alexametrics
29.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Narkoba Jadi Ancaman Serius, Hakim PN Pernah Diteror

BANGKALAN – Peredaran narkoba di Bangkalan belum bisa diberantas. Penyalahgunaan barang haram itu masih marak. Jika tidak segera ditangani bisa menjadi ancaman serius. Buktinya, dalam perkara pidana berada di urutan teratas.

Selama satu tahun setengah sudah ada 251 perkara narkotika yang masuk Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Sebanyak 131 perkara di 2017 dan 120 perkara sejak Januari hingga Juli di tahun ini (perincian kasus pidana lihat grafis).

Humas PN Bangkalan Sugiri Wiryandono membenarkan, selama satu tahun setengah, perkara yang masuk ke lembaganya mencapai ratusan. Itu menunjukkan tingginya perbuatan melawan hukum warga di Kota Salak.

”Ya, itu sesuai data perkara yang masuk selama dua tahun. Perkara narkoba yang paling banyak,” ungkap dia Minggu (29/7).

Menurut dia, perkara yang banyak menguras pikiran dan tenaga adalah kasus besar dan jadi pemberitaan nasional, serta jadi sorotan masyarkat luas. Di antaranya, perkara narkoba 1 kilogram, kasus Pantai Rongkang, perkara uang palsu (upal), serta pembunuhan dan perampokan sopir taksi online.

Baca Juga :  Tuntut Pelaku Dihukum Berat, AAT Lucu dan Sangat Cerdas

Sugiri mengaku pernah mendapatkan teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab ketika mengadili perkara. Namun, dia tetap tidak terpengaruh dan mengambil vonis atau putusan yang adil dan sesuai dengan perbuatan pelaku.

Putusan yang telah dibacakan oleh majelis hakim sudah sesuai dengan fakta persidangan. ”Meski ada teror dan ancaman. Kami tetap adil dalam membacakan putusan,” tegasnya.

Sugiri mengutarakan, rasa takut pasti ada saat mendapat ancaman atau teror. Namun, hal itu tidak akan mengubah hasil akhir atau vonis. ”Rasa takut wajar. Namanya manusia. Kami pasrahkan sama Allah,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, ada beberapa faktor warga terlibat penyalahgunaan narkoba. Di antaranya, pendidikan agama kurang, pengedar atau bandar tidak memiliki pekerjaan.

Baca Juga :  Dua Hari, Polres Sampang Sergap Lima Penyalahguna Narkoba Jenis SS

”Masalah narkoba sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk berkomitmen memeranginya,” katanya.

Polres Bangkalan  telah melakukan beberapa upaya untuk memberantas narkoba. Patroli siang dan malam semua kawasan Kota Salak. Lebih-lebih, kawasan Kecamatan Socah, Kamal, dan Labang. Penangkapan tehadap pengguna, kurir, dan pengedar terus dilakukan.

Bidarudin meminta warga untuk tidak takut melapor polisi jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba. ”Langsung lapor saja, biar kami sikat,” pintanya.

Menurut Bidarudin, tidak hanya majelis hakim yang mendapat ancaman. Saksi, jaksa, maupun masyarakat juga ada yang diteror. Jika mengalami hal demikian, dia meminta agar secepatnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan.

BANGKALAN – Peredaran narkoba di Bangkalan belum bisa diberantas. Penyalahgunaan barang haram itu masih marak. Jika tidak segera ditangani bisa menjadi ancaman serius. Buktinya, dalam perkara pidana berada di urutan teratas.

Selama satu tahun setengah sudah ada 251 perkara narkotika yang masuk Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Sebanyak 131 perkara di 2017 dan 120 perkara sejak Januari hingga Juli di tahun ini (perincian kasus pidana lihat grafis).

Humas PN Bangkalan Sugiri Wiryandono membenarkan, selama satu tahun setengah, perkara yang masuk ke lembaganya mencapai ratusan. Itu menunjukkan tingginya perbuatan melawan hukum warga di Kota Salak.


”Ya, itu sesuai data perkara yang masuk selama dua tahun. Perkara narkoba yang paling banyak,” ungkap dia Minggu (29/7).

Menurut dia, perkara yang banyak menguras pikiran dan tenaga adalah kasus besar dan jadi pemberitaan nasional, serta jadi sorotan masyarkat luas. Di antaranya, perkara narkoba 1 kilogram, kasus Pantai Rongkang, perkara uang palsu (upal), serta pembunuhan dan perampokan sopir taksi online.

Baca Juga :  Polisi Ciduk Wanita Muda

Sugiri mengaku pernah mendapatkan teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab ketika mengadili perkara. Namun, dia tetap tidak terpengaruh dan mengambil vonis atau putusan yang adil dan sesuai dengan perbuatan pelaku.

Putusan yang telah dibacakan oleh majelis hakim sudah sesuai dengan fakta persidangan. ”Meski ada teror dan ancaman. Kami tetap adil dalam membacakan putusan,” tegasnya.

Sugiri mengutarakan, rasa takut pasti ada saat mendapat ancaman atau teror. Namun, hal itu tidak akan mengubah hasil akhir atau vonis. ”Rasa takut wajar. Namanya manusia. Kami pasrahkan sama Allah,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, ada beberapa faktor warga terlibat penyalahgunaan narkoba. Di antaranya, pendidikan agama kurang, pengedar atau bandar tidak memiliki pekerjaan.

Baca Juga :  Sopir┬áMinibus Maut Jadi Tersangka

”Masalah narkoba sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk berkomitmen memeranginya,” katanya.

Polres Bangkalan  telah melakukan beberapa upaya untuk memberantas narkoba. Patroli siang dan malam semua kawasan Kota Salak. Lebih-lebih, kawasan Kecamatan Socah, Kamal, dan Labang. Penangkapan tehadap pengguna, kurir, dan pengedar terus dilakukan.

Bidarudin meminta warga untuk tidak takut melapor polisi jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba. ”Langsung lapor saja, biar kami sikat,” pintanya.

Menurut Bidarudin, tidak hanya majelis hakim yang mendapat ancaman. Saksi, jaksa, maupun masyarakat juga ada yang diteror. Jika mengalami hal demikian, dia meminta agar secepatnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/