Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Marie Curie, Perempuan Pertama Peraih Nobel di Dunia

Ina Herdiyana • Senin, 18 September 2023 | 20:16 WIB
Marie Curie (Foto/Wikipedia)
Marie Curie (Foto/Wikipedia)

Radarmadura.id – Tahukah Anda tentang Marie Curie? Perempuan bernama lengkap Maria Alomea Sklodowska-Curie ini berkebangsaan Prancis-Polandia. Dia merupakan ahli fisika dan kimia yang menemukan unsur radioaktif.

Marie Curie lahir di Warsawa, Polandia, pada 7 November 1867. Dia dibesarkan dalam keluarga guru. Ayahnya, Wladyslaw, adalah seorang instruktur matematika dan fisika. Ibunya, Bronislawa, juga berprofesi sebagai guru. Dia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Keempat saudaranya adalah Zosia, Josef, Bronya, dan Hela.

Saat Polandia mengalami krisis, keluarganya jatuh miskin sehingga harus hidup hemat. Marie Curie kecil tumbuh menjadi anak cerdas dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi di sekolah.

Marie Curie tidak dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Warsawa yang hanya menerima mahasiswa pria. Akhirnya, dia melanjutkan pendidikan di Universitas Terapung Warsawa yang merupakan kelas bawah tanah yang diadakan secara rahasia. Bahkan, dia harus sembunyi-sembunyi untuk belajar. 

Keterbatasan ekonomi tak mengurungkan tekadnya untuk mencapai mimpi. Marie Curie dan saudara perempuannya, Bronya, berkeinginan melanjutkan studi di luar negeri untuk mendapat gelar secara resmi.

Upaya itu pun berhasil dilakukan walau harus menempuh pendidikan secara bergantian. Marie bekerja sebagai tutor untuk membiayai saudaranya yang sekolah. Kemudian, saudaranya juga mendukung Marie saat lulus.

Di sela-sela waktu luang dan keadaan ekonomi yang serbasulit itu, Marie selalu belajar fisika, kimia, dan matematika. Baginya, sains telah menjadikan hidupnya istimewa. Dia pernah berkata, ”Kehidupan ini menyakitkan dari sudut pandang tertentu, memiliki, untuk semua itu menjadi pesona yang nyata bagi saya. Itu memberi saya rasa kebebasan dan kemandirian yang sangat berharga.”

Pada 1891, akhirnya Marie Curie bisa melanjutkan studi di Universitas Sorbonne, Paris. Saat itulah dia mulai antusias belajar dan fokus mengembangkan riset hingga mampu mengisolasi radium dari laboratorium tuanya yang sederhana.

Di universitas itu pula pada 1893 dia meraih gelar master di bidang fisika. Kemudian, master di bidang matematika pada 1894.

Marie Curie merupakan perempuan pertama di dunia yang meraih Hadiah Nobel dan orang pertama yang memenangi dua Hadiah Nobel dalam dua bidang ilmu berbeda. Yakni, di bidang fisika pada 1930 dan kimia pada 1911. Bersama suaminya, Pierre Curie, dia mendirikan Curie Institute dan menemukan unsur radium.

Uang hadiah yang mereka dapatkan dari penghargaan tersebut digunakan untuk melanjutkan penelitian. Dengan kemenangan itu, Marie Curie mendapat reputasi internasional di bidang ilmu pengetahuan.

Pada 1934, Marie Curie mengunjungi Polandia untuk yang terakhir kalinya. Dia tidak mengetahui bahaya zat radioaktif saat mencoba mengisolasinya. Akibat terlalu sering melakukan kontak langsung dengan radiasi sinar radium, dia mengidap anemia. Hingga pada Juli 1934, di Haute Savoie Marie Curie mengembuskan napas terakhir.

Saat itulah semua berduka. Sebab, dunia telah kehilangan seorang perempuan tangguh yang berjasa pada pengembangan pengetahuan dan kemanusiaan.

 

Editor : Ina Herdiyana
#Paris #radioaktif #kimia #marie curie penemu radiologi #prancis #Universitas Sorbonne #ilmuwan #peraih nobel perempuan pertama #Sarsawa #pendidikan #pengetahuan #internasional #polandia #fisika #radar madura