alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tim Gabungan Polda Dua Kali Olah TKP Kasus Penembakan

SAMPANG – Kasus penembakan terhadap Subaidi yang diduga dilakukan Idris ditangani serius aparat kepolisian. Polres Sampang melibatkan tim khusus yang diterjunkan dari Polda Jawa Timur.

Hingga Selasa (27/11), sudah sebelas saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Sampang. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara intensif di Mapolsek Sokobanah.

Tak hanya itu, tim Polda Jawa Timur sudah dua kali turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti (BB). Seperti selongsong peluru dan barang bukti lainnya seperti motor yang digunakan tersangka Idris.

”Istri korban telah diperiksa. Semuanya sudah ada sebelas saksi yang kami periksa,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman Selasa (27/11).

Dia menegaskan bahwa tim gabungan dari polres dan polda menggunakan metal detector untuk mencari barang bukti yang belum ditemukan. ”Semua saksi yang datang ke TKP akan diperiksa. Kami tidak boleh berasumsi, menunggu hasil penyidikan yang masih berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Istri Baru Melahirkan, Warga Bangkalan Disel Polisi Gegara Curi Motor

Berkaitan dengan nomor yang menelepon dan meminta korban untuk memasang gigi di Desa Sokobanah Laok, Budi Wardiman mengaku polisi sedang mendata penelepon itu dengan bantuan tim cyber dan IT. Untuk sementara, tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka mengarah pada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

”Dasar yang mengarah ke pembunuhan berencana karena tersangka membawa senjata api. Apa tujuannya membawa senjata api kalau tidak ke situ. Sementara, itu yang kami jadikan rujukan sambil lalu nanti dibantu fakta-fakta dan barang bukti di lapangan,” paparnya.

Budi Wardiman menyatakan, polisi masih akan menguji seluruh fakta dan keterangan di lapangan. Progres penyidikan kasus itu akan terus disampaikan kepada publik dan keluarga korban.

”Tiap hari kami terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi. Kami lakukan akurasi untuk menguji kebenarannya,” terang dia.

Baca Juga :  Pemdes Tamberu Barat Gelar Musrenbangdes

Kapolres berjanji akan mengusut tuntas dari mana senjata api itu didapat tersangka. Berkaitan dengan kemungkinan ada tersangka lain, pihaknya belum bisa memastikan dan belum mengarah ke sana.

”Kami fokus di satu tersangka, belum ada yang mengarah ke tersangka lain. Tapi, penyidikan tetap kami kembangkan,” ujarnya.

Budi Wardiman mengaku bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berkaitan dengan kasus tersebut. Pihaknya meminta penanganan kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

Nur Faizah, istri korban, mengaku sudah menyampaikan keterangan kepada polisi sesuai dengan yang disampaikan suaminya setelah kejadian penembakan dan sebelum meninggal. Dia meminta polisi tegas dan adil menangani kasus itu. ”Hukum pelaku seberat-beratnya. Mas Subaidi tulang punggung kami,” katanya.

SAMPANG – Kasus penembakan terhadap Subaidi yang diduga dilakukan Idris ditangani serius aparat kepolisian. Polres Sampang melibatkan tim khusus yang diterjunkan dari Polda Jawa Timur.

Hingga Selasa (27/11), sudah sebelas saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Sampang. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara intensif di Mapolsek Sokobanah.

Tak hanya itu, tim Polda Jawa Timur sudah dua kali turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari barang bukti (BB). Seperti selongsong peluru dan barang bukti lainnya seperti motor yang digunakan tersangka Idris.

”Istri korban telah diperiksa. Semuanya sudah ada sebelas saksi yang kami periksa,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman Selasa (27/11).

Dia menegaskan bahwa tim gabungan dari polres dan polda menggunakan metal detector untuk mencari barang bukti yang belum ditemukan. ”Semua saksi yang datang ke TKP akan diperiksa. Kami tidak boleh berasumsi, menunggu hasil penyidikan yang masih berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemdes Tamberu Barat Gelar Musrenbangdes

Berkaitan dengan nomor yang menelepon dan meminta korban untuk memasang gigi di Desa Sokobanah Laok, Budi Wardiman mengaku polisi sedang mendata penelepon itu dengan bantuan tim cyber dan IT. Untuk sementara, tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka mengarah pada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

”Dasar yang mengarah ke pembunuhan berencana karena tersangka membawa senjata api. Apa tujuannya membawa senjata api kalau tidak ke situ. Sementara, itu yang kami jadikan rujukan sambil lalu nanti dibantu fakta-fakta dan barang bukti di lapangan,” paparnya.

Budi Wardiman menyatakan, polisi masih akan menguji seluruh fakta dan keterangan di lapangan. Progres penyidikan kasus itu akan terus disampaikan kepada publik dan keluarga korban.

”Tiap hari kami terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi. Kami lakukan akurasi untuk menguji kebenarannya,” terang dia.

Baca Juga :  Pembacok Caleg Terancam 5 Tahun

Kapolres berjanji akan mengusut tuntas dari mana senjata api itu didapat tersangka. Berkaitan dengan kemungkinan ada tersangka lain, pihaknya belum bisa memastikan dan belum mengarah ke sana.

”Kami fokus di satu tersangka, belum ada yang mengarah ke tersangka lain. Tapi, penyidikan tetap kami kembangkan,” ujarnya.

Budi Wardiman mengaku bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berkaitan dengan kasus tersebut. Pihaknya meminta penanganan kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

Nur Faizah, istri korban, mengaku sudah menyampaikan keterangan kepada polisi sesuai dengan yang disampaikan suaminya setelah kejadian penembakan dan sebelum meninggal. Dia meminta polisi tegas dan adil menangani kasus itu. ”Hukum pelaku seberat-beratnya. Mas Subaidi tulang punggung kami,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Istighotsah Buka Deklarasi Kampanye Damai

Puluhan SKT Ormas Kedaluwarsa

Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Artikel Terbaru

/