alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Minta Kapolres Baru Serius Tangani Korupsi

SUMENEP – Penanganan dugaan korupsi pembangunan dua gedung organisasi perangkat daerah (OPD) semakin tidak jelas. Meski sudah bertahun-tahun ditangani Polres Sumenep, tidak ada perkembangan berarti. Aktivis Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi Pelor yang getol menyoroti kasus itu mengaku kecewa.

Menurut dia, pergantian pimpinan berdampak pada penanganan perkara di mapolres. Dia berharap Kapolres yang baru lebih serius menangani korupsi. Termasuk, dugaan korupsi hasil limpahan dari Polda Jatim tersebut. Sebab, tindakan oknum tersebut telah mengakibatkan kerugian negara.

            Junaidi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut. Jika tetap tidak ada perkembangan, pihaknya bakal kembali bersurat ke Polda Jatim. Sebab, mereka berkewajiban mengawasi kinerja penyidik. ”Masak setelah melakukan pemanggilan saksi-saksi, tidak ada tahapan selanjutnya? Misalnya, gelar perkara untuk menentukan status kasus tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Taman Paseban, Hari Adji Dituntut Tiga Setengah Tahun

            Mestinya, dengan hasil penyelidikan, polisi bisa membuat kesimpulan. Apakah kasus itu bisa dilanjut atau dihentikan. ”Selain itu, apabila ada unsur kesengajaan dari pihak penyidik untuk mempermainkan kasus ini, SCW akan melapor ke Propam Polda,” janjinya.

            Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit menyatakan, kasus tersebut masih diselidiki. Menurut dia, sejumlah saksi sudah dipanggil. Ditanya mengenai keterangan ahli, mantan Kapolsek Batang-Batang itu mengaku belum tahu. ”Tersangka belum ada,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung dinkes dan BPMP-KB yang sekarang menjadi DPMD ditengarai tak sesuai spesifikasi. Proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp 4,1 miliar. Pelapor menyebutkan meterial yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Campuran bahan cornya juga dinilai tidak sesuai. 

Baca Juga :  Napi Kabur Ditangkap di Situbondo
- Advertisement -

SUMENEP – Penanganan dugaan korupsi pembangunan dua gedung organisasi perangkat daerah (OPD) semakin tidak jelas. Meski sudah bertahun-tahun ditangani Polres Sumenep, tidak ada perkembangan berarti. Aktivis Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi Pelor yang getol menyoroti kasus itu mengaku kecewa.

Menurut dia, pergantian pimpinan berdampak pada penanganan perkara di mapolres. Dia berharap Kapolres yang baru lebih serius menangani korupsi. Termasuk, dugaan korupsi hasil limpahan dari Polda Jatim tersebut. Sebab, tindakan oknum tersebut telah mengakibatkan kerugian negara.

            Junaidi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut. Jika tetap tidak ada perkembangan, pihaknya bakal kembali bersurat ke Polda Jatim. Sebab, mereka berkewajiban mengawasi kinerja penyidik. ”Masak setelah melakukan pemanggilan saksi-saksi, tidak ada tahapan selanjutnya? Misalnya, gelar perkara untuk menentukan status kasus tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Rumput, Tetangga Bacok Kakek di Depan Cucu

            Mestinya, dengan hasil penyelidikan, polisi bisa membuat kesimpulan. Apakah kasus itu bisa dilanjut atau dihentikan. ”Selain itu, apabila ada unsur kesengajaan dari pihak penyidik untuk mempermainkan kasus ini, SCW akan melapor ke Propam Polda,” janjinya.

            Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit menyatakan, kasus tersebut masih diselidiki. Menurut dia, sejumlah saksi sudah dipanggil. Ditanya mengenai keterangan ahli, mantan Kapolsek Batang-Batang itu mengaku belum tahu. ”Tersangka belum ada,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung dinkes dan BPMP-KB yang sekarang menjadi DPMD ditengarai tak sesuai spesifikasi. Proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp 4,1 miliar. Pelapor menyebutkan meterial yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Campuran bahan cornya juga dinilai tidak sesuai. 

Baca Juga :  Kualitas Pengecoran Instalasi Rumah Pompa Disoal
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/