alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ustad Bodong Tipu Bisa Gandakan Uang

SAMPANG – Penipuan dengan modus menggandakan uang masih saja terjadi. Kasus di luar nalar tersebut menimpa salah seorang tokoh masyarakat di Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Sampang, sekitar pukul 09.00 Senin (11/12).

Tersangka penipuan tersebut ialah Omang Abdul Soma, 25, warga Kelurahan Suka Melati, Kecamatan Cikicing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Tersanga lainnya adalah Abdul Holik, 32, warga Dusun Tabanah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan.

Peran dua tersangka itu berbeda. Omang Abdul Soma berpura-pura sebagai ustad yang pintar menyembuhkan penyakit dan bisa menggandakan uang. Sedangkan Abdul Holik meyakinkan korban supaya mau memberikan uang yang ingin digandakan.

Senin lalu, kedua tersangka datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari mangsa. Setelah menemukan mangsa, dengan berbagai bujuk rayu, korban diperdaya. ”Tersangka keliling mencari mangsa,” kata Kabag Opresional Polres Sampang Kompol Syaiful Anam Selasa (12/19).

Perwira berpangkat satu melati emas di pundaknya itu melanjutkan, tersangka membungkus beberapa kertas yang dipotong dengan sarung dan sajadah. Sementara uang yang asli hendak dibawa pelaku. Namun, secara refleks korban memegang potongan kertas yang dibungkus dan langsung dibuka. ”Ternyata di dalamnya bukan uang, melainkan kertas yang dipotong dan diikat tali,” jelas Syaiful Anam mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  Begal Ini Keren, Rampas Motor Gunakan Pistol Mainan

Mengetahui ada penipuan, kepala Desa (Kades) Pangereman menghubungi polisi. Tersangka penipuan dibekuk, lalu ditahan di Mapolres Sampang. Korban memberikan uang Rp 150 juta kepada pelaku dan bisa digandakan menjadi Rp 1,5 miliar. ”Tapi tidak terbukti. Itu hanya modus. Akal-akalan tersangka saja,” tandasnya.

Sementara itu, Omang Abdul Soma mengaku baru dua minggu tinggal di Bangkalan. Pria berkulit kuning langsat itu menceritakan baru sekali melancarkan aksi penipuan bisa menggandakan uang di Sampang. Sebelumnya pria yang berprofesi sebagai pedagang kerudung itu juga melancarkan aksi di Bangkalan, tetapi tidak berjalan mulus. ”Korban yang di Bangkalan hanya memberikan uang Rp 5 juta. Kalau korban yang di Ketapang Rp 150 juta,” ucapnya.

Omang kepada korban mengaku bisa menambah nol satu angka dari uang yang sudah disediakan. Padahal, kata Omang, dirinya tidak bisa melakukan hal itu. Namun, korban terus diyakinkan supaya percaya. ”Bukan dengan mantra, hanya meyakinkan lewat kata-kata. Yang meyakinkan Holik, dengan menyebut saya sebagai ustad yang bisa menyembuhkan orang sakit stroke di Sumenep,” bebernya

Baca Juga :  Bawa Kabur HP dan Motor, Dua Pemuda Asal Sampang Diringkus Polisi

”Orang punya utang Rp 2 miliar lebih bisa terbayar lunas dua hari. Hanya bilang seperti itu. Setelah korban yakin oleh kata-kata Holik, giliran saya menjalankan peran,” imbuh dia. Omang menjelaskan, korban curhat punya utang. Karena belum punya modal, korban ingin menggadaikan mobilnya.

Setelah mobilnya digadaikan Rp 150 juta, Omang melancarkan aksinya hanya dengan meyakinkan bisa menambahkan nol satu angka dari jumlah uang yang disediakan. ”Korban butuh Rp 3,5 miliar. Usai mobil digadaikan Rp 150 juta, saya bilang uang akan menjadi Rp 1,5 miliar. Sebenarnya itu tidak mungkin, tapi saya bisa meyakinkan korban,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Omang dan Holik dijerat pasal 378 KUHP. Mereka terancam hukuman empat tahun penjara.

- Advertisement -

SAMPANG – Penipuan dengan modus menggandakan uang masih saja terjadi. Kasus di luar nalar tersebut menimpa salah seorang tokoh masyarakat di Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Sampang, sekitar pukul 09.00 Senin (11/12).

Tersangka penipuan tersebut ialah Omang Abdul Soma, 25, warga Kelurahan Suka Melati, Kecamatan Cikicing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Tersanga lainnya adalah Abdul Holik, 32, warga Dusun Tabanah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan.

Peran dua tersangka itu berbeda. Omang Abdul Soma berpura-pura sebagai ustad yang pintar menyembuhkan penyakit dan bisa menggandakan uang. Sedangkan Abdul Holik meyakinkan korban supaya mau memberikan uang yang ingin digandakan.


Senin lalu, kedua tersangka datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari mangsa. Setelah menemukan mangsa, dengan berbagai bujuk rayu, korban diperdaya. ”Tersangka keliling mencari mangsa,” kata Kabag Opresional Polres Sampang Kompol Syaiful Anam Selasa (12/19).

Perwira berpangkat satu melati emas di pundaknya itu melanjutkan, tersangka membungkus beberapa kertas yang dipotong dengan sarung dan sajadah. Sementara uang yang asli hendak dibawa pelaku. Namun, secara refleks korban memegang potongan kertas yang dibungkus dan langsung dibuka. ”Ternyata di dalamnya bukan uang, melainkan kertas yang dipotong dan diikat tali,” jelas Syaiful Anam mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  Setahun 25 Kali Nodai Anak Tiri

Mengetahui ada penipuan, kepala Desa (Kades) Pangereman menghubungi polisi. Tersangka penipuan dibekuk, lalu ditahan di Mapolres Sampang. Korban memberikan uang Rp 150 juta kepada pelaku dan bisa digandakan menjadi Rp 1,5 miliar. ”Tapi tidak terbukti. Itu hanya modus. Akal-akalan tersangka saja,” tandasnya.

Sementara itu, Omang Abdul Soma mengaku baru dua minggu tinggal di Bangkalan. Pria berkulit kuning langsat itu menceritakan baru sekali melancarkan aksi penipuan bisa menggandakan uang di Sampang. Sebelumnya pria yang berprofesi sebagai pedagang kerudung itu juga melancarkan aksi di Bangkalan, tetapi tidak berjalan mulus. ”Korban yang di Bangkalan hanya memberikan uang Rp 5 juta. Kalau korban yang di Ketapang Rp 150 juta,” ucapnya.

Omang kepada korban mengaku bisa menambah nol satu angka dari uang yang sudah disediakan. Padahal, kata Omang, dirinya tidak bisa melakukan hal itu. Namun, korban terus diyakinkan supaya percaya. ”Bukan dengan mantra, hanya meyakinkan lewat kata-kata. Yang meyakinkan Holik, dengan menyebut saya sebagai ustad yang bisa menyembuhkan orang sakit stroke di Sumenep,” bebernya

Baca Juga :  Komitmen Natal dan Tahun Baru SterilĀ Aksi Teror

”Orang punya utang Rp 2 miliar lebih bisa terbayar lunas dua hari. Hanya bilang seperti itu. Setelah korban yakin oleh kata-kata Holik, giliran saya menjalankan peran,” imbuh dia. Omang menjelaskan, korban curhat punya utang. Karena belum punya modal, korban ingin menggadaikan mobilnya.

Setelah mobilnya digadaikan Rp 150 juta, Omang melancarkan aksinya hanya dengan meyakinkan bisa menambahkan nol satu angka dari jumlah uang yang disediakan. ”Korban butuh Rp 3,5 miliar. Usai mobil digadaikan Rp 150 juta, saya bilang uang akan menjadi Rp 1,5 miliar. Sebenarnya itu tidak mungkin, tapi saya bisa meyakinkan korban,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Omang dan Holik dijerat pasal 378 KUHP. Mereka terancam hukuman empat tahun penjara.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/