (kafilah Lamongan) memang bagus,” ujar pria yang menjadi hakim MTQ Jatim sejak 1993 itu.

Prof Zahro mengutarakan, peserta yang mendapat juara pada pelaksanaan MTQ XXIX Jatim dipersiapkan untuk diutus ke MTQ nasional. Namun, pihaknya akan menyeleksi terlebih dahulu. Semua peserta terbaik satu hingga enam memiliki kesempatan sama.

”Pada dasarnya yang paling pantas untuk dikirim ke tingkat nasional juara satu. Tapi, kita juga melihat kesiapan dan potensi peserta,” tuturnya. Potensi peserta terbaik pertama saat MTQ provinsi tidak menjamin sama. Begitu juga dengan peserta yang berada di juara harapan.

Dia mencontohkan, hasil pembinaan dan seleksi untuk MTQ Nasional 2020. Peserta yang diutus pada calob tafsir bahasa Arab ke MTQ nasional adalah terbaik ketiga saat MTQ Jatim di Tuban. ”Hasilnya, yang putri juara 1 nasional dan putra ada di juara harapan,” ungkapnya.

Hal itu juga pernah terjadi pada peserta juara harapan. Pada MTQ nasional di Jambi, Provinsi Jatim mendelegasikan peserta juara harapan dari hasil MTQ Jatim di Kabupaten Jombang. Peserta tersebut berhasil menjadi juara tiga tingkat nasional.

”Jadi, juara harapan ada nilai harapannya. Siapa tahu (juara harapan) ini justru bisa diharapkan,” terang Zahro.

Pihaknya memiliki kesempatan hingga tahun depan untuk menjaring peserta terbaik setiap calob. Dalam proses penjaringan, pihaknya melakukan pembinaan dan seleksi. Pihaknya mencari peserta yang paling siap dan berpotensi meraih juara pada MTQ nasional.

Direncanakan, ada tiga tahap pembinaan yang akan dilakukan untuk menjaring peserta MTQ nasional. Pertama akan diikuti oleh terbaik pertama hingga keenam. Kemudian, diambil tiga dan terakhir dipilih satu peserta yang terbaik.

”Pertimbangannya adalah potensi dan kesiapan peserta. Sebab, yang akan dikirim ke nasional bukan juaranya, tapi potensinya,” jelasnya.

Prof Ahmad berkesan dengan penyelenggaraan MTQ XXIX Jatim. Sebab, pembukaan dan penutupan dilakukan oleh gubernur. ”Sejak 1993, saya sudah menjadi hakim MTQ Jawa Timur, dan belum pernah ada kegiatan MTQ yang dibuka dan ditutup langsung oleh gubernur, selain di sini dan di Tuban,” terang guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Kesan kedua, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tidak bermain mata. Sebagai hakim, pihaknya merasa nyaman karena tidak ada intervensi apa pun dari tuan rumah. Setelah memberikan sedikit prolog, Zahro membacakan surat keputusan (SK) bernomor 01/DH/KEP/XI/2021 tentang penetapan juara lomba MTQ XXIX Jatim 2021.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan MTQ XXIX Jawa Timur. Utamanya kepada Pemkab Pamekasan. Sebab, telah memberikan pelayanan kesehatan yang baik, sehingga tidak ada klaster MTQ XXIX Jawa Timur. ”Alhamdulillah, berjalan sangat baik,” katanya.

Sebelum menutup sambutannya, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu juga mengumumkan tuan rumah MTQ XXX pada 2023. Setelah dibahas oleh tim, akhirnya diputuskan MTQ 2023 di Kota Pasuruan. ”Kepada Gus Ipul, Pak Wali Kota Pasuruan, selamat bersiap-siap,” terangnya.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengucapkan terima kasih kepada gubernur yang memercayakan MTQ XXIX Jawa Timur digelar di Bumi Gerbang Salam.

(mr/bil/gky/luq/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia