alexametrics
22.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Sopir Diduga Ngantuk, Truk Tangki Air Tabrak Pagar Pembatas Jembatan

SAMPANG – Arus lalu lintas di Jalan Raya Desa/Kecamatan Torjun pada Senin pagi (21/10) macet. Pemicunya, karena berlangsung proses evakuasi truk tangki air yang terperosok ke sungai.

Informasi yang dihimpun RadarMadura.id, kecelakaan tunggal itu terjadi Senin (21/10) sekitar pukul 05.00. Sopir diduga kelelahan dan mengantuk. Akhirnya, menabrak pembatas jembatan.

Proses evakuasi berlangsung lama. Sebab, ketika dievakuasi, bodi truk justru terperosok ke sungai. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Haki, sopir truk tangki mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan musibah dan salah satu resiko pekerjaan. “Sudah delapan tahun saya menjadi sopir. Ini kecelakaan yang kelima,” ujarnya.

Baca Juga :  Desak Proses Dugaan Pungli Prona, Belasan Warga Datangi Kejari

Dijelaskan, truk berangkat dari Pandaan pada Sabtu lalu (19/10). Rencananya, mengirim air ke Sidoarjo, Surabaya hingga Madura. “Seharusnya, pengiriman air terakhir ke Pamekasan sebelum kembali ke Bangkalan,” pungkasnya. (Dimas Liani)

SAMPANG – Arus lalu lintas di Jalan Raya Desa/Kecamatan Torjun pada Senin pagi (21/10) macet. Pemicunya, karena berlangsung proses evakuasi truk tangki air yang terperosok ke sungai.

Informasi yang dihimpun RadarMadura.id, kecelakaan tunggal itu terjadi Senin (21/10) sekitar pukul 05.00. Sopir diduga kelelahan dan mengantuk. Akhirnya, menabrak pembatas jembatan.

Proses evakuasi berlangsung lama. Sebab, ketika dievakuasi, bodi truk justru terperosok ke sungai. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.


Haki, sopir truk tangki mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan musibah dan salah satu resiko pekerjaan. “Sudah delapan tahun saya menjadi sopir. Ini kecelakaan yang kelima,” ujarnya.

Baca Juga :  Percaya karena Tetangga, Uang Puluhan Juta Lenyap

Dijelaskan, truk berangkat dari Pandaan pada Sabtu lalu (19/10). Rencananya, mengirim air ke Sidoarjo, Surabaya hingga Madura. “Seharusnya, pengiriman air terakhir ke Pamekasan sebelum kembali ke Bangkalan,” pungkasnya. (Dimas Liani)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/