alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Merasa Dilecehkan, Kholilurrahman Lapor Polisi

PAMEKASAN – Caleg DPR RI dari Partai Nasdem KH Kholilurrahman merasa dilecehkan oleh oknum pemilik akun Facebook. Pamflet caleg yang seharusnya bergambar mantan calon bupati Pamekasan itu diubah dengan foto dan nama orang lain.

Sementara desain gambar sama sekali tidak berubah. Bahkan, logo Partai Nasdem tetap ada. Kholilurrahman didampingi sejumlah pengurus DPD Nasdem Pamekasan melaporkan dugaan pelecehan dan pembunuhan karakter melalui ITE itu ke polres Rabu (21/11).

Ketua DPD Nasdem Pamekasan Abdullah Ibrahim mengatakan, beberapa waktu lalu tersebar pamflet caleg DPR RI dari Nasdem untuk Dapil Madura melalui salah satu akun Facebook. Di dalam selebaran itu tertulis nama Dr. Hasbulla, MMA nomor urut 2.

Padahal sesuai keputusan KPU, nomor urut 2 caleg DPR RI dari partai restorasi tersebut adalah KH Kholilurrahman. Para santri dan alumni pesantren yang dipimpin mantan bupati Pamekasan itu resah dengan peredaran pamflet tersebut.

Baca Juga :  Jadi Korban Kekerasan saat Demo Mahasiswa Lapor Polisi

Bahkan, para pendukung merasa dilecehkan. Sebab, tokoh nasional dengan semena-mena diperlakukan seperti itu. KH Kholilurrahman didampingi pengurus DPD Nasdem Pamekasan melaporkan hal tersebut kepada polisi.

Ada beberapa poin dalam laporan tersebut. Yakni, dugaan pembunuhan karakter kepada calon anggota parlemen. Poin lainnya yakni, dugaan pencemaran nama baik melalui ITE dan pelecehan. ”Semuanya include di dalamnya,” kata Ra Dulla, sapaan Abdullah Ibrahim.

Pamflet yang diduga mengandung unsur pelecehan dan pembunuhan karakter itu kali pertama disebar melalui akun Facebook dengan nama Rico Tara. Pemilik akun tersebut tercatat sebagai terlapor.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke beberapa pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Kasus tersebut akan terus dikawal karena dinilai sangat merugikan. ”Seorang guru dilecehkan, banyak yang tidak terima,” katanya.

Baca Juga :  Pembuat Pamflet Lomba Carok Ditangkap

Ra Dulla berharap, polisi segera memproses laporan dugaan tindak pidana tersebut. Semua pihak yang terlibat harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Hasbulla mengaku kaget dengan laporan tersebut. Sebab, dia tidak pernah merasa menyebar foto dirinya sebagai caleg DPR RI sesuai dengan pamflet yang tersebar di medsos itu.

Menurut dia, tersebarnya gambar tersebut ada tendensi politik. Sebab pada pilkada lalu, dia mendukung penuh paslon Berbaur, rival politik Kholilurrahman. ”Saya tidak tahu apa-apa tentang gambar itu,” katanya.

Hasbulla mengaku akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Dia akan menyampaikan apa adanya bahwa dia tidak tahu-menahu mengenai pamflet tersebut. ”Saya yakin ini dampak politik,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Caleg DPR RI dari Partai Nasdem KH Kholilurrahman merasa dilecehkan oleh oknum pemilik akun Facebook. Pamflet caleg yang seharusnya bergambar mantan calon bupati Pamekasan itu diubah dengan foto dan nama orang lain.

Sementara desain gambar sama sekali tidak berubah. Bahkan, logo Partai Nasdem tetap ada. Kholilurrahman didampingi sejumlah pengurus DPD Nasdem Pamekasan melaporkan dugaan pelecehan dan pembunuhan karakter melalui ITE itu ke polres Rabu (21/11).

Ketua DPD Nasdem Pamekasan Abdullah Ibrahim mengatakan, beberapa waktu lalu tersebar pamflet caleg DPR RI dari Nasdem untuk Dapil Madura melalui salah satu akun Facebook. Di dalam selebaran itu tertulis nama Dr. Hasbulla, MMA nomor urut 2.


Padahal sesuai keputusan KPU, nomor urut 2 caleg DPR RI dari partai restorasi tersebut adalah KH Kholilurrahman. Para santri dan alumni pesantren yang dipimpin mantan bupati Pamekasan itu resah dengan peredaran pamflet tersebut.

Baca Juga :  Disebut Identik PKI, Kader PDIP Lapor Polisi

Bahkan, para pendukung merasa dilecehkan. Sebab, tokoh nasional dengan semena-mena diperlakukan seperti itu. KH Kholilurrahman didampingi pengurus DPD Nasdem Pamekasan melaporkan hal tersebut kepada polisi.

Ada beberapa poin dalam laporan tersebut. Yakni, dugaan pembunuhan karakter kepada calon anggota parlemen. Poin lainnya yakni, dugaan pencemaran nama baik melalui ITE dan pelecehan. ”Semuanya include di dalamnya,” kata Ra Dulla, sapaan Abdullah Ibrahim.

Pamflet yang diduga mengandung unsur pelecehan dan pembunuhan karakter itu kali pertama disebar melalui akun Facebook dengan nama Rico Tara. Pemilik akun tersebut tercatat sebagai terlapor.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke beberapa pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Kasus tersebut akan terus dikawal karena dinilai sangat merugikan. ”Seorang guru dilecehkan, banyak yang tidak terima,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp 4 M Mantan Teller Ultah di Rutan

Ra Dulla berharap, polisi segera memproses laporan dugaan tindak pidana tersebut. Semua pihak yang terlibat harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Hasbulla mengaku kaget dengan laporan tersebut. Sebab, dia tidak pernah merasa menyebar foto dirinya sebagai caleg DPR RI sesuai dengan pamflet yang tersebar di medsos itu.

Menurut dia, tersebarnya gambar tersebut ada tendensi politik. Sebab pada pilkada lalu, dia mendukung penuh paslon Berbaur, rival politik Kholilurrahman. ”Saya tidak tahu apa-apa tentang gambar itu,” katanya.

Hasbulla mengaku akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Dia akan menyampaikan apa adanya bahwa dia tidak tahu-menahu mengenai pamflet tersebut. ”Saya yakin ini dampak politik,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/