alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Bawa Pisau, Perangkat Desa Diciduk Polisi

PAMEKASAN – Polisi mengantisipasi terjadinya tindak pidana kriminal. Upaya pencegahan dilakukan. Salah satunya, menggelar razia senjata tajam (sajam). Hasilnya, perangkat Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Pamekasan, terjaring razia.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, polisi melakukan razia Selasa (20/3) sekitar pukul 21.00. Razia itu dilakukan di jalan raya sekitar Pasar Pakong. Pada saat razia, M. Asmu’i, 57, melintas di jalan tersebut.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sajam jenis pisau ukuran 30 sentimeter. Pisau itu dibungkus sarung warna cokelat tua. Asmu’i yang diketahui bekerja sebagai perangkat desa itu membawa sajam tanpa dilengkapi surat izin. Polisi langsung mengamankan pria berkumis tebal tersebut.

Barang bukti (BB) pisau yang dibawa juga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi melakukan penyidikan terhadap masalah itu. ”Saksi-saksi juga sudah kami periksa,” kata Osa kemarin (21/3).

Baca Juga :  Ngeri! Peredaran Narkoba Ternyata Dikendalikan Penghuni Lapas Porong

Dia menyampaikan, polisi akan terus melakukan razia terhadap kemungkinan terjadinya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jika ada pelanggaran hukum, tindakan tegas akan dilakukan.

Tujuannya, agar keamanan di Pamekasan tetap terjaga. Masyarakat berhak mendapat perlindungan keamanan dari aparat kepolisian. ”Demi menjaga keamanan, kami akan bertindak tegas,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Pegantenan itu berharap masyarakat menghindari tindakan-tindakan melanggar hukum. Termasuk tindak kriminal. Masyarakat harus mendukung upaya aparat menjaga kamtibmas.

Jika ada tindak pidana kriminal, diharapkan segera melapor kepada aparat yang berwajib. Laporan itu akan ditindaklanjuti guna menghindari perkara yang tidak diinginkan. ”Masyarakat dan aparat harus sinergi dalam menjaga kamtibmas,” pesannya.

Baca Juga :  Terpancing Suara Penelepon, Rp 11 Juta Raib

Ketegasan aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya, muncul dari aktivis mahasiswa Homaidi. Mahasiswa semester akhir itu berharap polisi lebih maksimal menjaga kamtibmas.

Mengingat, tindakan kriminal seperti pembunuhan mulai terjadi di Pamekasan. Salah satunya, terjadi di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu beberapa waktu lalu. Ironisnya, hingga sekarang pelaku belum terungkap.

Homaidi berharap, razia sajam lebih sering dilakukan. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar terjaga dari aksi kriminal itu. ”Polisi berkewajiban menjaga masyarakat dari ancaman kriminalitas,” tandasnya. 

PAMEKASAN – Polisi mengantisipasi terjadinya tindak pidana kriminal. Upaya pencegahan dilakukan. Salah satunya, menggelar razia senjata tajam (sajam). Hasilnya, perangkat Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Pamekasan, terjaring razia.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, polisi melakukan razia Selasa (20/3) sekitar pukul 21.00. Razia itu dilakukan di jalan raya sekitar Pasar Pakong. Pada saat razia, M. Asmu’i, 57, melintas di jalan tersebut.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sajam jenis pisau ukuran 30 sentimeter. Pisau itu dibungkus sarung warna cokelat tua. Asmu’i yang diketahui bekerja sebagai perangkat desa itu membawa sajam tanpa dilengkapi surat izin. Polisi langsung mengamankan pria berkumis tebal tersebut.

Barang bukti (BB) pisau yang dibawa juga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi melakukan penyidikan terhadap masalah itu. ”Saksi-saksi juga sudah kami periksa,” kata Osa kemarin (21/3).

Baca Juga :  Tersangka Pencabulan Anak Ditangkap

Dia menyampaikan, polisi akan terus melakukan razia terhadap kemungkinan terjadinya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jika ada pelanggaran hukum, tindakan tegas akan dilakukan.

Tujuannya, agar keamanan di Pamekasan tetap terjaga. Masyarakat berhak mendapat perlindungan keamanan dari aparat kepolisian. ”Demi menjaga keamanan, kami akan bertindak tegas,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Pegantenan itu berharap masyarakat menghindari tindakan-tindakan melanggar hukum. Termasuk tindak kriminal. Masyarakat harus mendukung upaya aparat menjaga kamtibmas.

Jika ada tindak pidana kriminal, diharapkan segera melapor kepada aparat yang berwajib. Laporan itu akan ditindaklanjuti guna menghindari perkara yang tidak diinginkan. ”Masyarakat dan aparat harus sinergi dalam menjaga kamtibmas,” pesannya.

Baca Juga :  Polres Kembali Bersih-Bersih Orgil

Ketegasan aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya, muncul dari aktivis mahasiswa Homaidi. Mahasiswa semester akhir itu berharap polisi lebih maksimal menjaga kamtibmas.

Mengingat, tindakan kriminal seperti pembunuhan mulai terjadi di Pamekasan. Salah satunya, terjadi di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu beberapa waktu lalu. Ironisnya, hingga sekarang pelaku belum terungkap.

Homaidi berharap, razia sajam lebih sering dilakukan. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar terjaga dari aksi kriminal itu. ”Polisi berkewajiban menjaga masyarakat dari ancaman kriminalitas,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/