alexametrics
22.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Diburu Polisi 2 Bulan, Penjambret Tas Guru SD Ternyata Pelajar

BANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan akhirnya berhasil mengungkap kasus penjambretan yang dialami Ningsih pada Juni lalu. Buktinya, tersangka kini sudah diamankan di mapolres setempat.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menuturkan, tersangka berinisial AM (19), tercatat sebagai warga Kecamatan Burneh. “Tersangka diamankan Kamis lalu (29/8) sekitar pukul 08.30,” ujarnya.

Menurut Suyitno, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi tentang keberadaan sosok yang mirip dengan ciri-ciri pelaku penjambretan. Karena itu, polisi langsung menuju SMK Pelayaran Bangkalan.

“Setelah dicek, anggota memergoki AM di kantin SMK. Saat diinterogasi, AM mengakui melakukan penjembretan terhadap Ningsih. Saat kejadian, status AM adalah pelajar. Kalau sekarang sudah lulus,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sediakan PSK, Pria Ini Diciduk di Hotel

Perlu diketahui, Ningsih, warga Jalan Kenanga, Kelurahan Kemayoran dijambret pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 13.30. Aksi street crime itu terjadi, saat Ningsih mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba, seseorang tidak dikenal memepet motornya dan langsung menarik tas Ningsih hingga talinya putus. Ningsih lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan memaparkan ciri-ciri pelakunya.

Akibat kejadian itu, Ningsih yang berprofesi sebagai guru SD tersebut mengalami kerugian jutaan rupiah. Sebab, tas yang digondol penjambret berisi dua unit handphone dan uang senilai Rp 1 juta. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

BANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan akhirnya berhasil mengungkap kasus penjambretan yang dialami Ningsih pada Juni lalu. Buktinya, tersangka kini sudah diamankan di mapolres setempat.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menuturkan, tersangka berinisial AM (19), tercatat sebagai warga Kecamatan Burneh. “Tersangka diamankan Kamis lalu (29/8) sekitar pukul 08.30,” ujarnya.

Menurut Suyitno, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi tentang keberadaan sosok yang mirip dengan ciri-ciri pelaku penjambretan. Karena itu, polisi langsung menuju SMK Pelayaran Bangkalan.


“Setelah dicek, anggota memergoki AM di kantin SMK. Saat diinterogasi, AM mengakui melakukan penjembretan terhadap Ningsih. Saat kejadian, status AM adalah pelajar. Kalau sekarang sudah lulus,” imbuhnya.

Baca Juga :  Proyek Gedung Dewan Tak Kunjung Dilelang

Perlu diketahui, Ningsih, warga Jalan Kenanga, Kelurahan Kemayoran dijambret pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 13.30. Aksi street crime itu terjadi, saat Ningsih mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba, seseorang tidak dikenal memepet motornya dan langsung menarik tas Ningsih hingga talinya putus. Ningsih lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan memaparkan ciri-ciri pelakunya.

Akibat kejadian itu, Ningsih yang berprofesi sebagai guru SD tersebut mengalami kerugian jutaan rupiah. Sebab, tas yang digondol penjambret berisi dua unit handphone dan uang senilai Rp 1 juta. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/