alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Peluang Penyidik Tetapkan Tersangka Baru Terbuka Lebar

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Peluang penyidik Kejari Sumenep menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di BRI Unit Pragaan terbuka lebar. Setelah menetapkan karyawan BRI berinisial NA (inisial) sebagai tersangka, penyidik memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan secara  maraton.

Kepala Kejari (Kajari) Sumenep Adi Tyogunawan mengatakan, setelah NA ditetapkan sebagai tersangka, penyidik terus meminta keterangan para saksi. Saksi tersebut sebagian besar berasal dari kalangan nasabah sekaligus korban. ”Dalam dua hari ini, sudah ada sembilan saksi yang kami mintai keterangan,” katanya.

Meski menyebut jumlah saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan penyidik, Adi enggan menjelaskan secara detail mengenai materi pertanyaan yang diajukan kepada para saksi. Sebab, hal itu sudah menyangkut bagian dari teknis penyidikan. ”Yang jelas, semua keterangan yang disampaikan para saksi itu untuk memperkuat bukti-bukti yang ada. Sementara, kami masih fokus memeriksa para saksi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kajari Adi Konsisten Edukasi Pelajar

Adi menjelaskan, dalam kasus tersebut, baru NA yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke depan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru. Peluang menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut terbuka lebar. ”Ada dua kemungkinan, bisa ada tersangka baru, bisa saja hanya NA tersangkanya. Yang jelas, keterangan para saksi sangat dibutuhkan,” terangnya.

Ditambahkan, penetapan tersangka baru oleh penyidik dalam kasus tersebut bisa merujuk pada keterangan para saksi dan keterangan yang disampaikan oleh NA. Atau bisa saja berdasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. ”Siapa tahu ada fakta-fakta baru yang terungkap saat sidang digelar. Kita tunggu saja nanti,” sarannya.

Adi menyatakan, pihaknya tidak bisa berandai-andai, apakah NA menjadi tersangka tunggal atau ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Karena itu, dia menyatakan belum bisa memberikan komentar lebih jauh. ”Yang pasti, kami berkomitmen mengungkap kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Baca Juga :  Mulyanto Dahlan Masih Rawat Inap

Sekadar diketahui, NA ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatannya diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 541.778.000. Modusnya, uang setoran nasabah tidak ditransaksikan atau tidak dibukukan ke rekening. Uang nasabah tersebut tidak divalidasi dan malah digunakan untuk keperluan pribadi. (daf)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Peluang penyidik Kejari Sumenep menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di BRI Unit Pragaan terbuka lebar. Setelah menetapkan karyawan BRI berinisial NA (inisial) sebagai tersangka, penyidik memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan secara  maraton.

Kepala Kejari (Kajari) Sumenep Adi Tyogunawan mengatakan, setelah NA ditetapkan sebagai tersangka, penyidik terus meminta keterangan para saksi. Saksi tersebut sebagian besar berasal dari kalangan nasabah sekaligus korban. ”Dalam dua hari ini, sudah ada sembilan saksi yang kami mintai keterangan,” katanya.

Meski menyebut jumlah saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan penyidik, Adi enggan menjelaskan secara detail mengenai materi pertanyaan yang diajukan kepada para saksi. Sebab, hal itu sudah menyangkut bagian dari teknis penyidikan. ”Yang jelas, semua keterangan yang disampaikan para saksi itu untuk memperkuat bukti-bukti yang ada. Sementara, kami masih fokus memeriksa para saksi,” ujarnya.

Baca Juga :  Mulyanto Dahlan Masih Rawat Inap

Adi menjelaskan, dalam kasus tersebut, baru NA yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke depan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru. Peluang menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut terbuka lebar. ”Ada dua kemungkinan, bisa ada tersangka baru, bisa saja hanya NA tersangkanya. Yang jelas, keterangan para saksi sangat dibutuhkan,” terangnya.

Ditambahkan, penetapan tersangka baru oleh penyidik dalam kasus tersebut bisa merujuk pada keterangan para saksi dan keterangan yang disampaikan oleh NA. Atau bisa saja berdasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. ”Siapa tahu ada fakta-fakta baru yang terungkap saat sidang digelar. Kita tunggu saja nanti,” sarannya.

Adi menyatakan, pihaknya tidak bisa berandai-andai, apakah NA menjadi tersangka tunggal atau ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Karena itu, dia menyatakan belum bisa memberikan komentar lebih jauh. ”Yang pasti, kami berkomitmen mengungkap kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Baca Juga :  Periksa Tiga Saksi Ahli Terkait Kasus Penyelewengan Solar Bersubsidi

Sekadar diketahui, NA ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatannya diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 541.778.000. Modusnya, uang setoran nasabah tidak ditransaksikan atau tidak dibukukan ke rekening. Uang nasabah tersebut tidak divalidasi dan malah digunakan untuk keperluan pribadi. (daf)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/