26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Delapan Terdakwa Tipikor Jalani Sidang Perdana

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Setelah perpanjangan masa penahanan dan pelimpahan berkas, akhirnya delapan terdakwa tindak pidana korupsi (tipikor) dari Bangkalan menjalani sidang perdana. Delapan terdakwa itu terkait dua kasus. Yakni, perkara  korupsi pengelolaan APBDes Desa/Kecamatan Tanjungbumi 2021 dan dugaan penyimpangan penyaluran program keluarga harapan (PKH) Desa Kelbung, Kecamatan Galis.

Sidang terdakwa kasus tipikor digelar secara daring. Hanya dihadiri jaksa dan pengacara terdakwa. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang dari rutan.

Jadwal sidang dua terdakwa Ahmad Aman dan Moh. Ruslan Jumat (23/12). Sedangkan jadwal sidang penyaluran dana PKH pada Selasa (27/12) dengan enam terdakwa. Yakni, Sulaimah Irawati, Abdul Manab, Suliha, Nurus Zaman, Abdul Ghoffar Azis, dan Samsuri.

Baca Juga :  Pamong Desa Nodai Gadis 16 Tahun

Humas Kejari Bangkalan Dedi Franky menyampaikan, setelah pelimpahan berkas dan tersangka pada pertengahan bulan, sidang perdana digelar. Agenda sidang perdana itu pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Agenda sidang selanjutnya pembacaan eksepsi atau nota keberatan oleh terdakwa atau penasihat hukum. Jika tidak ada pengajuan eksepsi, dilanjut dengan pembuktian. ”Seperti pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya mewakili Kajari Bangkalan Fahmi.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Bangkalan itu menjelaskan, jadwal sidang biasanya menyesuaikan dengan pengadilan. Tidak melulu berpatokan dengan jadwal sidang pertama. ”Biasanya jadwal sidang Senin-Kamis. Kalau jadwal sidang Jumat jarang,” ujarnya.

Pihaknya berharap pada tahun depan tidak lagi ada penyelewengan atau dugaan korupsi di Bangkalan. Dedi mengimbau para pejabat menjalankan tugas sebagaimana mestinya. ”Jangan sampai melakukan penyelewengan. Sehingga, tidak lagi ada kasus yang menyeret kepala desa, camat, dan lainnya,” imbaunya. (rul/luq)

Baca Juga :  Mantan Kades Hoyyibah Dituntut Satu Setengah Tahun

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Setelah perpanjangan masa penahanan dan pelimpahan berkas, akhirnya delapan terdakwa tindak pidana korupsi (tipikor) dari Bangkalan menjalani sidang perdana. Delapan terdakwa itu terkait dua kasus. Yakni, perkara  korupsi pengelolaan APBDes Desa/Kecamatan Tanjungbumi 2021 dan dugaan penyimpangan penyaluran program keluarga harapan (PKH) Desa Kelbung, Kecamatan Galis.

Sidang terdakwa kasus tipikor digelar secara daring. Hanya dihadiri jaksa dan pengacara terdakwa. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang dari rutan.

Jadwal sidang dua terdakwa Ahmad Aman dan Moh. Ruslan Jumat (23/12). Sedangkan jadwal sidang penyaluran dana PKH pada Selasa (27/12) dengan enam terdakwa. Yakni, Sulaimah Irawati, Abdul Manab, Suliha, Nurus Zaman, Abdul Ghoffar Azis, dan Samsuri.

Baca Juga :  Status Perkara Naik ke Penyidikan

Humas Kejari Bangkalan Dedi Franky menyampaikan, setelah pelimpahan berkas dan tersangka pada pertengahan bulan, sidang perdana digelar. Agenda sidang perdana itu pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Agenda sidang selanjutnya pembacaan eksepsi atau nota keberatan oleh terdakwa atau penasihat hukum. Jika tidak ada pengajuan eksepsi, dilanjut dengan pembuktian. ”Seperti pemeriksaan saksi-saksi,” imbuhnya mewakili Kajari Bangkalan Fahmi.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Bangkalan itu menjelaskan, jadwal sidang biasanya menyesuaikan dengan pengadilan. Tidak melulu berpatokan dengan jadwal sidang pertama. ”Biasanya jadwal sidang Senin-Kamis. Kalau jadwal sidang Jumat jarang,” ujarnya.

Pihaknya berharap pada tahun depan tidak lagi ada penyelewengan atau dugaan korupsi di Bangkalan. Dedi mengimbau para pejabat menjalankan tugas sebagaimana mestinya. ”Jangan sampai melakukan penyelewengan. Sehingga, tidak lagi ada kasus yang menyeret kepala desa, camat, dan lainnya,” imbaunya. (rul/luq)

Baca Juga :  Biadab! Nelayan di Sumenep Tega Rudapaksa Bocah 6 Tahun di Semak-Semak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/