alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Kakak Setubuhi Adik hingga Hamil

  SAMPANG – Tindakan Azis, warga Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan, benar-benar di luar batas normal. Pemuda 28 tahun tersebut tega menggauli adik sendiri, IM (inisial). Akibat perbuatannya,  remaja putri 16 tahun yang berdomisili di Kecamatan Ketapang, Sampang, tersebut hamil enam bulan.

Aksi bejat pelaku diketahui setelah kerabat melihat ada perubahan pada tubuh IM. Mereka membawa IM ke dokter untuk diperiksa. Hasilnya, IM dinyatakan positif hamil. IM mengaku pelakunya adalah Azis yang tidak lain adalah kakak satu ayah. Keduanya dikenalkan oleh ayahnya, Hosnan, dua tahun yang lalu.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, kerabat IM melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Tak menunggu lama, sehari setelah laporan masuk ke polisi, tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang berhasil membekuk Azis Kamis (27/6) pada pukul 22.00 di Kecamatan Ketapang saat hendak melarikan diri ke Pulau Masalembu, Sumenep.

Baca Juga :  AKB, Dittipidum Bareskrim Polri Bakukan SOP Protokol Kesehatan

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiyantana mengatakan, ayah pelaku dan korban adalah Hosnan, warga Desa Karamian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Pelaku merupakan anak dari istri pertama yang sudah dicerai. Sementara IM anak dari istri keduanya yang juga sudah bercerai.

Sejak dikenalkan ke IM, Azis sering bermain ke rumah IM. Bahkan, sering mengajak IM keluar dan menginap di rumahnya di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan. ”IM kali pertama disetubuhi oleh Azis di wilayah Kecamatan Sokobanah. Lalu, di rumah tinggalnya di Sotabar yang tak terhitung berapa kali. Kemudian diajak ke Jakarta,” terangnya.

Keluarga IM tidak memiliki kecurigaan Azis akan melakukan tindakan sebejat itu. Sebab, keduanya masih saudara. Sehingga, saat IM diajak keluar, keluarganya mengizinkan. ”Ibu IM ini ada di Malaysia. Jadi di rumahnya IM hanya bersama kakek dan neneknya,” papar perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu.

Baca Juga :  Lari ke Kalimantan setelah Cabuli Gadis 16 Tahun

Atas perbuatannya, Azis diancam pasal 81 dan 82 UU 17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

”Pelaku dan korban melakukan persetubuhan ini mulai 2018. Pelaku mengancam korban supaya tidak memberitahu kepada keluarganya,” terang Subiyantana.

Saat ditanya Kasatreskrim di hadapan wartawan Jawa Pos Radar Madura, Azis mengakui perbuatannya. Aksi bejat tersebut dilakukan karena tidak tahan melihat tubuh IM. Sehingga, tega menyetubuhinya meski masih ada ikatan saudara. ”Saya nafsu melihat tubuhnya,” ucap Azis. 

- Advertisement -

  SAMPANG – Tindakan Azis, warga Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan, benar-benar di luar batas normal. Pemuda 28 tahun tersebut tega menggauli adik sendiri, IM (inisial). Akibat perbuatannya,  remaja putri 16 tahun yang berdomisili di Kecamatan Ketapang, Sampang, tersebut hamil enam bulan.

Aksi bejat pelaku diketahui setelah kerabat melihat ada perubahan pada tubuh IM. Mereka membawa IM ke dokter untuk diperiksa. Hasilnya, IM dinyatakan positif hamil. IM mengaku pelakunya adalah Azis yang tidak lain adalah kakak satu ayah. Keduanya dikenalkan oleh ayahnya, Hosnan, dua tahun yang lalu.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, kerabat IM melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Tak menunggu lama, sehari setelah laporan masuk ke polisi, tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang berhasil membekuk Azis Kamis (27/6) pada pukul 22.00 di Kecamatan Ketapang saat hendak melarikan diri ke Pulau Masalembu, Sumenep.

Baca Juga :  Geledah Warga Saat Pilkades, Polres Sampang Sita 200 Sajam dan Pistol


Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiyantana mengatakan, ayah pelaku dan korban adalah Hosnan, warga Desa Karamian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Pelaku merupakan anak dari istri pertama yang sudah dicerai. Sementara IM anak dari istri keduanya yang juga sudah bercerai.

Sejak dikenalkan ke IM, Azis sering bermain ke rumah IM. Bahkan, sering mengajak IM keluar dan menginap di rumahnya di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan. ”IM kali pertama disetubuhi oleh Azis di wilayah Kecamatan Sokobanah. Lalu, di rumah tinggalnya di Sotabar yang tak terhitung berapa kali. Kemudian diajak ke Jakarta,” terangnya.

Keluarga IM tidak memiliki kecurigaan Azis akan melakukan tindakan sebejat itu. Sebab, keduanya masih saudara. Sehingga, saat IM diajak keluar, keluarganya mengizinkan. ”Ibu IM ini ada di Malaysia. Jadi di rumahnya IM hanya bersama kakek dan neneknya,” papar perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu.

Baca Juga :  Dukungan untuk Guru Budi Cahyanto Terus Berdatangan

Atas perbuatannya, Azis diancam pasal 81 dan 82 UU 17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

”Pelaku dan korban melakukan persetubuhan ini mulai 2018. Pelaku mengancam korban supaya tidak memberitahu kepada keluarganya,” terang Subiyantana.

Saat ditanya Kasatreskrim di hadapan wartawan Jawa Pos Radar Madura, Azis mengakui perbuatannya. Aksi bejat tersebut dilakukan karena tidak tahan melihat tubuh IM. Sehingga, tega menyetubuhinya meski masih ada ikatan saudara. ”Saya nafsu melihat tubuhnya,” ucap Azis. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/