alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Masyarakat Harus Perangi Narkoba

SAMPANG – Masalah narkoba di Kota Bahari belum menemukan solusi tepat. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengajak masyarakat untuk perangi barang haram tersebut.

Menurut bupati, saat ini masalah narkoba menjadi fokus monitoring pemerintah pusat. Hal itu terjadi karena beberapa bulan lalu terungkap kasus peredaran narkoba di Kecamatan Sokobanah.

Pihaknya berharap peran serta masyarakat agar terlibat dalam menekan peredaran narkoba. Pasalnya, narkoba tidak hanya merusak masa depan generasi bangsa, tapi juga mengancam tatanan negara.

”Mencegah mata rantai peredaran narkoba itu perjuangan yang sebenarnya. Kita harus tegas dalam masalah narkoba yang bisa merusak tatanan negara. Sebab, narkoba bisa mengancam siapa saja,” ujar bupati yang akrab disapa Haji Idi itu kemarin (27/9).

Baca Juga :  Singgih Divonis Tiga Tahun, Kejari Sampang Banding

Menurut dia, peristiwa yang terjadi di Sampang sering menyedot perhatian pemerintah pusat. Selain narkoba, ada beberapa peristiwa yang menjadi atensi. Di antaranya, pembunuhan hingga pembakaran.

Masalah tersebut sulit dicarikan solusi, kecuali mengubah mindset masyarakat. Hal itu perlu dorongan dari tokoh ulama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. ”Yang paling penting adalah mengubah mindset dari golongan yang bisa merusak tatanan negara, khususnya Sampang,” tutur H. Idi.

Kasatresnarkoba AKP Hari Siswo Suwarno mengungkapkan, saat ini semua kecamatan rawan peredaran narkoba. Hal itu terlihat dari angka kasus narkoba yang berhasil diungkapnya. Hingga Agustus, pihaknya berhasil meringkus 94 budak narkoba.

Pihaknya berkomitmen terus mengungkap peredaran barang haram tersebut. Selain melakukan operasi, peran serta masyarakat sangat diharapkan. ”Memang tanpa peran serta masyarakat, kita sulit mengungkapnya,” tegasnya. (bil)

Baca Juga :  Melanggar, 75 Pengendara Ditilang dan Disidang di Tempat

SAMPANG – Masalah narkoba di Kota Bahari belum menemukan solusi tepat. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengajak masyarakat untuk perangi barang haram tersebut.

Menurut bupati, saat ini masalah narkoba menjadi fokus monitoring pemerintah pusat. Hal itu terjadi karena beberapa bulan lalu terungkap kasus peredaran narkoba di Kecamatan Sokobanah.

Pihaknya berharap peran serta masyarakat agar terlibat dalam menekan peredaran narkoba. Pasalnya, narkoba tidak hanya merusak masa depan generasi bangsa, tapi juga mengancam tatanan negara.

”Mencegah mata rantai peredaran narkoba itu perjuangan yang sebenarnya. Kita harus tegas dalam masalah narkoba yang bisa merusak tatanan negara. Sebab, narkoba bisa mengancam siapa saja,” ujar bupati yang akrab disapa Haji Idi itu kemarin (27/9).

Baca Juga :  Puncak Harjad 397 Ziarah Makam Rato Ebu

Menurut dia, peristiwa yang terjadi di Sampang sering menyedot perhatian pemerintah pusat. Selain narkoba, ada beberapa peristiwa yang menjadi atensi. Di antaranya, pembunuhan hingga pembakaran.

Masalah tersebut sulit dicarikan solusi, kecuali mengubah mindset masyarakat. Hal itu perlu dorongan dari tokoh ulama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. ”Yang paling penting adalah mengubah mindset dari golongan yang bisa merusak tatanan negara, khususnya Sampang,” tutur H. Idi.

Kasatresnarkoba AKP Hari Siswo Suwarno mengungkapkan, saat ini semua kecamatan rawan peredaran narkoba. Hal itu terlihat dari angka kasus narkoba yang berhasil diungkapnya. Hingga Agustus, pihaknya berhasil meringkus 94 budak narkoba.

Pihaknya berkomitmen terus mengungkap peredaran barang haram tersebut. Selain melakukan operasi, peran serta masyarakat sangat diharapkan. ”Memang tanpa peran serta masyarakat, kita sulit mengungkapnya,” tegasnya. (bil)

Baca Juga :  10 OPD di Jajaran Pemkab Sampang Akan Digabung, Berikut Daftarnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/