Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Padamkan Kelam, Nyalakan Terang

I
Penulis: Ina Herdiyana❯

 

LUKMAN HAKIM AG. (RISKY AP/JPRM)
LUKMAN HAKIM AG. (RISKY AP/JPRM)

Oleh Lukman Hakim AG.


Advertisement

Wartawan Jawa Pos Radar Madura

 

Waktu pasti berganti. Kita tinggalkan jejak yang buruk. Mari melangkah dengan sukacita. 

Advertisement

SEBELUM ganti kalender, ada baiknya mengingat-ingat peristiwa selama 2024 untuk kita jadikan evaluasi dan introspeksi. Sepanjang tahun ini, kita disodorkan peristiwa-peristiwa yang menyesakkan dada. Mulai dari kasus pembunuhan, asusila, narkoba, korupsi, dan sederet kasus lain.

Di Bangkalan ada kasus pembunuhan sadis terhadap seorang mahasiswi. Pelaku si raja tega merupakan mahasiswa. Perkaranya masih bergulir di aparat penegak hukum (APH).

Kasus ini memantik amarah publik. Bahkan pimpinan kampus tempat korban kuliah juga turut turun jalan. Mereka bergabung dengan barisan mahasiswa saat berunjuk rasa di mapolres. Akhirnya, pasal yang disangkakan berubah dari pembunuhan biasa menjadi pembunuhan berencana.

Advertisement

Kasus menghilangkan nyawa seseorang juga terjadi di Bangkalan dengan melibatkan pelaku dan korban yang masih berstatus sebagai pelajar. Sungguh ini tamparan keras bagi kita. Tentu kita tidak serta-merta bisa menyalahkan sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan. Namun, mari kita ingat-ingat diri kita, jangan-jangan ada yang alpa dalam kehidupan ini.

Kasus penganiayaan yang merenggut jiwa manusia juga menggemparkan publik sesaat sebelum pencoblosan pemilihan kepada daerah di Sampang. Peristiwa itu terjadi saat KPU mendengungkan slogan akor salanjangnga yang kurang lebih mengandung pesan damai selamanya. Peristiwa ini menambah daftar sejarah pemilihan umum (pemilu) di Sampang yang selalu menjadi perhatian nasional.

Yang tak kalah memilukan, di Kota Bahari ini terjadi kasus kekerasan seksual yang melibatkan beberapa anak di bawah umur sebagai pelaku dan korban. Ada pula orang dewasa yang jadi pesakitan gegara terjerat kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

Di kabupaten yang sama kita disuguhi kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Polisi berhasil membongkar kasus dengan korban dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Kita berharap korps baju cokelat tidak puas hanya menjebloskan tersangka yang sudah ditangkap. Buron yang masih dalam pengejaran harus ditangkap.

Sementara di ujung timur, kasus kekerasan seksual menyeret guru dan kepala sekolah ke penjara. Kasus kepala sekolah juga dibumbui TPPO karena melibatkan ibu korban yang jadi perantara.

Yang tak kalah menyita perhatian adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Setidaknya ada tiga kasus kekerasan suami yang mengakibatkan nyawa istri melayang. Bahkan, ada kasus yang dalam penanganan petugas ditemukan barang bukti alat isap. Setelah dites urine, tersangka positif mengonsumsi narkoba. Duh!

Ada juga anak dan bapak yang sama-sama ditangkap polisi karena kasus dugaan pengeroyokan. Ini kekompakan ayah dan buah hati yang tidak patut ditiru.

Kasus kriminal juga tidak sedikit yang diungkap APH selama 2024 di Pamekasan. Kasus yang bergulir hingga pengadilan ada pembunuhan yang dibumbui masalah asmara.

Ada juga kasus penggelapan uang koperasi. Kejaksaan juga menjebloskan mantan wakil rakyat ke penjara atas dugaan tindak pidana korupsi (tipikor). Kemudian disusul dua ketua kelompok masyarakat (pokmas).

Selama tahun ini pula, polisi panen tersangka kasus judi. Namun, umumnya hanya tersangka kelas teri. Kita dorong Korps Bhayangkara tidak hanya membasmi judi karena jadi atensi atasan dengan hanya meringkus pemain ecer.

Semangat yang sama juga kita dorong agar polisi memberantas narkoba tidak hanya menyisir yang kecil-kecil. Para bandar juga harus dibekuk hingga tak berkutik. Madura yang dikenal sebagai Pulau Garam jangan sampai berubah menjadi pulau sabu-sabu, meski kita mendengar sebagian orang menyebut narkoba jenis ini juga dengan ”buja”.

Itu hanya beberapa kasus yang terjadi selama 2024. Masih banyak peristiwa lain yang tak kalah menarik perhatian. Misalnya, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang bikin tidak tenang. Terutama di sekitar kampus dan tempat kos mahasiswa.

Selain itu, tahun 2024 ada peristiwa sumur bor warga yang menyembur hingga bermeter-meter yang kemudian diduga mengandung gas. Peristiwa ini sering terjadi di berbagai penjuru Madura. Apa tindak lanjut pemerintah setelah memerintahkan pemilik menutup sumur bor itu? Siapa tahu bisa difungsikan untuk energi rumah tangga atau bermanfaat untuk yang lain.

Berbeda lagi dengan tragedi maut sumur di Pamekasan. Sumur tua merenggut nyawa. Betapa sumur konvensional kita tinggalkan dengan tidak menimba airnya karena sekarang sudah menggunakan mesin. Sementara untuk konsumsi, kita memilih meminum air minum dalam kemasan (AMDK).

Kasus-kasus kriminal di atas membuat kita mengelus dada. Sungguh sangat miris. Mari kita padamkan lembaran kelam itu dengan menyalakan semangat baru 2025. Mari jaga diri kita, keluarga, dan orang-orang terdekat kita. Semoga kita bisa mencegah dan terhindar.

Kita bisa. Semoga. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer