alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Melawan dan Hendak Kabur, Polisi Tembak Kaki Kanan DPO Kasus Curanmor

SAMPANG – Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang terpaksa menembak kaki kanan Saifudin. Sebab, pria 26 tahun yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus curanmor itu hendak kabur saat akan ditangkap.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan, Saifudin disergap polisi di Jalan Pragoto Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya pada Kamis (25/12).

“Kami tangkap di pinggir jalan. Saat digeledah, ditemukan 10 bungkus plastik kecil yang diduga berisi narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) di dompetnya,” katanya.

Dijelaskan, polisi memiliki alasan kenapa melumpuhkan kaki kanan warga Desa Meteng, Kecamatan Omben tersebut. Selain berniat kabur, Saifudin berusaha melawan saat akan ditangkap.

“Mau kabur. Karena itu, ditembak di tempat. Perintah saya kepada semua anggota sudah jelas, tersangka curanmor maupun curwan yang melawan atau kabur, silahkan tembak di tempat,” tegasnya.

Baca Juga :  Seorang Pria di Sampang Ditemukan Meninggal di Jalan, Ini Identitasnya

Didit BWS mengungkapkan, Saifudin dimasukkan dalam DPO karena terlibat dalam kasus curanmor yang terjadi pada 2017 lalu. Korbannya bernama Firman, warga Pamekasan.

“Ceritanya, korban menginap di rumah mertuanya di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang. Sekitar pukul 04.00, sepeda motor Honda Vario yang diparkir di ruang tamu diketahui hilang,” ulas Didit BWS.

Didit BWS menerangkan, penangkapan Saifudin dilakukan setelah polisi mengamankan rekannya. “Karena perbuatannya, Saifudin diancam hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang terpaksa menembak kaki kanan Saifudin. Sebab, pria 26 tahun yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus curanmor itu hendak kabur saat akan ditangkap.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan, Saifudin disergap polisi di Jalan Pragoto Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya pada Kamis (25/12).

“Kami tangkap di pinggir jalan. Saat digeledah, ditemukan 10 bungkus plastik kecil yang diduga berisi narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) di dompetnya,” katanya.


Dijelaskan, polisi memiliki alasan kenapa melumpuhkan kaki kanan warga Desa Meteng, Kecamatan Omben tersebut. Selain berniat kabur, Saifudin berusaha melawan saat akan ditangkap.

“Mau kabur. Karena itu, ditembak di tempat. Perintah saya kepada semua anggota sudah jelas, tersangka curanmor maupun curwan yang melawan atau kabur, silahkan tembak di tempat,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Dua Titik di Sampang Rawan Lakalantas, Mana Saja?

Didit BWS mengungkapkan, Saifudin dimasukkan dalam DPO karena terlibat dalam kasus curanmor yang terjadi pada 2017 lalu. Korbannya bernama Firman, warga Pamekasan.

“Ceritanya, korban menginap di rumah mertuanya di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang. Sekitar pukul 04.00, sepeda motor Honda Vario yang diparkir di ruang tamu diketahui hilang,” ulas Didit BWS.

Didit BWS menerangkan, penangkapan Saifudin dilakukan setelah polisi mengamankan rekannya. “Karena perbuatannya, Saifudin diancam hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/