alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pelimpahan Tersangka Kembali Gagal

SAMPANG – Pelimpahan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 2 Ketapang M. Jupri Riyadi kembali gagal. Mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tersebut mangkir saat akan diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang kemarin (27/9).

Informasinya, pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) dijadwalkan dilakukan pukul 10.00. Namun, hingga masuk waktu salat Jumat, pelimpahan tidak terjadi. Kemudian, direncanakan dilaksanakan setelah salat Jumat. Akan tetapi, sampai pukul 17.00, pelimpahan tak kunjung terlaksana.

            Pelimpahan tersangka kali ini memang berbeda dengan enam tersangka lain. Biasanya penyidik polres langsung membawa tersangka ke kejaksaan. Namun, penyidik polres datang ke kantor kejaksaan dengan tangan kosong. Saat ditanya kepada salah satu penyidik polres mengatakan tersangka sedang bersama penasihat hukum (PH)-nya.

Baca Juga :  Mantan Kadisdik Tinggalkan Rutan

            Penyidik polres tampak kebingungan saat tersangka dan PH-nya tidak kunjung datang. Ini kali kedua penyidik polres gagal menghadirkan pria yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) tersebut. 

            ”Pelimpahan tersangka tidak jadi lagi, karena tersangkanya tidak hadir,” kata Ipda Indarta Hendriansyah, Kanit III Pidkor Satreskrim Polres Sampang.

            Sementara itu, Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo membenarkan pelimpahan tersangka gagal. Dengan demikian, tersangka masih dalam kewenangan dan tanggung jawab penyidik polres. Pihaknya sifatnya hanya menunggu pelimpahan. ”Gagal lagi, karena penyidik Polres Sampang belum bisa menghadirkan tersangka dan barang bukti,” ujarnya.

            Jika tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan, akan menjadi tanggung jawab kejaksaan. Apakah ada kemungkinan dilimpahkan pada malam hari, Edi Sutomo memastikan tidak mungkin. ”Jelas tidak ada pelimpahan di malam hari, harus jam kerja. Ini saya tunggu sudah lebih dari jam kerja,” paparnya.

Baca Juga :  Lagi, Uang Senilai Rp 12 Juta Dalam Jok Motor Raib

Dia menambahkan, ada batas waktu pemanggilan kepada tersangka untuk pelimpahan. Menurut dia, jika sudah lebih dua kali tidak hadir dan datang, harus dilakukan penjemputan paksa. ”Jika terus begitu, terancam dijemput paksa tersangka itu,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada RadarMadura.id M. Jupri Riyadi mengatakan, tidak bisa hadir dan memenuhi proses tahap dua. Sebab, pihaknya sedang mencari upaya perlindungan hukum. ”Iya, saya tidak bisa hadir, karena sedang mencari keadilan dan upaya hukum,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi kemarin.

SAMPANG – Pelimpahan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMPN 2 Ketapang M. Jupri Riyadi kembali gagal. Mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tersebut mangkir saat akan diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang kemarin (27/9).

Informasinya, pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) dijadwalkan dilakukan pukul 10.00. Namun, hingga masuk waktu salat Jumat, pelimpahan tidak terjadi. Kemudian, direncanakan dilaksanakan setelah salat Jumat. Akan tetapi, sampai pukul 17.00, pelimpahan tak kunjung terlaksana.

            Pelimpahan tersangka kali ini memang berbeda dengan enam tersangka lain. Biasanya penyidik polres langsung membawa tersangka ke kejaksaan. Namun, penyidik polres datang ke kantor kejaksaan dengan tangan kosong. Saat ditanya kepada salah satu penyidik polres mengatakan tersangka sedang bersama penasihat hukum (PH)-nya.

Baca Juga :  Setahun Kejari Hanya Target Satu Kasus Korupsi

            Penyidik polres tampak kebingungan saat tersangka dan PH-nya tidak kunjung datang. Ini kali kedua penyidik polres gagal menghadirkan pria yang berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) tersebut. 

            ”Pelimpahan tersangka tidak jadi lagi, karena tersangkanya tidak hadir,” kata Ipda Indarta Hendriansyah, Kanit III Pidkor Satreskrim Polres Sampang.

            Sementara itu, Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo membenarkan pelimpahan tersangka gagal. Dengan demikian, tersangka masih dalam kewenangan dan tanggung jawab penyidik polres. Pihaknya sifatnya hanya menunggu pelimpahan. ”Gagal lagi, karena penyidik Polres Sampang belum bisa menghadirkan tersangka dan barang bukti,” ujarnya.

            Jika tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan, akan menjadi tanggung jawab kejaksaan. Apakah ada kemungkinan dilimpahkan pada malam hari, Edi Sutomo memastikan tidak mungkin. ”Jelas tidak ada pelimpahan di malam hari, harus jam kerja. Ini saya tunggu sudah lebih dari jam kerja,” paparnya.

Baca Juga :  Dua Pengedar Sabu-Sabu Keok

Dia menambahkan, ada batas waktu pemanggilan kepada tersangka untuk pelimpahan. Menurut dia, jika sudah lebih dua kali tidak hadir dan datang, harus dilakukan penjemputan paksa. ”Jika terus begitu, terancam dijemput paksa tersangka itu,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada RadarMadura.id M. Jupri Riyadi mengatakan, tidak bisa hadir dan memenuhi proses tahap dua. Sebab, pihaknya sedang mencari upaya perlindungan hukum. ”Iya, saya tidak bisa hadir, karena sedang mencari keadilan dan upaya hukum,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi kemarin.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/