alexametrics
22.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Kisruh Lelang Proyek, Pemilik Puluhan Sajam Lolos

BANGKALAN – Kinerja Polres Bangkalan disorot. Itu lantaran pemilik puluhan senjata tajam (sajam) yang ditemukan dalam kisruh lelang proyek lolos. Polisi juga mengembalikan sembilan mobil yang sebelumnya sempat dibawa ke mapolres.

Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi menuding kinerja polres tidak profesional. Sebab meski mengamankan sembilan mobil yang terdapat puluhan sajam, namun tidak ada satu pun tersangka. Sembilan orang yang diamankan juga telah dilepas.

Menurut dia, pemilik mobil mustahil tidak tahu sajam tersebut. ”Kenapa polres capek-capek mengangkut BB itu kalau ujung-ujungnya dilepas? Ini menimbulkan persepsi liar dari masyarakat. Bahkan cenderung negatif,” terangnya Minggu (17/9).

Tidak ditetapkan tersangka akan membangun citra buruk. Bisa saja nantinya masyarakat ketika diamankan petugas mengelak sajam itu bukan miliknya. ”Justru memberikan contoh buruk bagi masyarakat untuk mengelak dalam kasus yang sama,” ujar Mathur.

Baca Juga :  Dua Kurir Pil Ekstasi Dibekuk Saat Transaksi di Pamekasan

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya telah memulangkan sembilan orang yang diamankan. Sebab, polisi belum mendapatkan dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. Menurut dia, pemilik mobil mengaku tidak mengetahui pemilik sajam itu.

Dia mengungkapkan, tidak akan memberi contoh buruk bagi masyarakat. Sebab dalam kasus tersebut beda. Jika warga sengaja membawa sajam dalam kondisi tidak bentrok itu lebih mudah menetapkan tersangka. ”Pemilik mobil tidak mengetahui sajam-sajam itu milik siapa yang disimpan di mobilnya pasca bentrok dibubarkan petugas,” kelitnya.

Anton menuturkan, pihaknya kini fokus menyelidiki peristiwa penembakan. Pihaknya akan memeriksa Khofi dan Ganda. ”Masih proses lidik. Sabar dulu. Pasti kami sampaikan hasilnya setelah melakukan pemeriksaan,” tutup Anton.

Sebelumnya terjadi kisruh lelang proyek di depan kantor ULP barang dan jasa setkab Jumat (15/9). Siang itu juga terdengar letusan diduga berasal dari airsoft gun. Dari lokasi, polisi mengamankan 29 sajam. Terdiri dari celurit, bujur, dan pisau.

Baca Juga :  Laskar Pembela Islam Resmi Lapor Polisi

Sembilan orang sempat diamankan untuk dimintai keterangan. Namun mereka telah dipulangkan. Dengan demikian, tidak ada tersangka dalam peristiwa tersebut. Padahal, Kasatreskrim sempat menyatakan dalam peristiwa ini telah menetapkan tersangka.

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Kinerja Polres Bangkalan disorot. Itu lantaran pemilik puluhan senjata tajam (sajam) yang ditemukan dalam kisruh lelang proyek lolos. Polisi juga mengembalikan sembilan mobil yang sebelumnya sempat dibawa ke mapolres.

Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi menuding kinerja polres tidak profesional. Sebab meski mengamankan sembilan mobil yang terdapat puluhan sajam, namun tidak ada satu pun tersangka. Sembilan orang yang diamankan juga telah dilepas.

Menurut dia, pemilik mobil mustahil tidak tahu sajam tersebut. ”Kenapa polres capek-capek mengangkut BB itu kalau ujung-ujungnya dilepas? Ini menimbulkan persepsi liar dari masyarakat. Bahkan cenderung negatif,” terangnya Minggu (17/9).


Tidak ditetapkan tersangka akan membangun citra buruk. Bisa saja nantinya masyarakat ketika diamankan petugas mengelak sajam itu bukan miliknya. ”Justru memberikan contoh buruk bagi masyarakat untuk mengelak dalam kasus yang sama,” ujar Mathur.

Baca Juga :  Petani di Sumenep Ditangkap Polisi di Depan Indomart Gara-Gara Ini

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya telah memulangkan sembilan orang yang diamankan. Sebab, polisi belum mendapatkan dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. Menurut dia, pemilik mobil mengaku tidak mengetahui pemilik sajam itu.

Dia mengungkapkan, tidak akan memberi contoh buruk bagi masyarakat. Sebab dalam kasus tersebut beda. Jika warga sengaja membawa sajam dalam kondisi tidak bentrok itu lebih mudah menetapkan tersangka. ”Pemilik mobil tidak mengetahui sajam-sajam itu milik siapa yang disimpan di mobilnya pasca bentrok dibubarkan petugas,” kelitnya.

Anton menuturkan, pihaknya kini fokus menyelidiki peristiwa penembakan. Pihaknya akan memeriksa Khofi dan Ganda. ”Masih proses lidik. Sabar dulu. Pasti kami sampaikan hasilnya setelah melakukan pemeriksaan,” tutup Anton.

Sebelumnya terjadi kisruh lelang proyek di depan kantor ULP barang dan jasa setkab Jumat (15/9). Siang itu juga terdengar letusan diduga berasal dari airsoft gun. Dari lokasi, polisi mengamankan 29 sajam. Terdiri dari celurit, bujur, dan pisau.

Baca Juga :  Dua Kurir Pil Ekstasi Dibekuk Saat Transaksi di Pamekasan

Sembilan orang sempat diamankan untuk dimintai keterangan. Namun mereka telah dipulangkan. Dengan demikian, tidak ada tersangka dalam peristiwa tersebut. Padahal, Kasatreskrim sempat menyatakan dalam peristiwa ini telah menetapkan tersangka.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/