alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Jatim Terseret, Hasan Ambon Buron

SAMPANG – Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang kembali mengamankan satu orang, yakni Jatim. Warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah ini diduga membantu menyimpan senpi setelah digunakan Idris menembak Subaidi.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya mengamankan satu orang yang membantu menyembunyikan tersangka pelaku penembakan beserta senpi usai kejadian. Sejak kemarin, Jatim berada di ruang tahanan Mapolres Sampang.

”Kami amankan satu orang lagi. Ini perannya diduga menyembunyikan tersangka dan senpi usai melakukan penembakan,” kata Kapolres.

Tersangka berupaya mengalihkan jenis senjata yang digunakan menembak korban. Yaitu, dari pistol Pietro Beretta ke jenis pen gun. Caranya, senjata asli disembunyikan dan senjata pen gun diserahkan ke polisi.

Baca Juga :  Pembacaan Tuntutan Mantan Dewan Ditunda Lagi

Sehari setelah kejadian penembakan, yakni pagi harinya, tersangka Idris meledakkan sendiri senjata jenis pen gun. Itu untuk mengelabui petugas kepolisian. ”Tersangka pada saat kejadian memegang dua senjata, pen gun dan pistol Pietro Beretta,” ungkap Budi Wardiman.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pistol Pietro Beretta yang digunakan menembak Subaidi hingga meninggal diperoleh dari Hasan Ambon, warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Idris membeli senpi itu seharga Rp 5 juta pada Agustus 2018.

Polisi sudah menetapkan Hasan Ambon dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi sebenarnya sudah melakukan penggerebekan di rumah Hasan Ambon, namun yang bersangkutan tidak ada.

Isu yang berkembang di masyarakat pantura Sampang, tersangka Idris sudah lama memiliki senpi tersebut. Warga pantura banyak yang mengetahui bahwa Idris memegang pistol sejak 2017. Sebab, Idris kerap menggunakan pistol itu untuk mengancam pemangku kebijakan di tingkat desa.

Baca Juga :  Asik Sedot Sabu, Dua Pemuda Digrebek di Rumah Kosong

SAMPANG – Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang kembali mengamankan satu orang, yakni Jatim. Warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah ini diduga membantu menyimpan senpi setelah digunakan Idris menembak Subaidi.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya mengamankan satu orang yang membantu menyembunyikan tersangka pelaku penembakan beserta senpi usai kejadian. Sejak kemarin, Jatim berada di ruang tahanan Mapolres Sampang.

”Kami amankan satu orang lagi. Ini perannya diduga menyembunyikan tersangka dan senpi usai melakukan penembakan,” kata Kapolres.

Tersangka berupaya mengalihkan jenis senjata yang digunakan menembak korban. Yaitu, dari pistol Pietro Beretta ke jenis pen gun. Caranya, senjata asli disembunyikan dan senjata pen gun diserahkan ke polisi.

Baca Juga :  Wabup Mondir: Sanksi Berat Oknum PNS Nyabu

Sehari setelah kejadian penembakan, yakni pagi harinya, tersangka Idris meledakkan sendiri senjata jenis pen gun. Itu untuk mengelabui petugas kepolisian. ”Tersangka pada saat kejadian memegang dua senjata, pen gun dan pistol Pietro Beretta,” ungkap Budi Wardiman.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pistol Pietro Beretta yang digunakan menembak Subaidi hingga meninggal diperoleh dari Hasan Ambon, warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Idris membeli senpi itu seharga Rp 5 juta pada Agustus 2018.

Polisi sudah menetapkan Hasan Ambon dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi sebenarnya sudah melakukan penggerebekan di rumah Hasan Ambon, namun yang bersangkutan tidak ada.

Isu yang berkembang di masyarakat pantura Sampang, tersangka Idris sudah lama memiliki senpi tersebut. Warga pantura banyak yang mengetahui bahwa Idris memegang pistol sejak 2017. Sebab, Idris kerap menggunakan pistol itu untuk mengancam pemangku kebijakan di tingkat desa.

Baca Juga :  Caleg Jawa Timur Peraih Suara Terbanyak di Sampang, Ini Daftar Namanya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/