alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Tak Puas Dua Tersangka, Kejari Buru Pihak Lain

SAMPANG – Penetapan dua tersangka kasus penarikan fee proyek ruang kelas baru (RKB) di Disdik Sampang bukan babak terakhir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang memastikan akan mengembangkan hingga tuntas.

Saat ini tim kejaksaan terus melakukan kajian terhadap barang bukti (BB) dan berkas yang disita dari ruang Kasi Sarpras Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Ach. Rojiun. Karena itu, Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi belum diperiksa lagi sebagai tersangka.

Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, Rojiun dan Edi Wahyudi belum diperiksa lagi. Tim khusus (timsus) kejari sedang fokus mengkaji dan meneliti berkas. ”Tidak. Kami fokus kajian berkas dan barang bukti,” ungkapnya kemairn (26/7).

Jika kajian dan penelitian oleh Timsus Kejari Sampang selesai, pihaknya akan memanggil lagi kedua tersangka untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pada hari pertama akan dikolaborasikan dengan beberapa dokumen yang sudah disita dari ruang dua tersangka. ”Pengembangan sudah pasti. Tunggulah dulu temuan-temuan barunya nanti, pasti ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejari Sampang Ingin┬áTuntaskan Kasus JKN

Kedua tersangka saat ini tetap dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Penitipan dilakukan selama 20 hari dalam tahap proses penyidikan. ”Masih dititip di rutan sini, belum kami periksa lagi,” terangnya.

Edi menegaskan, kasus penarikan fee proyek akan dikembangkan. Kemungkinan masih banyak yang terlibat dalam kasus tersebut. ”Pasti kami kembangkan, aliran fee yang ditarik itu ke mana saja,” terangnya.

Kepala Rutan Kelas II B Sampang Gatot Tri Raharjo membenarkan dua pejabat Disdik Sampang yang jadi tersangka dititip di rutan. Dua tersangka ditempatkan di ruang tahanan kriminal. ”Selama masuk ke sini mereka berdua belum ada permintaan untuk dikeluarkan dalam rangka pemeriksaan,” ungkapnya.

Pihaknya memperlakukan sama terhadap dua tersangka seperti tahanan lain. Menurut dia, total warga binaan di Rutan kelas II-B Sampang 314 orang. ”Keluarganya sepertinya sudah menjenguk. Kalau dari kedinasan kami belum monitor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap di  Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, pada pukul 09.00, Rabu (24/7). Penangkapan dilakukan karena keduanya diduga meminta fee proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Banyuanyar 2.

Baca Juga :  Hendak Disergap Polisi, Warga Bangkalan Sembunyi di Plafon Rumah

Sekolah tersebut tahun ini memperoleh anggaran dari APBN Rp 1,4 miliar untuk pembangunan RKB. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap tak lama setelah keluar dari SDN Banyuanyar 2 menggunakan mobil CRV hitam AG 1939 YG. Setelah ruangan digeledah, tim kejari menemukan uang tunai Rp 75 juta.

Barang bukti lain berupa buku yang di dalamnya diduga berisi catatan daftar sekolah yang dimintai fee. Tak hanya itu, tiga buku tabungan BCA dan BNI atas nama Ach. Rojiun dan buku tabungan BRI atas nama orang lain. Buku rekening yang berhasil diamankan berisi uang ratusan juta. Uang tersebut diduga adalah hasil penarikan fee proyek dari beberapa sekolah di Sampang.

Setelah menjalani pemeriksaan, Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Mereka dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Namun, pihak pemberi fee belum ditangkap.

- Advertisement -

SAMPANG – Penetapan dua tersangka kasus penarikan fee proyek ruang kelas baru (RKB) di Disdik Sampang bukan babak terakhir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang memastikan akan mengembangkan hingga tuntas.

Saat ini tim kejaksaan terus melakukan kajian terhadap barang bukti (BB) dan berkas yang disita dari ruang Kasi Sarpras Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Ach. Rojiun. Karena itu, Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi belum diperiksa lagi sebagai tersangka.

Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, Rojiun dan Edi Wahyudi belum diperiksa lagi. Tim khusus (timsus) kejari sedang fokus mengkaji dan meneliti berkas. ”Tidak. Kami fokus kajian berkas dan barang bukti,” ungkapnya kemairn (26/7).


Jika kajian dan penelitian oleh Timsus Kejari Sampang selesai, pihaknya akan memanggil lagi kedua tersangka untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan pada hari pertama akan dikolaborasikan dengan beberapa dokumen yang sudah disita dari ruang dua tersangka. ”Pengembangan sudah pasti. Tunggulah dulu temuan-temuan barunya nanti, pasti ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Hendak Disergap Polisi, Warga Bangkalan Sembunyi di Plafon Rumah

Kedua tersangka saat ini tetap dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Penitipan dilakukan selama 20 hari dalam tahap proses penyidikan. ”Masih dititip di rutan sini, belum kami periksa lagi,” terangnya.

Edi menegaskan, kasus penarikan fee proyek akan dikembangkan. Kemungkinan masih banyak yang terlibat dalam kasus tersebut. ”Pasti kami kembangkan, aliran fee yang ditarik itu ke mana saja,” terangnya.

Kepala Rutan Kelas II B Sampang Gatot Tri Raharjo membenarkan dua pejabat Disdik Sampang yang jadi tersangka dititip di rutan. Dua tersangka ditempatkan di ruang tahanan kriminal. ”Selama masuk ke sini mereka berdua belum ada permintaan untuk dikeluarkan dalam rangka pemeriksaan,” ungkapnya.

Pihaknya memperlakukan sama terhadap dua tersangka seperti tahanan lain. Menurut dia, total warga binaan di Rutan kelas II-B Sampang 314 orang. ”Keluarganya sepertinya sudah menjenguk. Kalau dari kedinasan kami belum monitor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap di  Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, pada pukul 09.00, Rabu (24/7). Penangkapan dilakukan karena keduanya diduga meminta fee proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Banyuanyar 2.

Baca Juga :  Konsultan Pengawas dan Pelaksana Proyek SMPN 2 Ketapang Segera Sidang

Sekolah tersebut tahun ini memperoleh anggaran dari APBN Rp 1,4 miliar untuk pembangunan RKB. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditangkap tak lama setelah keluar dari SDN Banyuanyar 2 menggunakan mobil CRV hitam AG 1939 YG. Setelah ruangan digeledah, tim kejari menemukan uang tunai Rp 75 juta.

Barang bukti lain berupa buku yang di dalamnya diduga berisi catatan daftar sekolah yang dimintai fee. Tak hanya itu, tiga buku tabungan BCA dan BNI atas nama Ach. Rojiun dan buku tabungan BRI atas nama orang lain. Buku rekening yang berhasil diamankan berisi uang ratusan juta. Uang tersebut diduga adalah hasil penarikan fee proyek dari beberapa sekolah di Sampang.

Setelah menjalani pemeriksaan, Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Mereka dititipkan di Rutan Kelas II-B Sampang. Namun, pihak pemberi fee belum ditangkap.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/