alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Istri Mantan Direktur Poltera Polisikan Habib

SAMPANG – Polres Sampang menerima laporan dugaaan penipuan dan penggelapan, Senin (11/12) lalu. Dugaan penipuan dan penggelapan itu dilaporkan Suci Suryani, warga Perum ITS, Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Suci merupakan istri almarhum Achmad Ansori, mantan Direktur Politeknik Negeri Madura (Poltera).

Kronologinya, almarhum Achmad Ansori mendapat penawaran rumah dari PT Rewita Jaya Sejahtera, Perumahan Green Kusuma. Saat itu, developer perumahan tersebut melakukan sosialisasi di Poltera. Di sana developer menjanjikan fasilitas dan ketersediaan perumahan. Itu terjadi pada Mei lalu.

Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hari Kusnanto, Sabtu (16/12). Menurut Hari, setelah melakukan sosialisasi, almarhum Ansori tertarik membeli rumah dengan iming-iming fasilitas yang dijanjikan. ”Membeli rumah seharga Rp 1 miliar dan sudah memberikan DP Rp 200 juta pada Mei,” ujarnya.

Namun setelah ditunggu, rumah yang telah dijanjikan tidak ada. Itu menjadi indikasi tidak sesuai dengan yang dipromosikan. Saat Suci meminta uang Rp 200 juta dikembalikan, tidak ada kejelasan. ”Karena merasa dirugikan, Suci melapor ke Polres Sampang,” terangnya.

Baca Juga :  Ratusan Perkara Di PA Belum Diputus

Menurut Hari, saat ini penyidik melakukan penyelidikan dan sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. ”Saksi-saksi kami panggil semua untuk mendapatkan keterangan mengenai kasus ini,” katanya.

Terlapor dalam kasus dugaan kasus penipuan dan penggelapan adalah developer Perumahan Green Kusuma. Yakni, Muhammad Bil Fakih, 50, warga Pamekasan yang berdomisili di Sampang. ”Terlapor tinggal di Sampang. Dia buka perumahan. Green Kusuma itu milik terlapor,” jelasnya.

Pihaknya belum mengetahui apakah terlapor berada di Sampang atau sudah melarikan diri. Namun, Hari berkeyakinan terlapor masih berada di Kota Bahari. ”Kami belum melakukan pemeriksaan kepada terlapor. Baru kepada saksi-saksi dan karyawan dari PT Relita Jaya Sejahtera,” terangnya.

Dihubungi, Muhammad Bil Fakih mengklaim sudah memberikan klarifikasi. Pria yang dikenal sebagai habib itu mengaku masih menjalin komunikasi dengan istri almarhum Achmad Ansori, Suci Suryani. ”Termasuk dengan pihak kepolisian dan Poltera. Saya sudah komunikasi,” klaimnya.

Baca Juga :  Pelapor Nilai Kinerja Penyidik Lamban

Muhammad mengaku tidak ada masalah mengenai rencana pembelian rumah di Perumahan Green Kusuma. Dia mengakui pelapor sudah membayar DP Rp 200 juta. ”Saya akan kembalikan uang itu. Pasti saya kembalikan. Sebenarnya ini karena yang bersangkutan (Achmad Ansori) meninggal,” akunya.

Dia berjanji akan menemui korban dan akan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan untuk DP pembelian rumah. Namun, Muhammad enggan menjelaskan kapan akan menemui pelapor untuk mengembalikan uang Rp 200 juta. ”Nantilah saya kembalikan,” pungkasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Polres Sampang menerima laporan dugaaan penipuan dan penggelapan, Senin (11/12) lalu. Dugaan penipuan dan penggelapan itu dilaporkan Suci Suryani, warga Perum ITS, Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Suci merupakan istri almarhum Achmad Ansori, mantan Direktur Politeknik Negeri Madura (Poltera).

Kronologinya, almarhum Achmad Ansori mendapat penawaran rumah dari PT Rewita Jaya Sejahtera, Perumahan Green Kusuma. Saat itu, developer perumahan tersebut melakukan sosialisasi di Poltera. Di sana developer menjanjikan fasilitas dan ketersediaan perumahan. Itu terjadi pada Mei lalu.

Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hari Kusnanto, Sabtu (16/12). Menurut Hari, setelah melakukan sosialisasi, almarhum Ansori tertarik membeli rumah dengan iming-iming fasilitas yang dijanjikan. ”Membeli rumah seharga Rp 1 miliar dan sudah memberikan DP Rp 200 juta pada Mei,” ujarnya.


Namun setelah ditunggu, rumah yang telah dijanjikan tidak ada. Itu menjadi indikasi tidak sesuai dengan yang dipromosikan. Saat Suci meminta uang Rp 200 juta dikembalikan, tidak ada kejelasan. ”Karena merasa dirugikan, Suci melapor ke Polres Sampang,” terangnya.

Baca Juga :  Pelapor Nilai Kinerja Penyidik Lamban

Menurut Hari, saat ini penyidik melakukan penyelidikan dan sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. ”Saksi-saksi kami panggil semua untuk mendapatkan keterangan mengenai kasus ini,” katanya.

Terlapor dalam kasus dugaan kasus penipuan dan penggelapan adalah developer Perumahan Green Kusuma. Yakni, Muhammad Bil Fakih, 50, warga Pamekasan yang berdomisili di Sampang. ”Terlapor tinggal di Sampang. Dia buka perumahan. Green Kusuma itu milik terlapor,” jelasnya.

Pihaknya belum mengetahui apakah terlapor berada di Sampang atau sudah melarikan diri. Namun, Hari berkeyakinan terlapor masih berada di Kota Bahari. ”Kami belum melakukan pemeriksaan kepada terlapor. Baru kepada saksi-saksi dan karyawan dari PT Relita Jaya Sejahtera,” terangnya.

Dihubungi, Muhammad Bil Fakih mengklaim sudah memberikan klarifikasi. Pria yang dikenal sebagai habib itu mengaku masih menjalin komunikasi dengan istri almarhum Achmad Ansori, Suci Suryani. ”Termasuk dengan pihak kepolisian dan Poltera. Saya sudah komunikasi,” klaimnya.

Baca Juga :  Oknum Bidan Divonis Tiga Bulan

Muhammad mengaku tidak ada masalah mengenai rencana pembelian rumah di Perumahan Green Kusuma. Dia mengakui pelapor sudah membayar DP Rp 200 juta. ”Saya akan kembalikan uang itu. Pasti saya kembalikan. Sebenarnya ini karena yang bersangkutan (Achmad Ansori) meninggal,” akunya.

Dia berjanji akan menemui korban dan akan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan untuk DP pembelian rumah. Namun, Muhammad enggan menjelaskan kapan akan menemui pelapor untuk mengembalikan uang Rp 200 juta. ”Nantilah saya kembalikan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/