alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Terjaring Razia, Pelajar SMAN Koleksi Video Porno

SAMPANG – Dunia pendidikan di Kota Bahari tercoreng oleh ulah sebagian pelajar. Mereka diketahui memperjualbelikan video porno sesama pelajar. Itu  terungkap setelah satpol PP menciduk mereka karena bolos saat jam aktif Rabu (30/8).

Belasan pelajar yang diamankan penegak peraturan daerah (perda) itu berasal dari empat sekolah. Yakni, SMAN 2 Sampang, SMAN Robatal, SMKN 2 Sampang, dan SMAN 4 Sampang. Siswa SMAN 2 Sampang berinisial FA, AS, AY, dan MAM. Kemudian, AF, AZ, MM, AB, dan AP.

Siswa SMAN Robatal masing-masing berinisial MARA dan MP. Untuk SMAN 4 Sampang berinisial AF dan HR. Sementara siswa SMKN 2 Sampang ada LH.

Satpol PP melakukan razia pukul 09.00 di sejumlah lokasi. Pelajar yang terjaring razia kemudian dibawa ke markas satpol PP. Handphone (HP) belasan pelajar itu juga disita.

Baca Juga :  Gelar Operasi Pekat, Tim Gabungan Temukan Remaja Telanjang Dada

Dari pemeriksaan ponsel mereka inilah diketahui ada yang berisi video porno. Dalam ponsel dua pelajar itu terdapat belasan video. Ketika ditelusuri, ternyata video tersebut didapat dari teman sekolahnya.

Untuk mendapatkan video tersebut ternyata tidak gratis. Mereka harus mengeluarkan Rp 2.000 untuk memperoleh video. Data satpol PP, dua pelajar itu siswa kelas X IPA SMAN 4 Sampang berinisial AF dan HR. ”Saya beli dari teman sekolah. Per video saya beli Rp 2 ribu. Terkadang dijual lagi ke teman,” kata AF.

Setelah didata, belasan pelajar diminta untuk mengisi surat pernyataan supaya tidak mengulangi. Mereka juga disuruh menghubungi orang tuanya untuk mendatangi markas satpol PP. Perwakilan dari masing-maisng sekolah diminta hadir. Para guru diminta supaya pelajar tidak diperkenankan membawa HP ke sekolah.

Baca Juga :  Sediakan PSK, Pria Ini Diciduk di Hotel

”Mereka sengaja berkeliaran saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Padahal, tidak ada izin dari sekolah,” kata Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah.

Pihaknya menyayangkan dua pelajar yang memperjualbelikan video porno demi uang Rp 2.000. ”Kami mohon pihak terkait untuk saling menjaga. Termasuk larangan membawa alat komunikasi,” pintanya.

Sementara itu, Wali Kelas X SMAN 4 Sampang Nita Megawati mengaku terkejut mendengar anak didiknya diamankan satpol PP karena bolos. Dia semakin terkejut ketika ada temuan video porno di HP anak didiknya. ”Kami baru tahu sekarang informasinya. Makanya berencana melarang siswa membawa HP,” ucapnya

SAMPANG – Dunia pendidikan di Kota Bahari tercoreng oleh ulah sebagian pelajar. Mereka diketahui memperjualbelikan video porno sesama pelajar. Itu  terungkap setelah satpol PP menciduk mereka karena bolos saat jam aktif Rabu (30/8).

Belasan pelajar yang diamankan penegak peraturan daerah (perda) itu berasal dari empat sekolah. Yakni, SMAN 2 Sampang, SMAN Robatal, SMKN 2 Sampang, dan SMAN 4 Sampang. Siswa SMAN 2 Sampang berinisial FA, AS, AY, dan MAM. Kemudian, AF, AZ, MM, AB, dan AP.

Siswa SMAN Robatal masing-masing berinisial MARA dan MP. Untuk SMAN 4 Sampang berinisial AF dan HR. Sementara siswa SMKN 2 Sampang ada LH.

Satpol PP melakukan razia pukul 09.00 di sejumlah lokasi. Pelajar yang terjaring razia kemudian dibawa ke markas satpol PP. Handphone (HP) belasan pelajar itu juga disita.

Baca Juga :  Pekerja Sosial Jual Gadis SMP, Tertangkap Bersama Pelanggan

Dari pemeriksaan ponsel mereka inilah diketahui ada yang berisi video porno. Dalam ponsel dua pelajar itu terdapat belasan video. Ketika ditelusuri, ternyata video tersebut didapat dari teman sekolahnya.

Untuk mendapatkan video tersebut ternyata tidak gratis. Mereka harus mengeluarkan Rp 2.000 untuk memperoleh video. Data satpol PP, dua pelajar itu siswa kelas X IPA SMAN 4 Sampang berinisial AF dan HR. ”Saya beli dari teman sekolah. Per video saya beli Rp 2 ribu. Terkadang dijual lagi ke teman,” kata AF.

Setelah didata, belasan pelajar diminta untuk mengisi surat pernyataan supaya tidak mengulangi. Mereka juga disuruh menghubungi orang tuanya untuk mendatangi markas satpol PP. Perwakilan dari masing-maisng sekolah diminta hadir. Para guru diminta supaya pelajar tidak diperkenankan membawa HP ke sekolah.

Baca Juga :  Mahasiswa Pertanyakan Penanganan Dugaan Kasus Asusila

”Mereka sengaja berkeliaran saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Padahal, tidak ada izin dari sekolah,” kata Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah.

Pihaknya menyayangkan dua pelajar yang memperjualbelikan video porno demi uang Rp 2.000. ”Kami mohon pihak terkait untuk saling menjaga. Termasuk larangan membawa alat komunikasi,” pintanya.

Sementara itu, Wali Kelas X SMAN 4 Sampang Nita Megawati mengaku terkejut mendengar anak didiknya diamankan satpol PP karena bolos. Dia semakin terkejut ketika ada temuan video porno di HP anak didiknya. ”Kami baru tahu sekarang informasinya. Makanya berencana melarang siswa membawa HP,” ucapnya

Artikel Terkait

Most Read

Lagi, Wings Air Batalkan Penerbangan

13 Desa Belum Setor SPj DD/ADD 2018

Delapan Ribu Ton Rastra Belum Ditebus

Artikel Terbaru

/