alexametrics
21.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Sediakan Kamar Esek-Esek, Polisi Tangkap Warga Galis

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, berinisial S pada Sabtu siang (27/3). Dia ditangkap polisi karena menyewakan salah satu kamar di rumahnya kepada dua sejoli bukan pasangan suami istri (pasutri). Padahal, rumah tersebut juga ditempati anak dan istrinya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menuturkan, semula pihaknya menerima informasi ada dua pasangan bukan suami istri berbuat tindak asusila di sebuah rumah warga Desa Ponteh pada Sabtu (27/3) sekitar pukul 10.30. ”Saat turun ke lokasi, tim mendapati pasangan berstatus bukan pasutri tanpa sehelai pakaian di kamar rumah warga. Rumah tersebut milik S yang dihuni istri dan anaknya,” terangnya.

Menurut Adhi, dua pasangan yang belum diikat akad pernikahan itu pun dimintai keterangan oleh aparat kepolisian saat itu juga. Hasil pemeriksaan sementara, terungkap fakta bahwa perempuan yang diamankan polisi merupakan pekerja seks komersial (PSK). Agar bisa kencan dengan perempuan tersebut, pria hidung belang harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu.

Baca Juga :  Sepekan Bentuk Tim Kasus Curat, Polisi Amankan 10 Tersangka

”Sementara yang menyediakan tempat adalah S. Dia menyewakan kamar di rumahnya dengan tarif Rp 50 ribu. Bukan hotel atau penginapan, melainkan rumah biasa yang disewakan untuk mereka yang ingin berhubungan badan. Tapi, pasangan itu pasutri,” imbuh Adhi.

Adhi menjelaskan, PSK dan pelanggan yang tertangkap basah di rumah S hanya dimintai keterangan dan diberi pembinaan. Sementara S diproses Satreskrim Polres Pamekasan. S dijerat pasal 296 juncto pasal 506 KUHP. ”S mempermudah atau menjadi penyedia perbuatan cabul. S diancam hukuman satu tahun empat bulan penjara,” terangnya.

Sementara itu, pria berinisial S yang belakangan diketahui bernama Satruki mengakui rumahnya disewakan kepada sejoli bukan pasutri. Di rumah itu, ada dua kamar yang disewakan. ”Saya tinggal bersama anak dan istri. Saya menyediakan rumah untuk kegiatan esek-esek karena tidak punya pekerjaan. Istri saya sebenarnya marah, tapi akhirnya nurut perkataan saya,” akunya.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Warga Labang

Satruki mengatakan, kamar di rumahnya sudah setahun disewakan untuk kegiatan asusila tersebut. Dia menegaskan tidak menyediakan perempuan, melainkan hanya tempat. ”Tidak setiap hari ada. Kadang hari ini ada penyewa, baru minggu depannya ada penyewa lagi. Saya menyesal dan siap menjalani proses hukum,” papar pria 46 tahun yang dikaruniai tiga anak itu. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, berinisial S pada Sabtu siang (27/3). Dia ditangkap polisi karena menyewakan salah satu kamar di rumahnya kepada dua sejoli bukan pasangan suami istri (pasutri). Padahal, rumah tersebut juga ditempati anak dan istrinya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menuturkan, semula pihaknya menerima informasi ada dua pasangan bukan suami istri berbuat tindak asusila di sebuah rumah warga Desa Ponteh pada Sabtu (27/3) sekitar pukul 10.30. ”Saat turun ke lokasi, tim mendapati pasangan berstatus bukan pasutri tanpa sehelai pakaian di kamar rumah warga. Rumah tersebut milik S yang dihuni istri dan anaknya,” terangnya.

Menurut Adhi, dua pasangan yang belum diikat akad pernikahan itu pun dimintai keterangan oleh aparat kepolisian saat itu juga. Hasil pemeriksaan sementara, terungkap fakta bahwa perempuan yang diamankan polisi merupakan pekerja seks komersial (PSK). Agar bisa kencan dengan perempuan tersebut, pria hidung belang harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu.

Baca Juga :  Tunggu Hasil Labfor Polda

”Sementara yang menyediakan tempat adalah S. Dia menyewakan kamar di rumahnya dengan tarif Rp 50 ribu. Bukan hotel atau penginapan, melainkan rumah biasa yang disewakan untuk mereka yang ingin berhubungan badan. Tapi, pasangan itu pasutri,” imbuh Adhi.

Adhi menjelaskan, PSK dan pelanggan yang tertangkap basah di rumah S hanya dimintai keterangan dan diberi pembinaan. Sementara S diproses Satreskrim Polres Pamekasan. S dijerat pasal 296 juncto pasal 506 KUHP. ”S mempermudah atau menjadi penyedia perbuatan cabul. S diancam hukuman satu tahun empat bulan penjara,” terangnya.

Sementara itu, pria berinisial S yang belakangan diketahui bernama Satruki mengakui rumahnya disewakan kepada sejoli bukan pasutri. Di rumah itu, ada dua kamar yang disewakan. ”Saya tinggal bersama anak dan istri. Saya menyediakan rumah untuk kegiatan esek-esek karena tidak punya pekerjaan. Istri saya sebenarnya marah, tapi akhirnya nurut perkataan saya,” akunya.

Baca Juga :  Hendak Antar Narkoba, Warga Bangkalan Ditangkap Polisi di Sampang

Satruki mengatakan, kamar di rumahnya sudah setahun disewakan untuk kegiatan asusila tersebut. Dia menegaskan tidak menyediakan perempuan, melainkan hanya tempat. ”Tidak setiap hari ada. Kadang hari ini ada penyewa, baru minggu depannya ada penyewa lagi. Saya menyesal dan siap menjalani proses hukum,” papar pria 46 tahun yang dikaruniai tiga anak itu. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/