alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Bolos di Tempat Wisata, Belasan Pelajar di Sumenep Dicokok Polisi

SUMENEP – Polsek Bluto bersama para guru mengadakan razia pelajar SMA yang bolos saat jam pelajaran. Razia itu dilakukan secara acak dan dimulai sekitar pukul 09.30.

“Razia dilakukan di objek Wisata Bujuk Pongkeng yang terletak di Dusun Daja Gunung, Desa Pakandangan Sangra,” kata Kanitreskrim Polsek Bluto, Aipda Hery Budi Yono.

Menurut Hery, ada 11 pelajar yang bolos di tempat wisata. Polsek Bluto menggandeng pihak sekolah saat merazia pelajar yang bolos. Total, ada tujuh guru yang ikut razia bersama polisi.

Sementara pelajar yang bolos tercatat dari kelas X dan berasal dari tujuh desa. Rinciannya AP, BA dan AF asal Desa Lobuk. NF asal Desa Karduluk. Lalu AM, BS, dan AE asal Desa Tanah Merah.

Baca Juga :  Nasib Penumpang KM Santika Nusantara asal Sumenep Tak Jelas

Selanjutnya ada AF asal Desa Langsar, FH asal Desa Kapedi, AA asal Desa Langsar, dan IB asal Desa Aeng Baja Raja.

Belasan pelajar tersebut lalu dibawa ke sekolah masing-masing. Mereka dibina dan disuruh push up di lapangan sekolah setempat. Setelah itu, kepala sekolah mengarahkan pelajar ke guru BK.

Kapolsek Bluto Iptu Supeno mengatakan, tujuan razia pelajar bolos agar mereka selalu disiplin dan mengikuti jam pelajaran sesuai waktu yang ditentukan pihak sekolah.

“Tindak lanjut dari kegiatan ini, pihak kepolisian akan selalu berkoordiansi dengan sekolah. Sehingga, pelajar yang bolos jera dan mengikuti pembelajaran dengan baik,” pungkasnya. (Aminatus Suhra)

Baca Juga :  Curi Emas untuk Beli Tiket ke Papua
- Advertisement -

SUMENEP – Polsek Bluto bersama para guru mengadakan razia pelajar SMA yang bolos saat jam pelajaran. Razia itu dilakukan secara acak dan dimulai sekitar pukul 09.30.

“Razia dilakukan di objek Wisata Bujuk Pongkeng yang terletak di Dusun Daja Gunung, Desa Pakandangan Sangra,” kata Kanitreskrim Polsek Bluto, Aipda Hery Budi Yono.

Menurut Hery, ada 11 pelajar yang bolos di tempat wisata. Polsek Bluto menggandeng pihak sekolah saat merazia pelajar yang bolos. Total, ada tujuh guru yang ikut razia bersama polisi.


Sementara pelajar yang bolos tercatat dari kelas X dan berasal dari tujuh desa. Rinciannya AP, BA dan AF asal Desa Lobuk. NF asal Desa Karduluk. Lalu AM, BS, dan AE asal Desa Tanah Merah.

Baca Juga :  KPU Dapat Rp 6 M APBN

Selanjutnya ada AF asal Desa Langsar, FH asal Desa Kapedi, AA asal Desa Langsar, dan IB asal Desa Aeng Baja Raja.

Belasan pelajar tersebut lalu dibawa ke sekolah masing-masing. Mereka dibina dan disuruh push up di lapangan sekolah setempat. Setelah itu, kepala sekolah mengarahkan pelajar ke guru BK.

Kapolsek Bluto Iptu Supeno mengatakan, tujuan razia pelajar bolos agar mereka selalu disiplin dan mengikuti jam pelajaran sesuai waktu yang ditentukan pihak sekolah.

“Tindak lanjut dari kegiatan ini, pihak kepolisian akan selalu berkoordiansi dengan sekolah. Sehingga, pelajar yang bolos jera dan mengikuti pembelajaran dengan baik,” pungkasnya. (Aminatus Suhra)

Baca Juga :  Simpan Sabu Sabu 9 Gram Lebih di Kamar, Mantan TKI Diringkus Polisi
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/