25.9 C
Madura
Monday, June 5, 2023

Oknum Kiai Cabuli Santriwati Dibui

SUMENEP – Ghufron, 45, warga Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, kini mendekam di ruang tahanan Polres Sumenep. Oknum kiai di salah satu yayasan di Gili Iyang itu ditangkap polisi karena diduga mencabuli santrinya.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, polisi menjemput paksa pelaku. Sebab, oknum kiai itu sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 07.08 saat berada di Desa Batu putih, Kecamatan Batu Putih, Selasa (29/10). Penangkapan itu sebagai tindak lanjut dari laporan orang tua korban.

Korban berinisial S, 14, asal Kecamatan Dungkek mengaku disetubuhi beberapa kali oleh pelaku. Pengakuan ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/160/X/2019/JATIM/RES SMP tertanggal 2 Oktober.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi DD-ADD Dilimpahkan

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah menyetubuhi dan mencabuli santrinya. Pelaku melakukan aksinya di salah satu ruang kelas.

Saat itu, sekitar pukul 00.00 korban yang berada di rumah pelaku disuruh masuk ke ruang kelas. Korban terpaksa melayani karena diancam akan dirusak masa depannya kalau tidak melayani.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Barang bukti yang disita di antaranya, jaket warna abu-abu, kaus lengan pendek warna biru, celana dalam warna kuning, dan sarung bergambar Hello Kitty.

”Belum bisa dipastikan berapa kali pelaku melakukan aksinya, kami masih akan melakukan pengembangan dari kasus ini,” janji  Muslimin kemarin (30/10).

Kuasa hukum korban, Kamarulla, berharap pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. Sesuai pengakuan kliennya, pelaku sudah berkali-kali melakukan tindakan asusila itu. Ada yang dilakukan di rumah pelaku, kandang hewan, bahkan di hotel.

Baca Juga :  OTT Petugas Pasar, Polres Belum Tetapkan Tersangka

Menurutnya, sebagai kiai atau pendidik sangat tidak patut berbuat seperti itu.  Kamarulla berharap, Polres Sumenep memberikan hukuman paling berat, tindakan pelaku sangat tidak manusiawi. ”Kami akan terus kawal setiap tahapannya,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  DP3A KB Sumenep Sri Endah Purnamawati mengaku akan menemui korban pencabulan tersebut. Pihaknya belum menerima laporan langsung dari korban.

”Informasinya kita dapat dari Polres Sumenep, kami akan langsung menemui korban,” katanya. (c3)

SUMENEP – Ghufron, 45, warga Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, kini mendekam di ruang tahanan Polres Sumenep. Oknum kiai di salah satu yayasan di Gili Iyang itu ditangkap polisi karena diduga mencabuli santrinya.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, polisi menjemput paksa pelaku. Sebab, oknum kiai itu sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 07.08 saat berada di Desa Batu putih, Kecamatan Batu Putih, Selasa (29/10). Penangkapan itu sebagai tindak lanjut dari laporan orang tua korban.


Korban berinisial S, 14, asal Kecamatan Dungkek mengaku disetubuhi beberapa kali oleh pelaku. Pengakuan ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/160/X/2019/JATIM/RES SMP tertanggal 2 Oktober.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Maling Sapi, Satu Pencuri Didor karena Melawan

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah menyetubuhi dan mencabuli santrinya. Pelaku melakukan aksinya di salah satu ruang kelas.

Saat itu, sekitar pukul 00.00 korban yang berada di rumah pelaku disuruh masuk ke ruang kelas. Korban terpaksa melayani karena diancam akan dirusak masa depannya kalau tidak melayani.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Barang bukti yang disita di antaranya, jaket warna abu-abu, kaus lengan pendek warna biru, celana dalam warna kuning, dan sarung bergambar Hello Kitty.

- Advertisement -

”Belum bisa dipastikan berapa kali pelaku melakukan aksinya, kami masih akan melakukan pengembangan dari kasus ini,” janji  Muslimin kemarin (30/10).

Kuasa hukum korban, Kamarulla, berharap pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. Sesuai pengakuan kliennya, pelaku sudah berkali-kali melakukan tindakan asusila itu. Ada yang dilakukan di rumah pelaku, kandang hewan, bahkan di hotel.

Baca Juga :  Nekat Curi Sepeda Motor Tetangga, Dua Pria di Sumenep Ditangkap Polisi

Menurutnya, sebagai kiai atau pendidik sangat tidak patut berbuat seperti itu.  Kamarulla berharap, Polres Sumenep memberikan hukuman paling berat, tindakan pelaku sangat tidak manusiawi. ”Kami akan terus kawal setiap tahapannya,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  DP3A KB Sumenep Sri Endah Purnamawati mengaku akan menemui korban pencabulan tersebut. Pihaknya belum menerima laporan langsung dari korban.

”Informasinya kita dapat dari Polres Sumenep, kami akan langsung menemui korban,” katanya. (c3)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/