Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Madura Events
icon featured
Madura Events

Kafilah Madura Berpotensi Juara

10 November 2021, 18: 44: 29 WIB | editor : Abdul Basri

Kafilah Madura Berpotensi Juara

BERKREASI: Asyroful Anam, peserta MKQ komtemporer dari Sampang, fokus berkarya kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Jawa Timur berakhir kemarin (9/11). Sejumlah peserta dari empat kabupaten di Madura berpotensi membawa pulang trofi. Nila sejumlah peserta di beberapa cabang lomba (calob) cukup tinggi.

Tiga peserta mendapat nilai tertinggi dari beberapa calob. Di antaranya, pada musabaqah hifdzil Qur’an (MHQ) golongan 20 juz putra, kafilah Pamekasan Ach. Farhan mendapat nilai tertinggi 97.00. Calob musabaqah fahmil Qur’an MFQ kelompok putra kafilah Sumenep juga memperoleh nilai tertinggi 1.425.

Selain itu, kafilah Bangkalan dalam calob tafsir bahasa Indonesia As’ad Daroini berhasil meraih nilai maksimal dengan total 195.00. Peserta yang mendapat nilai tertinggi tersebut berpotensi mendapat juara pertama.

Baca juga: Bupati Pantau Kesiapan MTQ XXIX Jawa Timur

Kemudian, pada calob KTIQ, kafilah Pamekasan mendapat nilai tertinggi kedua 88.79. Nilai yang didapat Muhammad Fakhruddin Al-Razi berada di bawah Ananta Ardyansyah dari Kabupaten Mojokerto 89.21. Pada calob MHQ golongan 30 juz, kafilah Pamekasan Absori Qolbi juga berada di urutan kedua dengan nilai 84.50.

Nilai tertinggi kedua juga didapat Ubaidillah pada tafsir golongan bahasa Arab kafilah Sampang dengan angka 178.00. Begitu juga pada tilawah anak-anak, kafilah Bangkalan Mohammad Royyan Habibullah memperoleh nilai tertinggi kedua 94.00.

Sementara peserta yang mendapat nilai tertinggi ketiga ada pada MHQ 10 juz putra Ahmad Mizmar dari Pamekasan dengan perolehan nilai 83.50. Lalu, Musabaqah Syarh Qur’an (MSQ) kelompok putra kafilah Pamekasan dengan nilai 89.50.

Kemudian, calob tilawah remaja kafilah Sumenep Hairur Rafiki tertinggi kedua dengan nilai 93.00. Selain itu, calob tilawah golongan tartil kafilah Sampang Nawadi dengan nilai 89.00.

Ketua Majelis Hakim Musabaqah Khatil Qur’an (MKQ) Syamsul Huda menyampaikan, dalam MKQ ada empat golongan lomba. Yakni, golongan naskah, mushaf, dekorasi, dan kontemporer. Peserta yang masuk final hanya tiga orang dari kelompok putra dan putri. ”Kami mencari terbaik pertama di tiap golongan, baik putra maupun putri,” tuturnya.

Dewan juri memberikan makro’ khusus yang harus ditulis oleh peserta. Setiap peserta diberi kebebasan memilih ornamen dan hiasan dalam mushaf. Mereka dibatasi selama delapan jam plus istirahat untuk menyelesaikan kaligrafi sesuai dengan golongannya.

Syamsul Huda menilai, persaingan pada calob MKQ cukup ketat. Hal itu terlihat sejak babak penyisihan berlangsung. Pasalnya, sebagian peserta bukan orang baru. Beberapa peserta sudah berpengalaman mengikuti MTQ tahun sebelumnya.

”Semua peserta (yang masuk final) kalau saya lihat sebanding. Persaingan peserta ketat karena mirip semua,” ungkapnya.

Kendati begitu, peserta yang mendapat nilai tertinggi belum tentu akan dipilih untuk mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Tiga peserta terbaik di setiap lomba akan diseleksi ulang oleh tim dari provinsi. ”Setelah diketahui tiga besar, kita akan diseleksi lagi,” paparnya.

Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman mengutarakan, penjurian dalam setiap calob dilakukan secara profesional. Panitia menggunakan penilaian berbasis digital. Pihaknya memastikan bahwa objektivitas dewan hakim dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil dari semua calob akan diumumkan oleh ketua LPTQ Jawa Timur saat penutupan. ”Alhamdulillah, semua calob dan golongan lomba berjalan lancar dan tertib,” tandasnya.

(mr/bil/luq/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia