alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Gagal Ungkap Kasus Senpi

SAMPANG – Kinerja aparat Kepolisian Kabupaten Sampang mengungkap kasus kriminal menggunakan senjata api (senpi) jadi sorotan. Termasuk, kasus yang menimpa H Muzakkar, 47, warga Desa Pecanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Sampai sekarang pelaku penembakan yang menyebabkan luka robek di bagian tangan dan paha itu belum terungkap. Bahkan, polisi belum menemukan selongsong peluru yang digunakan pelaku.

Bidang Hukum dan Advokasi Jaka Jatim Korda Sampang Moh. Hakim mengaku kecewa atas kinerja aparat kepolisian. Keberadaan senpi di Kota Bahari sangat meresahkan warga. ”Kasusnya sudah lama, tapi belum terungkap sampai sekarang,” terangnya kemarin (20/9).

Pengungkapan kasus yang terjadi di Desa Pecanggaan juga terkesan tidak serius. Sebab, polisi juga tak bisa menemukan selongsong peluru yang digunakan oleh pelaku. ”Selongsong peluru kan pasti jatuh di tempat kejadian,” katanya.

Baca Juga :  Penembak Sahral Divonis 8 Tahun, Putri Korban Pingsan

Jika masalah senpi tidak diperhatikan secara serius, para pelaku semakin merajalela. Pihaknya meminta supaya polisi segera melakukan razia senpi. ”Banyak warga biasa pegang senpi, ini jelas pidana dan melanggar,” pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiantana membenarkan pelaku penembakan di Kecamatan Pangarengan belum terendus. Pihaknya mengaku kesulitan untuk menemukan barang bukti. ”Selongsong peluru sudah kami cari di lokasi, tapi tidak ketemu,” terangnya.

Pihaknya khawatir selongsong peluru yang digunakan oleh korban menembus ke dalam tanah. Sehingga, tak bisa dideteksi. ”Kami akui kesulitan mengungkap kasus itu karena korban ini mengaku tidak pernah punya musuh,” paparnya.

SAMPANG – Kinerja aparat Kepolisian Kabupaten Sampang mengungkap kasus kriminal menggunakan senjata api (senpi) jadi sorotan. Termasuk, kasus yang menimpa H Muzakkar, 47, warga Desa Pecanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang.

Sampai sekarang pelaku penembakan yang menyebabkan luka robek di bagian tangan dan paha itu belum terungkap. Bahkan, polisi belum menemukan selongsong peluru yang digunakan pelaku.

Bidang Hukum dan Advokasi Jaka Jatim Korda Sampang Moh. Hakim mengaku kecewa atas kinerja aparat kepolisian. Keberadaan senpi di Kota Bahari sangat meresahkan warga. ”Kasusnya sudah lama, tapi belum terungkap sampai sekarang,” terangnya kemarin (20/9).

Pengungkapan kasus yang terjadi di Desa Pecanggaan juga terkesan tidak serius. Sebab, polisi juga tak bisa menemukan selongsong peluru yang digunakan oleh pelaku. ”Selongsong peluru kan pasti jatuh di tempat kejadian,” katanya.

Baca Juga :  Dor! Pelaku Pecah Kaca Mobil dan Pencuri Dana BOS Disergap Polisi

Jika masalah senpi tidak diperhatikan secara serius, para pelaku semakin merajalela. Pihaknya meminta supaya polisi segera melakukan razia senpi. ”Banyak warga biasa pegang senpi, ini jelas pidana dan melanggar,” pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiantana membenarkan pelaku penembakan di Kecamatan Pangarengan belum terendus. Pihaknya mengaku kesulitan untuk menemukan barang bukti. ”Selongsong peluru sudah kami cari di lokasi, tapi tidak ketemu,” terangnya.

Pihaknya khawatir selongsong peluru yang digunakan oleh korban menembus ke dalam tanah. Sehingga, tak bisa dideteksi. ”Kami akui kesulitan mengungkap kasus itu karena korban ini mengaku tidak pernah punya musuh,” paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/