alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Dua Kali Periksa Kepala Desa Dalam Kasus Proyek Irigasi

SAMPANG – Penyelidikan kasus proyek saluran irigasi di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, berlanjut. Proyek dengan anggaran Rp 589 juta dari dana desa (DD) itu diduga tidak sesuai rancangan anggaran dan biaya (RAB) dan terjadi tumpah tindih.

            Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, pihaknya sudah dua kali memanggil Kepala Desa Sokobanah Daya Jatem. Pemanggilan tersebut sebagai tindak lanjut laporan atas penggunaan DD untuk proyek saluran irigasi.

”Benar, Jumat (25/10) lalu kami panggil lagi Kades Sokobanah Daya. Kami lakukan pemeriksaan,” katanya kemarin (27/10).

            Edi Sutomo menyatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikannya. Karena itu, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail. Penanganan kasus tersebut sudah sesuai prosedur. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi proyek.

Baca Juga :  Bikin Miris, Anak Ini Empat Kali Berbuat Cabul di Sekolah

”Sampai saat ini sudah ada delapan saksi yang kami periksa. Pemeriksaan terus berlanjut,” terangnya.

            Dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi, jelas Edi Sutomo, kejaksaan sangat berhati-hati. Pihaknya harus mengumpulkan dua alat bukti yang kuat sebelum menaikkan status kasus tersebut menjadi penyidikan.

            ”Jika sudah kami temukan dua alat bukti yang kuat, kami naikkan statusnya ke penyidikan,” janjinya.

            Edi Sutomo menegaskan, semua laporan yang masuk ke kejari pasti ditindaklanjuti. Pihaknya melaksanakan ekspose ke pimpinan. Kemudian, diputuskan apakah laporan dilanjutkan atau tidak karena tidak memenuhi dua alat bukti.

            Sayangnya, Kepala Desa Sokobanah Daya Jatem saat dihubungi melalui telepon, kedua nomor selulernya tidak ada respons. Namun, sebelumnya dia menegaskan bahwa kerusakan proyek saluran irigasi sudah diperbaiki.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Tutup Warung Remang-Remang

            ”Sudah kami perbaiki yang rusak. Bahkan jika memang kurang, kami akan tambah perbaikannya dan pembangunannya. Itu untuk masyarakat kami,” jawabnya singkat. 

- Advertisement -

SAMPANG – Penyelidikan kasus proyek saluran irigasi di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, berlanjut. Proyek dengan anggaran Rp 589 juta dari dana desa (DD) itu diduga tidak sesuai rancangan anggaran dan biaya (RAB) dan terjadi tumpah tindih.

            Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, pihaknya sudah dua kali memanggil Kepala Desa Sokobanah Daya Jatem. Pemanggilan tersebut sebagai tindak lanjut laporan atas penggunaan DD untuk proyek saluran irigasi.

”Benar, Jumat (25/10) lalu kami panggil lagi Kades Sokobanah Daya. Kami lakukan pemeriksaan,” katanya kemarin (27/10).


            Edi Sutomo menyatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikannya. Karena itu, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail. Penanganan kasus tersebut sudah sesuai prosedur. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi proyek.

Baca Juga :  Mantan Kadis┬áKelautan Bangkalan Dituntut 2 Tahun

”Sampai saat ini sudah ada delapan saksi yang kami periksa. Pemeriksaan terus berlanjut,” terangnya.

            Dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi, jelas Edi Sutomo, kejaksaan sangat berhati-hati. Pihaknya harus mengumpulkan dua alat bukti yang kuat sebelum menaikkan status kasus tersebut menjadi penyidikan.

            ”Jika sudah kami temukan dua alat bukti yang kuat, kami naikkan statusnya ke penyidikan,” janjinya.

            Edi Sutomo menegaskan, semua laporan yang masuk ke kejari pasti ditindaklanjuti. Pihaknya melaksanakan ekspose ke pimpinan. Kemudian, diputuskan apakah laporan dilanjutkan atau tidak karena tidak memenuhi dua alat bukti.

            Sayangnya, Kepala Desa Sokobanah Daya Jatem saat dihubungi melalui telepon, kedua nomor selulernya tidak ada respons. Namun, sebelumnya dia menegaskan bahwa kerusakan proyek saluran irigasi sudah diperbaiki.

Baca Juga :  Polisi Tembak Pencuri Spesialis Rumah Kos

            ”Sudah kami perbaiki yang rusak. Bahkan jika memang kurang, kami akan tambah perbaikannya dan pembangunannya. Itu untuk masyarakat kami,” jawabnya singkat. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/