alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Dikira Mainan, Roket Parasut Meledak

SAMPANG – Niat ingin mandi di sungai berujung pilu. Zainal, 18, warga Dusun Torbang, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, jadi korban ledakan rocket parachute flan. Roket itu dikira mainan. Namun ketika benangnya ditarik, roket tersebut justru meledak mengenai matanya.

Minggu (24/12) sekitar pukul 14.00 Zainal hendak mandi di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itu dia bersama Ahmad dan Riyan. Sebelum mandi, Zainal melihat benda aneh di dalam sungai. Kemudian, dia menarik sebuah benang. Pada saat itu, benda tersebut meledak dan mengenai kelopak mata kanan.

Atas kejadian itu, korban dilarikan ke Puskesmas Tambelangan karena luka robek. Sekitar pukul 16.35, anggota Polsek Tambelangan berpatroli. Mendengar informasi warga, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Mati Mat Beta

”Saya kira mainan dan bentuknya seperti mercon. Karena ada benangnya saya tarik, ternyata meletus,” kata Zainal kepada Jawa Pos Radar Madura Senin (25/12). ”Untungnya, posisi agak miring karena saya sambil melihat lubang. Kalau tidak, ceritanya mungkin sudah lain,” imbuhnya.

Kapolsek Tambelangan Iptu Sukadi tidak membenarkan informasi ledakan itu. Menurut dia, wilayah tugasnya aman dan kondusif pada perayaan Natal dan menjelang tahun baru. ”Anggota saya juga tidak menerima laporan,” ucapnya. ”Di sini (Tambelangan, Red) aman, kondusif, dan sepi,” imbuhnya.

Pernyataan berbeda datang dari Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto. Pihaknya sudah mendatangi lokasi dan melihat kondisi korban. Juga telah mengamankan barang bukti (BB) rocket parachute flan yang meletus. ”Hasil olah TKP dan lidik BB yang meledak rocket parachute flan,” katanya.

Baca Juga :  Amankan SS 4 Kilogram Lebih, Polisi: Bangkalan Sudah Darurat Narkoba

Mantan Kasatnarkoba Polres Bangkalan itu menjelaskan, benda tersebut merupakan salah satu isyarat guna meminta pertolongan bila kapal dalam keadaan bahaya. Rocket parachute flan itu berfungsi mengirimkan tanda pertolongan jarak jauh. ”Baik siang ataupun malam,” jelasnya.

Roket itu memberikan isyarat sejauh jarak pandang sejauh 15 kilometer saat siang. Sedangkan ketika malam 40 kilometer pada saat cuaca cerah. Ketinggian maksimum roket sekitar 300 meter. ”Saat kita tembakan ke atas, lamanya red rocket parachute itu 40 detik,” tambahnya.

 ”Dimungkinkan benda tersebut dari laut ke aliran sungai yang digunakan oleh kapal atau pelaut untuk memberikan isyarat. Lalu, ditemukan oleh korban,” pungkasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Niat ingin mandi di sungai berujung pilu. Zainal, 18, warga Dusun Torbang, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, jadi korban ledakan rocket parachute flan. Roket itu dikira mainan. Namun ketika benangnya ditarik, roket tersebut justru meledak mengenai matanya.

Minggu (24/12) sekitar pukul 14.00 Zainal hendak mandi di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itu dia bersama Ahmad dan Riyan. Sebelum mandi, Zainal melihat benda aneh di dalam sungai. Kemudian, dia menarik sebuah benang. Pada saat itu, benda tersebut meledak dan mengenai kelopak mata kanan.

Atas kejadian itu, korban dilarikan ke Puskesmas Tambelangan karena luka robek. Sekitar pukul 16.35, anggota Polsek Tambelangan berpatroli. Mendengar informasi warga, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Motor Ditemukan, Pelaku Curanmor Lolos

”Saya kira mainan dan bentuknya seperti mercon. Karena ada benangnya saya tarik, ternyata meletus,” kata Zainal kepada Jawa Pos Radar Madura Senin (25/12). ”Untungnya, posisi agak miring karena saya sambil melihat lubang. Kalau tidak, ceritanya mungkin sudah lain,” imbuhnya.

Kapolsek Tambelangan Iptu Sukadi tidak membenarkan informasi ledakan itu. Menurut dia, wilayah tugasnya aman dan kondusif pada perayaan Natal dan menjelang tahun baru. ”Anggota saya juga tidak menerima laporan,” ucapnya. ”Di sini (Tambelangan, Red) aman, kondusif, dan sepi,” imbuhnya.

Pernyataan berbeda datang dari Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto. Pihaknya sudah mendatangi lokasi dan melihat kondisi korban. Juga telah mengamankan barang bukti (BB) rocket parachute flan yang meletus. ”Hasil olah TKP dan lidik BB yang meledak rocket parachute flan,” katanya.

Baca Juga :  Sediakan PSK, Pria Ini Diciduk di Hotel

Mantan Kasatnarkoba Polres Bangkalan itu menjelaskan, benda tersebut merupakan salah satu isyarat guna meminta pertolongan bila kapal dalam keadaan bahaya. Rocket parachute flan itu berfungsi mengirimkan tanda pertolongan jarak jauh. ”Baik siang ataupun malam,” jelasnya.

Roket itu memberikan isyarat sejauh jarak pandang sejauh 15 kilometer saat siang. Sedangkan ketika malam 40 kilometer pada saat cuaca cerah. Ketinggian maksimum roket sekitar 300 meter. ”Saat kita tembakan ke atas, lamanya red rocket parachute itu 40 detik,” tambahnya.

 ”Dimungkinkan benda tersebut dari laut ke aliran sungai yang digunakan oleh kapal atau pelaut untuk memberikan isyarat. Lalu, ditemukan oleh korban,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

33 Petugas Damkar Dapat Penghargaan

Teledor, Warga Iran Dapat E-KTP

Duka Guru Budi Duka Kita Semua

Artikel Terbaru

/