alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Taman Pemkab Tak Aman, Mesin Pompa Air Digondol Maling

SAMPANG – Taman Pemkab Sampang di Jalan Jamaludin tidak aman. Mesin pompa air penyemprot tanaman hias raib digondol maling Senin malam (24/12), Tidak ada orang yang mengetahui pencurian tersebut.

Belakangan diketahui pelaku mencuri mesin itu dengan membobol pintu rumah pompa. Akibat pencurian itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang tidak bisa menyemprot tanaman hias di taman. 

Kabid Konservasi Rehabilitas Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan mengungkapkan, kejadian itu berlangsung antara pukul 22.00–00.05. Dengan demikian, tidak ada orang yang mengetahui kejadian tersebut. Termasuk petugas satpol PP yang berjaga di pos satpam kantor pemkab. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena bisa berakibat pada ketidakmaksimalan penyemprotan tanaman hias di taman. 

”Mesin yang hilang berjenis Jet Pump. Harganya sekitar Rp 2 juta. Pelaku mengambil mesin itu setelah merusak gerendel pintu rumah pompa,” ucapnya Selasa (25/12).

Baca Juga :  Kasus Proyek Pragaan Berpotensi Tambah Tersangka

Dia mengatakan, pencurian fasilitas dan sarana prasarana (sarpras) taman sering terjadi di hampir di semua taman kota. Biasanya sarpras yang diambil pencuri yaitu bola lampu sorot, kabel, lampu hias, dan pot bunga. Bahkan, tak jarang tanaman hias yang harganya mahal juga hilang. Misalnya, Cemara udang, anggrek hitam, dan bunga lili.

”Yang paling sering hilang itu cemara udang. Harganya bisa mencapai Rp 1 juta per batang. Kalau untuk lampu hias biasanya di Taman Monumen Trunojoyo, SMKN 2 Sampang, dan taman di depan toko Perintis,” katanya. 

Dia mengklaim, selama ini pengawasan terkait dengan keamanan di seluruh taman kota sudah maksimal. Petugas DLH dibantu satpol PP aktif mengawasi area taman dengan sistem sif siang hingga malam. Saat siang hari mulai pukul 13.00–17.00. Sementara malam harinya, mulai pukul 19.00–23.00. 

Baca Juga :  DPMD Sosialisasikan Regulasi di Bidang Cukai di Camplong

”Penjagaan tidak bisa dilakukan selama 24 jam karena minim petugas. Dengan demikian, kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil sarpras taman,” kelitnya.

Instansinya berencana mengusulkan program pemasangan closed circuit television (CCTV) di seluruh taman pada tahun anggaran 2019. Tujuannya, agar situasi yang terjadi di area taman bisa terpantau. Termasuk, pencurian dan aktivitas yang menyalahi norma dan aturan.

”Kami akan terus berupaya mengelola dan mengembangkan semua ruang terbuka hijau (RTH). Kami harap, masyarakat berperan aktif menjaga dan memelihara kelestarian taman. Dengan tidak merusak atau mencuri sarpas dan tanaman hias,” ujarnya. 

- Advertisement -

SAMPANG – Taman Pemkab Sampang di Jalan Jamaludin tidak aman. Mesin pompa air penyemprot tanaman hias raib digondol maling Senin malam (24/12), Tidak ada orang yang mengetahui pencurian tersebut.

Belakangan diketahui pelaku mencuri mesin itu dengan membobol pintu rumah pompa. Akibat pencurian itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang tidak bisa menyemprot tanaman hias di taman. 

Kabid Konservasi Rehabilitas Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan mengungkapkan, kejadian itu berlangsung antara pukul 22.00–00.05. Dengan demikian, tidak ada orang yang mengetahui kejadian tersebut. Termasuk petugas satpol PP yang berjaga di pos satpam kantor pemkab. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena bisa berakibat pada ketidakmaksimalan penyemprotan tanaman hias di taman. 


”Mesin yang hilang berjenis Jet Pump. Harganya sekitar Rp 2 juta. Pelaku mengambil mesin itu setelah merusak gerendel pintu rumah pompa,” ucapnya Selasa (25/12).

Baca Juga :  Sepuluh Bulan, Tangkap 87 Budak Narkoba

Dia mengatakan, pencurian fasilitas dan sarana prasarana (sarpras) taman sering terjadi di hampir di semua taman kota. Biasanya sarpras yang diambil pencuri yaitu bola lampu sorot, kabel, lampu hias, dan pot bunga. Bahkan, tak jarang tanaman hias yang harganya mahal juga hilang. Misalnya, Cemara udang, anggrek hitam, dan bunga lili.

”Yang paling sering hilang itu cemara udang. Harganya bisa mencapai Rp 1 juta per batang. Kalau untuk lampu hias biasanya di Taman Monumen Trunojoyo, SMKN 2 Sampang, dan taman di depan toko Perintis,” katanya. 

Dia mengklaim, selama ini pengawasan terkait dengan keamanan di seluruh taman kota sudah maksimal. Petugas DLH dibantu satpol PP aktif mengawasi area taman dengan sistem sif siang hingga malam. Saat siang hari mulai pukul 13.00–17.00. Sementara malam harinya, mulai pukul 19.00–23.00. 

Baca Juga :  Geledah Rumah Maling Motor di Sampang, Polisi Berhasil Temukan Narkoba

”Penjagaan tidak bisa dilakukan selama 24 jam karena minim petugas. Dengan demikian, kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil sarpras taman,” kelitnya.

Instansinya berencana mengusulkan program pemasangan closed circuit television (CCTV) di seluruh taman pada tahun anggaran 2019. Tujuannya, agar situasi yang terjadi di area taman bisa terpantau. Termasuk, pencurian dan aktivitas yang menyalahi norma dan aturan.

”Kami akan terus berupaya mengelola dan mengembangkan semua ruang terbuka hijau (RTH). Kami harap, masyarakat berperan aktif menjaga dan memelihara kelestarian taman. Dengan tidak merusak atau mencuri sarpas dan tanaman hias,” ujarnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/