alexametrics
22.1 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Berumah Tangga Tanpa Buku Nikah, Begini Komentar Kemenag Sumenep

SUMENEP – Kepastian hukum dalam sebuah pernikahan adalah hal penting dan sumber dari segalanya. Bagi Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang menginginkan kepastian hukum, wajib memiliki buku nikah.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Sumenep Abd Aziz menuturkan, calon pasutri aturannya harus memenuhi segala persyaratan. Jika syarat terpenuhi, diberi buku nikah, “Telat mungkin satu atau dua hari,” katanya.

Bagi pasutri yang belum memiliki buku nikah, disarankan segera mengurus buku nikah. “Mereka harus mengajukan isbat dengan saksinya kepala desa. Yang penting ingat kapan tanggal dan bulan pernikahan,” imbuhnya.

Dijelaskan, jika pasutri tidak mengantongi buku nikah, nantinya bisa berefek karambol dalam perjalanan biduk rumah tangganya. Mulai masa depan anak dan warisan. “Sebab, tak ada bukti mereka adalah pasutri,” paparnya. (Rofiqi)

Baca Juga :  Debaghraf Hotel Segera Dibuka, Manajemen Amithya Kunjungi Radar Madura

SUMENEP – Kepastian hukum dalam sebuah pernikahan adalah hal penting dan sumber dari segalanya. Bagi Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang menginginkan kepastian hukum, wajib memiliki buku nikah.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Sumenep Abd Aziz menuturkan, calon pasutri aturannya harus memenuhi segala persyaratan. Jika syarat terpenuhi, diberi buku nikah, “Telat mungkin satu atau dua hari,” katanya.

Bagi pasutri yang belum memiliki buku nikah, disarankan segera mengurus buku nikah. “Mereka harus mengajukan isbat dengan saksinya kepala desa. Yang penting ingat kapan tanggal dan bulan pernikahan,” imbuhnya.


Dijelaskan, jika pasutri tidak mengantongi buku nikah, nantinya bisa berefek karambol dalam perjalanan biduk rumah tangganya. Mulai masa depan anak dan warisan. “Sebab, tak ada bukti mereka adalah pasutri,” paparnya. (Rofiqi)

Baca Juga :  Halalkan Sabu, Ustad Ditangkap
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/