alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Anggota DPRD Polisikan Kades, Dipukul dan Diancam Mau Dibunuh

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Anggota DPRD Bangkalan Musawwir melaporkan seorang kepala desa (Kades) ke polisi kemarin (18/3). Pasalnya, politikus asal Kecamatan Tanah Merah itu mengaku dipukul dan diancam akan dibunuh.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.00 Rabu (17/3). Sore itu Musawwir mengendarai sepeda motor dari rumah menuju toko modern untuk mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Lokasinya tidak jauh dari Pasar Tanah Merah.

Sebelum sampai ke tujuan, dia dipepet oleh kendaraan roda empat (R4) yang memuat beberapa orang. Satu di antara mereka adalah Kades Tanah Merah Laok bernisial H.

Karena merasa dipepet, Musawwir yang naik motor berusaha menyalip. Namun, mobil itu tersebut kembali mendahuluinya. Lagi-lagi Musawwir menyalip kendaraan di depannya itu hingga sampai di toko modern.

Di tempat itu, kerah bajunya dipegang oleh H. Diperlakukan seperti itu, Musawwir tidak terima. Dia juga memegang baju Kades. ”Orang tersebut (Kades, Red) sambil teriak-teriak bilang, ’kamu mau dibunuh habis pilkades’,” katanya menirukan ancaman tersebut di hadapan awak media di Mapolres Bangkalan kemarin.

Baca Juga :  Belum Jadwalkan Paripurna Pembentukan AKD

Orang itu kembali melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar. Bahkan, mengajak dirinya duel. Setelah itu, kembali ke mobilnya mengambil senjata tajam (sajam). ”Seseorang memukul saya dari arah belakang, mengenai punggung,” timpalnya.

Menurut politikus PKS itu, motif ancaman dan pemukulan itu karena salah seorang calon kepala desa di Desa Tanah Merah Laok selalu datang ke kediamannya. Si calon itu meminta saran dan masukan Musawwir selaku anggota dewan. Sementara H merupakan calon incumbent.

Dia memberikan masukan kepada masyarakat karena mereka sama-sama mempunyai hak dipilih dan hak memilih. ”Saya wakil rakyat. Ketika ada rakyat datang dan meminta pendapat atau saran segala hal, saya kasih masukan. Semua masyarakat di Bangkalan,” terangnya.

Karena mengancam dirinya, pihaknya datang ke Polres Bangkalan untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Saat di tempat kejadian perakara (TKP), Musawwir melihat dua orang di dalam mobil. Tapi, tidak tahu jumlah pastinya. Dia berharap kepolisian memproses insiden yang menimpa dirinya.

Baca Juga :  Enam Figur Keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah Jadi Anggota DPRD

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengakui pihaknya telah menerima laporan itu. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan meminta keterangan kepada pelapor oleh penyidik. ”Kewajiban kami adalah menindaklanjuti. Misalnya ada laporan, kami tindak lanjuti. Asalkan, semuanya bisa dibuktikan,” imbuhnya.

Selain penindakan, aparat juga akan mengedepankan pencegahan perbuatan yang kurang baik. Sebab, Bangkalan akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. ”Kami akan memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat, utamanya para calon yang ikut pilkades supaya bertarung secara fair dan baik,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berusaha mengonfirmasi kepada H selaku terlapor dalam perkara tersebut. Namun, dia belum menanggapi saat dihubungi ke nomor yang biasa dipakai.

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Anggota DPRD Bangkalan Musawwir melaporkan seorang kepala desa (Kades) ke polisi kemarin (18/3). Pasalnya, politikus asal Kecamatan Tanah Merah itu mengaku dipukul dan diancam akan dibunuh.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.00 Rabu (17/3). Sore itu Musawwir mengendarai sepeda motor dari rumah menuju toko modern untuk mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Lokasinya tidak jauh dari Pasar Tanah Merah.

Sebelum sampai ke tujuan, dia dipepet oleh kendaraan roda empat (R4) yang memuat beberapa orang. Satu di antara mereka adalah Kades Tanah Merah Laok bernisial H.


Karena merasa dipepet, Musawwir yang naik motor berusaha menyalip. Namun, mobil itu tersebut kembali mendahuluinya. Lagi-lagi Musawwir menyalip kendaraan di depannya itu hingga sampai di toko modern.

Di tempat itu, kerah bajunya dipegang oleh H. Diperlakukan seperti itu, Musawwir tidak terima. Dia juga memegang baju Kades. ”Orang tersebut (Kades, Red) sambil teriak-teriak bilang, ’kamu mau dibunuh habis pilkades’,” katanya menirukan ancaman tersebut di hadapan awak media di Mapolres Bangkalan kemarin.

Baca Juga :  Belum Jadwalkan Paripurna Pembentukan AKD

Orang itu kembali melontarkan kata-kata yang kurang enak didengar. Bahkan, mengajak dirinya duel. Setelah itu, kembali ke mobilnya mengambil senjata tajam (sajam). ”Seseorang memukul saya dari arah belakang, mengenai punggung,” timpalnya.

Menurut politikus PKS itu, motif ancaman dan pemukulan itu karena salah seorang calon kepala desa di Desa Tanah Merah Laok selalu datang ke kediamannya. Si calon itu meminta saran dan masukan Musawwir selaku anggota dewan. Sementara H merupakan calon incumbent.

Dia memberikan masukan kepada masyarakat karena mereka sama-sama mempunyai hak dipilih dan hak memilih. ”Saya wakil rakyat. Ketika ada rakyat datang dan meminta pendapat atau saran segala hal, saya kasih masukan. Semua masyarakat di Bangkalan,” terangnya.

Karena mengancam dirinya, pihaknya datang ke Polres Bangkalan untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Saat di tempat kejadian perakara (TKP), Musawwir melihat dua orang di dalam mobil. Tapi, tidak tahu jumlah pastinya. Dia berharap kepolisian memproses insiden yang menimpa dirinya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pembobol Indomaret

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengakui pihaknya telah menerima laporan itu. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan meminta keterangan kepada pelapor oleh penyidik. ”Kewajiban kami adalah menindaklanjuti. Misalnya ada laporan, kami tindak lanjuti. Asalkan, semuanya bisa dibuktikan,” imbuhnya.

Selain penindakan, aparat juga akan mengedepankan pencegahan perbuatan yang kurang baik. Sebab, Bangkalan akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. ”Kami akan memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat, utamanya para calon yang ikut pilkades supaya bertarung secara fair dan baik,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berusaha mengonfirmasi kepada H selaku terlapor dalam perkara tersebut. Namun, dia belum menanggapi saat dihubungi ke nomor yang biasa dipakai.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/