alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Desak Usut Kepemilikan Senpi

SAMPANG – Kasus penembakan Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, terus dikawal oleh Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba). Minggu (25/11) Ikaba melakukan doa bersama di rumah duka sekitar pukul 12.30.

Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh RKH M. Tohir Abd. Hamid, salah satu Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang diikuti ratusan alumni yang tergabung dalam Ikaba. Diharapkan aparat penegak hukum (APH) yang menangani kasus tersebut benar-benar independen.

APH juga diharapkan mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menggunakan senjata api (senpi) itu, dan menghukum pelaku seadil-adilnya. Selain di rumah duka, doa bersama juga dilaksanakan di sejumlah rumah alumni yang ada di wilayah Kota Sampang.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Dianggarkan Rp 500 Juta

Meski hanya berjumlah puluhan orang, doa bersama terus dilakukan dalam rangka memberikan dukungan supaya proses hukum kasus tersebut berjalan lancar. ”Alumni Bata-Bata harus mengawal kasus ini hingga tuntas. Hukum harus ditegakkan. Masyarakat tidak boleh melindungi siapa pun yang bersalah,” kata RKH M. Tohir Abd. Hamid.

Dia menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum dalam kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum akan terus dikawal. ”Kita punya negara, kita punya hukum. Tapi jangan sampai main-main dengan hukum. Kita harus menghormati hukum, jangan sampai main hakim sendiri,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada APH di Sampang untuk tidak main-main dalam kasus tersebut. Kasus pembunuhan dan kepemilikan senpi harus diusut tuntas. ”Keadilan harus ditegakkan, karena itu kunci segalanya. Polisi harus usut tuntas pembunuhan berencana dan kepemilikan senpi ilegal. Kami mendukung penuh kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Juga :  Penyidikan Dugaan Korupsi PT. WUS Diambil Alih Kejati

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Utamanya kepada keluarga dan alumni yang telah memberikan dukungan.

Perwira dengan dua melati di pundaknya itu berjanji akan mengusut tuntas kasus penembakan yang menyebabkan salah satu alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata meninggal. Pihaknya juga akan mengusut kepemilikan senpi yang digunakan pelaku. ”Kasus ini akan kami usut tuntas hingga ke akar-akarnya. Terima kasih atas dukungannya,” tandas dia.

- Advertisement -

SAMPANG – Kasus penembakan Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, terus dikawal oleh Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba). Minggu (25/11) Ikaba melakukan doa bersama di rumah duka sekitar pukul 12.30.

Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh RKH M. Tohir Abd. Hamid, salah satu Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang diikuti ratusan alumni yang tergabung dalam Ikaba. Diharapkan aparat penegak hukum (APH) yang menangani kasus tersebut benar-benar independen.

APH juga diharapkan mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menggunakan senjata api (senpi) itu, dan menghukum pelaku seadil-adilnya. Selain di rumah duka, doa bersama juga dilaksanakan di sejumlah rumah alumni yang ada di wilayah Kota Sampang.

Baca Juga :  Sampang dan Sumenep Hijau, Gubernur Minta Dua Bupati Berbagi Rahasia

Meski hanya berjumlah puluhan orang, doa bersama terus dilakukan dalam rangka memberikan dukungan supaya proses hukum kasus tersebut berjalan lancar. ”Alumni Bata-Bata harus mengawal kasus ini hingga tuntas. Hukum harus ditegakkan. Masyarakat tidak boleh melindungi siapa pun yang bersalah,” kata RKH M. Tohir Abd. Hamid.

Dia menegaskan, pihaknya menghormati proses hukum dalam kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum akan terus dikawal. ”Kita punya negara, kita punya hukum. Tapi jangan sampai main-main dengan hukum. Kita harus menghormati hukum, jangan sampai main hakim sendiri,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada APH di Sampang untuk tidak main-main dalam kasus tersebut. Kasus pembunuhan dan kepemilikan senpi harus diusut tuntas. ”Keadilan harus ditegakkan, karena itu kunci segalanya. Polisi harus usut tuntas pembunuhan berencana dan kepemilikan senpi ilegal. Kami mendukung penuh kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tuntutan Dua Terdakwa Dibacakan Besok

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Utamanya kepada keluarga dan alumni yang telah memberikan dukungan.

Perwira dengan dua melati di pundaknya itu berjanji akan mengusut tuntas kasus penembakan yang menyebabkan salah satu alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata meninggal. Pihaknya juga akan mengusut kepemilikan senpi yang digunakan pelaku. ”Kasus ini akan kami usut tuntas hingga ke akar-akarnya. Terima kasih atas dukungannya,” tandas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/