alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Karyawan Terjamin, JPRM Tak Minta Sumbangan Biaya Kesehatan

BANGKALAN – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika bisa jadi salah satu contoh pejabat cerdas. Pasalnya, dia tidak mudah percaya terhadap setiap permintaan yang mengatasnamakan insan pers.

Kemarin (26/10) dia menerima pesan singkat dari nomor 081334394589. Kali pertama pengirim pesan menulis salam dan bertanya kabar serta memperkenalkan diri. ”Mas Azis Radar Madura Pers,” tulisan pesan itu.

Setelah salam itu dijawab, pengirim pesan memberitahukan bahwa ada hal yang  dianggap penting untuk disampaikan. ”Tlg jenengan bantu gotong royong semampunya Mas Didik Pak Bambang kshn operasi kelenjar getah bening dirs dr soetomo sby.lwtkan no rek ybs sndiri Pak biar tau kluarganya.BCA.0901646731.a/n.Didik Purwanto.tks byk sblmnya Pak smg byk rjkinya.amin..slm dr teman2 Pers..,” tulis pengirim pesan yang mengaku sebagai Azis itu.

Bambang tak segera balas pesan itu karena tahu gelagat si penipu. Tak berapa lama nomor itu kirim pesan misuh-misuh. Selain tak meladeni permintaan itu, Bambang segera memberitahukan bawahannya. Selanjutnya disampaikan kepada kru Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Upaya penipu untuk meraup uang pun gagal karena ketahuan belangnya.

Baca Juga :  Kejari Tunggu Tanggal Bagus, Untuk Pelimpahan Berkas Dua Kasus Korupsi

Pemimpin Redaksi (Pemred) JPRM Lukman Hakim AG memastikan itu bukan pesan dari kru media Korannya Orang Madura. Banyak bukti menunjukkan bahwa pesan itu dari penipu. Pertama, di JPRM tidak ada yang bernama Azis dan Didik Purwanto. Direktur JPRM memang Abdul Aziz. Tapi, bukan Azis.

Kedua, nama media yang dinaungi PT Madura Intermedia Pers ini bukan Radar Madura Pers. melainkan Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Ketiga, wartawan JPRM dilarang meminta dan menerima barang atau uang dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Apalagi, meminta uang untuk biaya berobat. Sebab, sebagai perusahaan profesional, karyawan JPRM dilindungi asuransi kesehatam dan asuransi ketenagakerjaan.

”Yang paling mudah bisa lihat cara penipu itu menulis pesan. Sama sekali tidak menunjukkan sebagai pelaku media. Orang yang paham dunia tulis-menulis pasti tertawa membaca tulisan itu. Apalagi, kepala dinas pendidikan,” terang Lukman.

Baca Juga :  UNBK Ratusan Lembaga Belum Mandiri

Lukman mengungkapkan, Kadisdik Bambang Budi Mustika merupakan satu dari beberapa orang yang kemarin menerima pesan dari nomor 081334394589. Isinya juga sama. Meminta uang dengan alasan untuk biaya operasi orang bernama Didik Purwanto.

Dia mengapresiasi langkah pejabat Disdik Bangkalan yang segera mengklarifikasi kepada kru JPRM. Dengan begitu, bisa mencegah agar tidak menjadi korban penipuan. Kantor JPRM jelas. Di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep ada. Nomor telepon kantor dan nomor rekening perusahaan bisa dilihat di koran terbitan setiap hari.

”Atau, bisa hubungi kru JPRM yang dikenal. Sebagai media yang sudah terverifikasi Dewan Pers, JPRM bekerja profesional,” terang Lukman.

Lukman menegaskan, JPRM tidak menoleransi setiap tindakan yang merugikan perusahaan dan pembaca. Dia  minta polisi mengusut pemilik nomor telepon dan nomor rekening tersebut. ”Jangan mudah percaya orang tak dikenal. Karyawan JPRM dibekali kartu atau surat tugas dalam mengemban amanah perusahaan,” pesan Lukman.

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika bisa jadi salah satu contoh pejabat cerdas. Pasalnya, dia tidak mudah percaya terhadap setiap permintaan yang mengatasnamakan insan pers.

Kemarin (26/10) dia menerima pesan singkat dari nomor 081334394589. Kali pertama pengirim pesan menulis salam dan bertanya kabar serta memperkenalkan diri. ”Mas Azis Radar Madura Pers,” tulisan pesan itu.

Setelah salam itu dijawab, pengirim pesan memberitahukan bahwa ada hal yang  dianggap penting untuk disampaikan. ”Tlg jenengan bantu gotong royong semampunya Mas Didik Pak Bambang kshn operasi kelenjar getah bening dirs dr soetomo sby.lwtkan no rek ybs sndiri Pak biar tau kluarganya.BCA.0901646731.a/n.Didik Purwanto.tks byk sblmnya Pak smg byk rjkinya.amin..slm dr teman2 Pers..,” tulis pengirim pesan yang mengaku sebagai Azis itu.


Bambang tak segera balas pesan itu karena tahu gelagat si penipu. Tak berapa lama nomor itu kirim pesan misuh-misuh. Selain tak meladeni permintaan itu, Bambang segera memberitahukan bawahannya. Selanjutnya disampaikan kepada kru Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Upaya penipu untuk meraup uang pun gagal karena ketahuan belangnya.

Baca Juga :  Pemerkosa, Pembunuh, dan Perampok Ini Divonis Mati

Pemimpin Redaksi (Pemred) JPRM Lukman Hakim AG memastikan itu bukan pesan dari kru media Korannya Orang Madura. Banyak bukti menunjukkan bahwa pesan itu dari penipu. Pertama, di JPRM tidak ada yang bernama Azis dan Didik Purwanto. Direktur JPRM memang Abdul Aziz. Tapi, bukan Azis.

Kedua, nama media yang dinaungi PT Madura Intermedia Pers ini bukan Radar Madura Pers. melainkan Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Ketiga, wartawan JPRM dilarang meminta dan menerima barang atau uang dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Apalagi, meminta uang untuk biaya berobat. Sebab, sebagai perusahaan profesional, karyawan JPRM dilindungi asuransi kesehatam dan asuransi ketenagakerjaan.

”Yang paling mudah bisa lihat cara penipu itu menulis pesan. Sama sekali tidak menunjukkan sebagai pelaku media. Orang yang paham dunia tulis-menulis pasti tertawa membaca tulisan itu. Apalagi, kepala dinas pendidikan,” terang Lukman.

Baca Juga :  Kejari Hentikan Kasus Raskin di Tujuh Kecamatan

Lukman mengungkapkan, Kadisdik Bambang Budi Mustika merupakan satu dari beberapa orang yang kemarin menerima pesan dari nomor 081334394589. Isinya juga sama. Meminta uang dengan alasan untuk biaya operasi orang bernama Didik Purwanto.

Dia mengapresiasi langkah pejabat Disdik Bangkalan yang segera mengklarifikasi kepada kru JPRM. Dengan begitu, bisa mencegah agar tidak menjadi korban penipuan. Kantor JPRM jelas. Di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep ada. Nomor telepon kantor dan nomor rekening perusahaan bisa dilihat di koran terbitan setiap hari.

”Atau, bisa hubungi kru JPRM yang dikenal. Sebagai media yang sudah terverifikasi Dewan Pers, JPRM bekerja profesional,” terang Lukman.

Lukman menegaskan, JPRM tidak menoleransi setiap tindakan yang merugikan perusahaan dan pembaca. Dia  minta polisi mengusut pemilik nomor telepon dan nomor rekening tersebut. ”Jangan mudah percaya orang tak dikenal. Karyawan JPRM dibekali kartu atau surat tugas dalam mengemban amanah perusahaan,” pesan Lukman.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/