alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Kejari Beralasan Tersangka Korupsi Kambing Etawa Belum Diinterogasi

BANGKALAN – Masa penahanan tersangka dugaan korupsi program pengadaan kambing etawa 2017 yang sudah diperpanjang tinggal hitungan hari. Akan tetapi, hingga kemarin (26/9) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan belum melengkapi berkas perkara agar bisa dilimpahkan ke pengadilan. Korps Adhyaksa beralasan salah seorang tersangka masih sakit sehingga belum bisa diinterogasi.

Tersangka dugaan korupsi program kambing etawa yakni Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan. Mereka sudah menjalani penahanan selama 20 hari. Tetapi, penyidik kejari belum menyelesaikan berkas perkara. Akibatnya, masa penahanan dua tersangka itu diperpanjang 40 hari. Yakni, terhitung sejak 21 Agustus 2019. Dengan demikian, perpanjangan masa penahanan dua tersangka berakhir pada 30 September.

Humas Kejari Bangkalan Putu Aya Wibisana mengatakan, pihaknya terus memproses dugaan korupsi kambing etawa. Yakni, dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan, tak terkecuali tersangka.

Baca Juga :  Rabu, Pengacara Harno Datangi Mapolresta Tangsel

Tersangka Mulyanto Dahlan sempat dirawat inap di RSUD Syamrabu Bangkalan. ”Tapi, sudah keluar dan kembali ke lapas minggu lalu. Tepatnya, 16 September,” ujarnya kemarin.

Direncanakan, pelimpahan berkas perkara, barang bukti (BB), dan tersangka ke Pengadilan Tipikor Surabaya dilakukan akhir September. ”Pidsus yang melengkapi berkas perkara. Perkembangannya bisa dilihat nanti. Kalau berkas perkara masih belum lengkap, penahanan tersangka bisa diperpanjang lagi,” jelasnya mewakili Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam.

Pria asal Pulau Dewata itu menjelaskan, perpanjangan masa penahanan tersangka dilakukan lagi jika berkas perkara belum lengkap. Menurut Putu, lebih kurang 120 hari untuk tambahan masa penahanan. ”Perpanjangan penahanan masih bisa asalkan di bawah 120 hari. Maksimal 120 hari,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat Kasi Intel Kejari Bangkalan itu menyampaikan, untuk melengkapi kekurangan berkas, pihaknya memanggil beberapa pihak yang sebelumnya dimintai keterangan. Sedangkan tersangka Mulyanto Dahlan diakui belum dipanggil karena sakit.

Baca Juga :  Ternyata Salim Achmad Dalang Korupsi KUT

”Dipanggil untuk dimintai keterangan setelah ditetapkan tersangka masih belum. Dia (Mulyanto Dahlan) masih sakit. Yang jelas, dia sudah kembali ke lapas. Dia belum sembuh total,” bebernya.

Apakah penyidik yang akan mendatangi tersangka atau tersangka yang akan dihadirkan ke kantor kejari? Putu enggan memberikan penjelasan secara detail. Menurut dia, penyidik yang nantinya mengatur seperti apa prosesnya. ”Nanti bisa dilihat. Kalau bisa didatangkan ke kejaksaan, kami periksa. Jika memang tidak bisa, diperiksa di sana (lapas, Red),” terangnya.

Pihaknya akan memaksimalkan waktu yang tersisa ini untuk melengkapi kekurangan berkas. Diharapkan tidak ada tambahan perpanjangan masa tahanan lagi untuk kedua tersangka. ”Semoga kami bisa segera menyelesaikan kekurangan berkas,” harapnya. 

BANGKALAN – Masa penahanan tersangka dugaan korupsi program pengadaan kambing etawa 2017 yang sudah diperpanjang tinggal hitungan hari. Akan tetapi, hingga kemarin (26/9) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan belum melengkapi berkas perkara agar bisa dilimpahkan ke pengadilan. Korps Adhyaksa beralasan salah seorang tersangka masih sakit sehingga belum bisa diinterogasi.

Tersangka dugaan korupsi program kambing etawa yakni Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan. Mereka sudah menjalani penahanan selama 20 hari. Tetapi, penyidik kejari belum menyelesaikan berkas perkara. Akibatnya, masa penahanan dua tersangka itu diperpanjang 40 hari. Yakni, terhitung sejak 21 Agustus 2019. Dengan demikian, perpanjangan masa penahanan dua tersangka berakhir pada 30 September.

Humas Kejari Bangkalan Putu Aya Wibisana mengatakan, pihaknya terus memproses dugaan korupsi kambing etawa. Yakni, dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan, tak terkecuali tersangka.

Baca Juga :  Dua Kurir 8,75 Kilogram Sabu Dituntut 20 Tahun

Tersangka Mulyanto Dahlan sempat dirawat inap di RSUD Syamrabu Bangkalan. ”Tapi, sudah keluar dan kembali ke lapas minggu lalu. Tepatnya, 16 September,” ujarnya kemarin.

Direncanakan, pelimpahan berkas perkara, barang bukti (BB), dan tersangka ke Pengadilan Tipikor Surabaya dilakukan akhir September. ”Pidsus yang melengkapi berkas perkara. Perkembangannya bisa dilihat nanti. Kalau berkas perkara masih belum lengkap, penahanan tersangka bisa diperpanjang lagi,” jelasnya mewakili Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam.

Pria asal Pulau Dewata itu menjelaskan, perpanjangan masa penahanan tersangka dilakukan lagi jika berkas perkara belum lengkap. Menurut Putu, lebih kurang 120 hari untuk tambahan masa penahanan. ”Perpanjangan penahanan masih bisa asalkan di bawah 120 hari. Maksimal 120 hari,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat Kasi Intel Kejari Bangkalan itu menyampaikan, untuk melengkapi kekurangan berkas, pihaknya memanggil beberapa pihak yang sebelumnya dimintai keterangan. Sedangkan tersangka Mulyanto Dahlan diakui belum dipanggil karena sakit.

Baca Juga :  Ditahan Kejati, Taufadi Minta Maaf

”Dipanggil untuk dimintai keterangan setelah ditetapkan tersangka masih belum. Dia (Mulyanto Dahlan) masih sakit. Yang jelas, dia sudah kembali ke lapas. Dia belum sembuh total,” bebernya.

Apakah penyidik yang akan mendatangi tersangka atau tersangka yang akan dihadirkan ke kantor kejari? Putu enggan memberikan penjelasan secara detail. Menurut dia, penyidik yang nantinya mengatur seperti apa prosesnya. ”Nanti bisa dilihat. Kalau bisa didatangkan ke kejaksaan, kami periksa. Jika memang tidak bisa, diperiksa di sana (lapas, Red),” terangnya.

Pihaknya akan memaksimalkan waktu yang tersisa ini untuk melengkapi kekurangan berkas. Diharapkan tidak ada tambahan perpanjangan masa tahanan lagi untuk kedua tersangka. ”Semoga kami bisa segera menyelesaikan kekurangan berkas,” harapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/