alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Pembacok Caleg Terancam 5 Tahun

SAMPANG – Purwanto, 25, warga Dusun Saesah, Desa Asem Raja, Kecamatan Jrengik, yang menjadi tersangka pembacokan salah satu calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya Dapil 2 terancam pidana kurungan 5 tahun penjara. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto Selasa (25/12).

”Pelaku terancam pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara,” katanya. Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban hendak membeli bakso saat orkes yang digelar di desanya. Namun, tiba-tiba datang tersangka mengendarai sepeda motor bersama seorang perempuan dari barat hendak menabrak korban.

Korban pun menegurnya. Tidak terima, Purwanto kemudian mengeluarkan sebilah celurit yang diarahkan kepada korban dan ditangkis mengenai jari. Kebetulan, di acara orkes tersebut ada petugas yang berjaga. ”Pelaku dengan barang buktinya langsung diamankan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Dua Titik di Sampang Rawan Lakalantas, Mana Saja?

Pada saat diperiksa, tersangka memberikan keterangan bahwa keduanya sempat punya masalah terkait cuitan atau pertengkaran di Facebook sebelumnya. Bahkan, pelaku dan korban sempat bertengkar melalui messenger Facebook. ”Sudah ada empat saksi yang sudah diperiksa, kami akan terus dalami kasus ini,” terangnya.

Selain itu, Hery menegaskan bahwa pelaku merupakan residivis. Pada 2011, Purwanto masuk penjara karena tersangkut kasus melarikan seorang anak. ”Saya diajak carok sama dia. Chat dan voice note-nya ada di messanger, masih saya simpan,” ucap Purwanto kepada wartawan Jawa Pos Radar Madura kemarin. 

- Advertisement -

SAMPANG – Purwanto, 25, warga Dusun Saesah, Desa Asem Raja, Kecamatan Jrengik, yang menjadi tersangka pembacokan salah satu calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya Dapil 2 terancam pidana kurungan 5 tahun penjara. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto Selasa (25/12).

”Pelaku terancam pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara,” katanya. Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban hendak membeli bakso saat orkes yang digelar di desanya. Namun, tiba-tiba datang tersangka mengendarai sepeda motor bersama seorang perempuan dari barat hendak menabrak korban.

Korban pun menegurnya. Tidak terima, Purwanto kemudian mengeluarkan sebilah celurit yang diarahkan kepada korban dan ditangkis mengenai jari. Kebetulan, di acara orkes tersebut ada petugas yang berjaga. ”Pelaku dengan barang buktinya langsung diamankan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gardu Induk Kenjeran Gangguan, Listrik Madura Padam

Pada saat diperiksa, tersangka memberikan keterangan bahwa keduanya sempat punya masalah terkait cuitan atau pertengkaran di Facebook sebelumnya. Bahkan, pelaku dan korban sempat bertengkar melalui messenger Facebook. ”Sudah ada empat saksi yang sudah diperiksa, kami akan terus dalami kasus ini,” terangnya.

Selain itu, Hery menegaskan bahwa pelaku merupakan residivis. Pada 2011, Purwanto masuk penjara karena tersangkut kasus melarikan seorang anak. ”Saya diajak carok sama dia. Chat dan voice note-nya ada di messanger, masih saya simpan,” ucap Purwanto kepada wartawan Jawa Pos Radar Madura kemarin. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/